
hari-hari telah berganti,sudah seminggu sejak kejadian penculikan pooja dan kini semuanya baik-baik saja,semua kembali normal dan sudah menjalankan aktivitas kembali seperti biasa yang dilakukannya.
seperti saat ini pooja sedang melakukan tugasnya sebagai istri yaitu menyiapkan segala keperluan sang suami,sekarang pooja tengah membantu raj mengikatkan dasi dikerah leher raj,itu sudah tugasnya.
"sudah"seru pooja usai memasang dasi
"makasih by,kalau begitu aku pergi dulu dan ingat kau jangan melakukan aktifitas apapun mengerti"ucap raj memperingati
"iya bawel"ucap pooja malas berdebat
"baby daddy kerja dulu,kau jangan nakal didalam sana"ucap raj bicara pada perut.
raj mencium perut pooja lalu beralih pada kening pooja,selesai pamitan raj pergi keluar dari apartemen menuju parkiran disana tentu ada rohit yang menunggu mereka langsung pergi menuju kekantor.
sedang didalam apartemen pooja tengah bersih-bersih kamar,pooja akan bekerja setelah raj berangkat kekantor,karena dia tidak mungkin bekerja didepan raj yang ada pooja akan terus diomeli oleh rajnya.
*
*
*
PERUSAHAAN SALVATRUCHA.
raj dan rohit baru saja tiba diperusahaan selesai memarkirkan mobil raj dan rohit berjalan masuk kekantor,keduanya naik lift yang khusus untuk CEO,rohit nekan tombol menuju lantai yang paling atas.
TING.....
pintu lift terbuka,mereka sudah sampai dilantai atas,mereka keluar lalu menuju keruangan mereka masing-masing,raj langsung masuk keruangannya,raj sudah disambut oleh berkas yang menumpuk.
"ooh yaampun pekerjaan banyak sekali" guman raj mengeluh,tiga hari cuti kerja membuat pekerjaan raj menumpuk,mau tidak mau raj harus mengerjakan semua itu karena memang sudah jadi tugasnya.
dengan lihai raj langsung berkutat diatas komputernya dan beberapa berkas yang menggunung,raj begitu fokus bekerja sampai tidak mengeluarkan suara yang ada hanya keheningan saja diruangan itu
jampun terus berputar mengeliling angka hingga tidak terasa raj terlalu larut dalam pekerjaannya,raj sudah menyelesaikan beberapa pekerjaannya dan sekarang ini sudah siang lewat jam makan siang raj.
"permisi tuan"ucap rohit masuk kedalam
"ada apa?"tanya raj tanpa mengalihkan
"itu,tadi istri tuan pesan kesaya untuk mengingatkan tuan untuk makan"ucap rohit beritahu,raj menatap aneh rohit
"kenapa istriku bilang padamu bukan padaku saja"ucap raj merasa tidak suka
"tadi nona sudah menelfon tuan tapi tuan tidak mengangkatnya"ucap rohit beritahu
"really"ucal raj dan langsung mengecek ponselnya dan benar pooja menelfon tadi
"tuan mau makan sekarang?"tanya rohit
"hm pesankan aku makanan apa saja" ucap raj,rohit langsung menerima tugas.
rohitpun pamit undur diri,paska perginya rohit raj kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda,30menit kemudian rohit kembali datang dengan membawa pesanan raj,rajpun bekerja sambil makan
tidak peduli seperti apa kondisinya saat ini,jika seseorang sudah gila kerja maka akan tetap seperti itu rajlah contohnya, tak peduli seberapa besar rasa laparnya dia akan tetap fokus pada pekerjaannya.
*
*
*
sore hari riyaz berniat ingin pergi pulang kerumah,karena riyaz tidak ada kerjaan lagi dan pasiennya sudah diurus maka dari itu riyaz,entah kenapa riyaz tiba-tiba jadi kangen dengan istrinya,riyaz pergi mengemudi mobilnya dengan cepat.
tidak butuh waktu lama riyazpun sudah tiba dirumah,riyaz turun dari mobil lalu melangkah masuk kedalam,hening itu yang riyaz rasakan disuasana rumahnya.
"raina,sayang kau dimana"panggil riyaz mencari keberadaan raina,didapur riyaz tidak menemukan raina,dikamar juga tidak ada membuat riyaz pusing,sedetik kemudian riyaz mendengar suara air.
"sayang kau ada didalam"panggil riyaz tapi tidak ada sautan dari dalam sana
"sayang kau baik-baik saja,aku masuk ya" panggil riyaz lagi,tapi tak ada sautan lagi.
tiba-tiba riyaz panik karena raina sama sekali tak menjawabnya,riyaz menggedor pintu dengan keras tapi hasilnya nihil tak berasil,akhirnya riyaz coba mendobrak pintunya,setelah bsrkali-kali berusaha akhirnya riyaz berasil mendobrak pintu.
"raina"kaget riyaz melihat raina pingsan dibawah guyuran air,riyaz lari mendekat keraina,riyaz menggendong tubuh raina lalu direbahkan tubuhnya diatas kasur.
"raina bangun raina,sayang bangun"ucap riyaz mencoba membangunkan raina tapi tidak berasil,riyaz segera mengecek nadi raina,riyaz menghela nafas lega setelah tahu raina masih baik-baik saja.
riyaz langsung berinisiatif menghubungi dokter kandung raina,usai menghubungi dokter riyaz membantu raina memakai baju agar tubuh raina tidak masuk angin.
30menit kemudian dokter sudah sampai dirumah riyaz,tanpa basa-basi dokter itu langsung memeriksa kondisi raina,dokter itu dengan sangat teliti meriksa raina,tak lama dokter itupun selesai meriksa raina.
"bagaimana dok?"tanya riyaz khawatir
"kondisinya sangat lemah,apa kalian yakin ingin melanjutkannya?"tanya dokter
riyaz terdiam,dari awal mereka sudah tau kalau raina akan sering mengalami hal seperti ini,raina akan sering pingsan dan mudah capek karena kondisi raina yang begitu lemah untuk hamil dan itu buat riyaz sangat khawatir pada kondisi raina.
"hhm"lirih raina mulai sadar kembali
"sayang kau sudah sadar"ucap riyaz lega
"riyaz,ada apa ini?"tanya raina tak sadar
"kau tadi pingsan sayang"ucap riyaz
"nona saya ingin tanya,apa anda yakin ingin melanjutkannya?"tanya dokter
"dok saya pasti mempertahankan anak saya dengan cara apapun"tegas raina
"dokter saya akan coba bicara dengan istri saya,terima kasih telah datang dok" ucap riyaz mengalihkan,dokter pasrah.
dokter itupun pergi,kini hanya tinggal riyaz dan raina,riyaz duduk disamping raina,ia ingin mencoba menenangkan raina yang masih tersulut emosi,riyaz menggenggam lembut tangan istrinya.
"apa kau merasa lebih baik?"tanya riyaz berbasa-basi,raina mengangguk pelan
"syukurlah,hhm sayang masa....."ucapan riyaz sudah terpotong sebelum selesai
"tidak riyaz,aku akan tetap memutuskan untuk mempertahankannya"ucap raina
"tapi kondisimu tidak memungkinkan" ucap riyaz coba memberi pengertian
"no,aku akan tetap pada pendirianku yaz" ucap raina tidak mau diganggu gugat
"oke terserah kau saja"ucap riyaz pasrah.
riyaz menghela nafas kasar,riyaz tahu jika raina sudah keras kepala maka dia tidak bisa berbuat apa-apa,dia hanya bisa mendukung keputusan raina dan menemaninya dikala susah dan senang.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE