
disebuah cafe ternama seorang alex sedang duduk sendiri sembari menikmati kopi yang dia pesan,entah apa yang dia lakukan disana hanya dirinyalah yang tau,beberapa sepasang mata terus memperhatikan alex tentu saja semua itu wanita tapi alex don't care dia lebih memilih melihat kearah jendela.
menatap jalanan bukanlah hobi alex,tapi dia lebih memilih melihat jalanan dari pada melihat wanita-wanita yang caper kepadanya.mata alex menangkap sesosok wanita baru memasuki cafenya,memakai drees putih selutut serta rambut yang terurai dengan sedikit kepangan membuatnya sangat manis.
"tina"guman alex,iya alex melihat tina masuk kedalam cafe tersebut,alex terus memandangi tina yang sedang duduk tidak jauh dari kursinya tapi sepertinya tina menyadari kalau alex juga ada disana bahkan sedang melihat dirinya.
sudah 30 menit alex memperhatikan tina yang sedari tadi celingak-celinguk seperti sedang menunggu seseorang,alex berdiri berniat menghampiri kursi tina,tina yang baru sadar kalau alex ada dicafe itu juga menatapnya seperti tina menyadari kalau alex sedang berjalan kearahnya.
"hai"sapa alex saat sudah ada didepan tina,refleks tina langsung berdiri
"tuan alex kau disini juga"ucap tina kikuk
"iya,boleh duduk disini?"tanya alex
"boleh,silahkan tuan"ucap tina
"terima kasih"ucap alex dan diapun duduk begitupula dengan tina mereka duduk saling berhadapan satu sama lain.
diantara keduanya sangat canggung tidak ada yang mau memulai bicara,tina sangat gugup sedari tadi dilihat oleh alex ditambah lagi tatapan orang-orang yang sedang ada dicafe tersebut membuat tina merasa sangat tidak nyaman/risih.
"tina sedang ada kau disini?"tanya alex membuka obrolan terlebih dahulu
"saya lagi menanti seseorang tapi orang itu sepertinya tidak datang"ucap tina.
"seseorang,siapa?"tanya alex penasaran
"saya kurang tau karna yang menyuruh saya datang kesini ibu saya"jelas tina
"tuan sendiri sedang apa dsn?"tanyanya
"saya sama sepertimu sedang menanti seseorang tapi sepertinya orang itu juga gak bakal datang kesini"jelas alex.
mereka terus-terusan mengobrol tentang kehidupan masing-masing,meski tina agak canggung tapi tina berusaha mengendalikan dirinya,begitupula dengan alex yang biasanya selalu cuek kepada cewek tapi kali ini dirinya banyak bicara,entah ada apa denganya hari ini.
hari sudah mulai sore,saking lamanya mengobrol mereka sampai lupa waktu mereka memutuskan untuk pulang,selesai membayar dengan ditraktir alex mereka keluar dari cafe.
"sekali lagi terima kasih atas traktirannya tuan alex"ucap tina saat berada diluar
"sama-sama"ucap alex santai
"yasudah kalau begitu saya permisi dulu tuan"pamit tina hendak pergi.
"tunggu"ucap alex mencegah sambil memegang tangan tina,tina menoleh
"ada apa tuan alex?"tanya tina
"itu saya kesini bawa mobil,biar saya antar kamu kerumah"tawar alex
"tidak perlu tuan alex,itu terlalu sangat merepotkan"tolak halus tina
"gak papa saya antar kerumah,saya tidak bisa menerima pernolakan"ucap alex.
alex menarik tangan tina membawanya kemobilnya,mau tidak mau tina terpaksa menuruti kemauan alex,tina masuk mobil begitu juga dengan alex lalu mobilpun pergi melaju menuju kerumah tina.
didalam suasananya begitu canggung tidak ada yang mau mengeluarkan suara hingga tidak terasa bahwa mereka sudah sampai dirumah sederhana tina, alex menghentikan mobilnya setelah mendengar aba-aba dari tina.
"jadi kamu tinggal disini?"tanya alex sambil melihat sekitar dan rumah tina
"iya tuan,kalau begitu saya masuk dulu dan terima kasih karna sudah memberi saya tumpangan"ucap tina tulus
"sama-sama"ucap alex,tinapun keluarga dari mobil dan masuk kedalam rumah.
setelah memastikan tina sudah masuk barulah alex pergi menuju rumahnya, sedangkan tina masuk kedalam rumah, dia mendapati ibunya sedang menyapu.
"ibu tina pulang"ucap tina mendekat kearah ibunya
"eh putri ibu sudah pulang,bagaimana pertemuan kalian tadi?"tanya sonia
"jalankan bertemu dia saja tidak mau datang untuk menemuiku"keluh tina
"loh kok bisa?"tanya sonia tidak percaya
"gak tau tuh,yaudah tina mau kekamar dulu capek soalnya"ucap tina kelelahan
"yaudah bersih-bersih dulu sana lalu istirahat"ucap sonia,tinapun pergi kekamarnya untuk istirahat.
KEDIAMAN KELUARGA WILLIAM.
alex baru saja sampai dikediamannya selesai memarkirkan mobilnya alex langsung masuk kedalam,disana sudah terdapat papa dan mama diruang keluarga yang sedang menonton.
"alex kau sudah pulang"ucap bella menyadari kehadiran alex,alex mendekati mereka dan ikutan duduk dengan mereka
"bagaimana tadi,apa kau menyukai gadis itu katakan pada mama"ucap bella
"apa yang harus alex katakan,wanita itu tidak datang ma"ucap alex santai
"kok bisa,mungkin kamu kali gak datang kesana yakan"ucap bella menuduh alex
"ma alex datang ketempat itu,dianya yang tidak datang bahkan alex sudah lama menunggunya tapi tidak muncul juga"ucap alex membuat bella terdiam
"sudahlah alex mau kekamar mau istirahat"ucap alex berlalu pergi.
alex masuk kekamar melepas jaketnya kesembarang arah lalu melemparka tubuhnya diatas kasur yang empuk,alex menutup mata menghilangkan rasa lelahnya tapi seketika bayangan wajah tina terlintas alex langsung membuka matanya karna terkejut,dia kembali menutup matanya dan sekali lagi bayangan wajah tina terlintas kembali.
"aaiish"gerutu alex,dia bangun duduk dikasurnya mengusap wajahnya kasar
"kenapa wajah gadis itu terus muncul" ucap alex,dia kembali mengingat tina
"gadis yang begitu manis"guman alex terus mengingat senyuman manis tina
"lama-lama aku bisa gila,lebih baik aku mandi saja"ucap alex dan diapun pergi kekamar mandi untuk menyucikan otaknya yang sudah terkena virus tina.
disisi lain bella masuk kedalam kamar, dia mengambil ponsel sepertinya ingin menghubungi seseorang,bella menekan kontak seseorang tak lama kemudian panggilan itu diterima oleh seseorang.
bella :"hallo nia"
sonia:"iya ella ada apa?"
bella :"ini aku mau nanya tadi kenapa putrimu tidak datang?"
sonia:"loh bukannya putramu yang tidak datang,putriku tadi sudah pergi"
bella :"tidak putraku tadi juga datang tapi dia bilang dia tidak melihat putrimu"
sonia:"putriku juga bilang begitu padaku"
bella :"apa kau tidak memberi foto putraku kepada putrimu?"
sonia:"bagaimana bisa aku memberinya foto aku saja tidak tau bagaimana rupa putramu"
bella :"betul juga,ya ampun aku juga lupa memberikan foto putrimu kepada putraku"
sonia:"lalu sekarang bagaimana?"
bella :"sudahlah,besok kita cari rencana lain untuk pertemukan anak kita"
sonia:"baiklah"
sambungan terputus,sebenarnya mereka berdua telah berencana menjodohkan anak mereka dan mereka juga yang menyiapkan segalanya,tanpa mereka sadari kalau putra dan putri mereka sudah bertemu tapi anak-anak mereka sama sekali tidak menyadarinya.
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE