
BEBERAPA HARI KEMUDIAN.
hari-hari telah berlalu,tidak terasa waktu cepat berputar,hari ini diapartemen pooja raina sedang datang berkunjung,mereka menghabiskan waktu bersama dengan melakukan beberapa kegiatan didapur.
sekarang raina dan pooja berniat ingin membuat sesuatu didapur,mereka bosan karena tidak ada pekerjaan jadi mereka berencana memasak suatu,mereka kini ingin melakukan BBQan ala-ala korea.
pooja sudah menyiapkan segala alat-alat yang dibutuhkan buat BBQan,sedangkan raina sudah membeli bermacam-macam jenis daging buat mereka makan,vanes tidak mau kalah,dia juga ikut nimbrung.
"cah sudah siap semua,tinggal kita bakar semua dagingnya"seru pooja tidak sabar
"hhm,aku akan membantu kakak,aku mencampur bumbunya dulu"ucap raina
"bukannya makanan seperti ini kurang sehat,makan terlalu banyak daging tidak baik buat kesehatan mom"ucap vanes
"vanes,kau jangan bertingkah seperti daddymu,sesekali makan seperti ini tidak masalah"ucap pooja mengomeli vanes
"iya sayang,lihat saat kau mencobanya nanti,kau akan ketagihan"ucap raina.
vanes acuh tak acuh dia hanya melihat dan memperhatikan aunty dan momnya memanggang daging,bau daging yang dipanggang mulai menyebar keseluruh ruangan,membuat mereka makin ngiler.
beda dengan raina yang sedang fokus membumbui daging,entah kenapa raina tiba-tiba merasa mual saat mencium bau daging tersebut,raina berlari kekamar mandi,vanes dan pooja merasa bingung melihat raina tiba-tiba berlari begitu saja.
"mom aunty kenapa?"tanya vanes heran
"tidak tahu sayang,tunggu disini mommy mau ngecek aunty dulu ya"ucap pooja
poojapun pergi menyusul raina,dia dapat mendengar suara raina dari balik pintu tidak lama kemudian raina keluar dari kamar mandi,pooja menatap sendu raina
"raina kau kenapa,kau baik-baik saja?" tanya pooja merasa khawatir pada raina
"aku gak papa kak,hanya saja tadi aku tiba-tiba merasa mual"ucap raina lemas
"mual"lirih pooja,raina mengangguk saja
"iya,akhir-akhir ini gak tahu kenapa aku sering merasa mual"ucap raina bercerita
"raina jangan-jangan kau hamil"ucap pooja menebak,raina berpikir sejenak
"tidak mungkin kak,kata dokter saja aku belum ada tanda-tanda"ucap raina sedih
"ayo ikut aku"ucap pooja menarik raina.
pooja menarik tangan raina,dibawanya dia masuk kedalam kamar,sesampainya disana pooja membuka laci lemari dan mengambil sesuatu disana setelah itu pooja memberikan benda itu pada raina.
"ini kebetulan aku punya sisa tespek,kau cobalah tes dulu"ucap pooja menyuruh
"percuma kak hasilnya akan tetap sama, aku tidak ingin berharap lagi"tolak raina
"hei apa salahnya kalau mencoba lagi, ayo cepat tes"ucap pooja memaksa.
akhirnya raina pasrah,raina mengambil tespek tersebut lalu dia masuk kekamar mandi lagi,pooja senantiasa menunggu hasil raina,tak lama rainapun keluar dari kamar mandi,poojapun mendekati raina
"bagaimana hasilnya?"tanya pooja tidak sabar,raina hanya diam menunduk malu.
"kakak saja yang lihat,aku tidak berani melihat"ucap raina memberi tespeknya.
poojapun mengambil tespeknya,mata pooja terbelak melihat hasil tespek raina, pooja menatah aneh kearah raina,dari tatapan pooja raina bisa menyimpulkan sesuatu,raina menghela nafas beratnya.
"sudah aku bilang kak hasilnya tidak akan memuaskan"ucap raina kecewa
"raina kau,kau hamil raina kau sedang hamil"seru pooja,mendengar itu raina terkejut,raina segera merebut tespeknya
"a..aku benaran hamil,aku sedang hamil" ucap raina terharu melihat tespeknya.
raina bersorak ria,dia berteriak senang sambil memeluk pooja,akhirnya kabar yang ditunggu-tunggu,hari yang dinanti nanti raina sudah tiba,rasa bahagia dan terharu bercampur jadi satu dihati raina.
*
*
*
PERUSAHAAN SALVATRUCHA.
diperusahaan raj baru saja kembali usai bertemu koleganya diluar kantor,raj dan rohit masuk keruangan utama, mereka langsung membahas proyek kerja sama perusahaan dengan perusahaan kolega.
"sekiranya kerja sama ini sedikit sangat menguntungkan bagi perusahaan tuan apa ada masalah tuan?"tanya rohit
"hhm bagus,itu sudah lebih dari cukup" ucap raj langsung menyetujuinya
"rohit bagaimana hasil penyelidikanmu?" tanya raj tiba-tiba sambil menatap rohit
"maaf tuan saya sudah coba menggali informasi tentangnya,tapi sama sekali tidak dapat ditemukan tuan"ucap rohit
rohit menunduk takut tuannya marah karena tidak berasil,sudah beberapa hari rohit mencoba cari informasi tentang wilson tapi rohit selalu gagal,bukannya marah raj malah tersenyum menakutkan
"sudahku duga dia bukan orang biasa" ucap raj menyeringai,rohit jadi bingung
"maksu tuan?"tanya rohit tidak paham
"kau selalu gagal mencari informasinya itu artinya dia sudah merencanakan semua ini"ucap raj menjelaskannya
"jika tuan sudah tahu mengapa masih tetap menyuruhku"batin rohit bingung
"sepertinya aku tahu cara memancing dia agar keluar"ucap raj tersenyum aneh.
rohit tidak mengerti apa yang sedang ada dipikiran tuannya,rohit hanya bisa bersiap jika dia tiba-tiba disuruh,tidak akan ada yang mengerti rencana licik raj termasuk rohit sekalipun,hanya raj yang tahu apa yang akan direncanakannya.
*
*
*
hari semakin gelap,malampun sudah tiba hari ini riyaz pulang terlambat,dirumah sakit tadi ada banyak sekali pasien yang berdatangan sehingga riyaz pulang telat tidak seperti hari biasanya riyaz pulang.
"semoga raina tidak marah aku pulang" guman riyaz was-was,tadi riyaz tidak sempat mengabari raina kalau dia akan pulang telat karena riyaz sangat sibuk.
riyaz dengan pelan-pelan membuka pintu rumah,riyaz mengendap-endap masuk kedalam,riyaz celingak-celinguk mencari keberadaan raina tapi riyaz tidak merasa tanda-tanda keberadaan raina istrinya.
riyaz melangkah masuk kekamar,betapa terkejutnya riyaz mendapati kamar yang dihias begitu cantik dengan taburan bunga,membuat riyaz keheranan,riyaz berjalan mendekat keranjang kasurnya.
"kenapa tiba-tiba kamar dihias,dimana raina?"tanya riyaz berguman,pandangan riyaz spontan tertuju pada sebuah kotak yang berada ditengah-tengah hiasan love bunga,diambilnya kotak itu lalu dibuka.
"hai daddy"guman riyaz membaca tulisan dikotak itu,seketika mata riyaz terbelak
"positiv"seru riyaz melihat tespek raina.
senyuman terukir jelas dibibir riyaz,riyaz merasa senang melihat hasil tespek itu, bertepatan dengan pintu kamar mandi terbuka,riyaz menoleh kearah kamar mandi mendapari raina yang baru keluar.
"sayang"panggil riyaz,dia berlari kearah raina dan langsung memeluk raina
"sayang apa benar kau sedang hamil?" tanya riyaz ingin memastikan lebih jelas
"oh kau sudah melihatnya"ucap raina
"aku senang sekali,akhirnya bayi yang kita tunggu selama ini sudah tumbuh dirahimmu"ucap riyaz menatap raina
"aku juga masih tidak menyangkah kalau akhirnya hamil juga"ucap raina terharu
"besok kita kedokter ya,aku ingin melihat bayiku"ucap riyaz sangat antusias sekali.
raina tersenyum gemas melihat betapa antusiasnya riyaz,raina hanya menurut saja keinginan suami,riyazpun kembali memeluk raina,rasa bahagia terpancar jelas,awalnya takut pulang terlambat malah mendapatkan hadiah yang spesial
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE