
BEBERAPA HARI KEMUDIAN.
hari riyaz dan raina tengah bersiap-siap untuk pergi kerumah sakit,sekarang sudah jadwal mereka untuk konsultasi kedokter tentang program bayi tabung yang sedang mereka jalankan sekarang.
mereka memang sudah menjalankan tes program bayi tabung hari beberapa hari yang lalu,setelah mendapati lersetujuan keluarga besar,riyaz dan raina langsung konsultasi kedokter spesialis bayi tabung
dokter juga mengatakan kalau prosesnya berjalan lancar,mengingat ada gangguan dijaninnya harapan untuk bisa hamil dari mengikuti program bayi tabung itu hanya 50%saja,harapan yang cukup besar itu membuat mereka semangat berusaha.
"sayang kau siap?"tanya riyaz pada raina
"iya sudah,ayo kita berangkat"ucap raina.
merekapun keluar dari rumah lalu masuk kemobil,riyaz melajukan mobil ketempat tujuan,tidak lupa mereka setiap mereka mau melakukan pemeriksaan raina slalu semoga segala prosesnya dipermudah.
tidak butuh lama mereka sudah sampai disalah satu rumah sakit amerika,selesai memarkir mobil mereka masuk kedalam menuju ruangan dokter spesialis bayi,
mereka sampai ditempat tujuan,mereka masuk kedalam,disana terdapat dokter ferina spesialis bayi tabung,dokter itulah yang mengurus semua kebutuhkan raina selama mengikuti program bayi tabung.
"pagi dokter"sapa raina dan riyaz ramah
"ah tuan riyaz nona raina kalian sudah datang,mari silahkan duduk"ucap ferina
"terima kasih dokter"ucap raina dan riyaz bareng,merekapun duduk diatas kursi
"bagaimana nona raina,apa anda merasa ada gejala aneh ditubuh?"tanya ferina
"sebenarnya setelah menjalani proses itu badan saya agak sedikit sering sakit apa iti bermasalah dokter?"tanya raina balik
"tidak nona,itu adalah konsekuesi dalam melakukan bayi tabung"jelasnya ferina
"apa itu tidak membahayakan tubuhnya dok?"tanya riyaz cemas kepada raina
"no tuan,asalkan kondisi fisik nona raina sehat itu tidak masalah,maka itu saya sarankan agar nona raina sering makan buah agar tubuh nona sehat"saran ferina
"baik dok,akan saya lakukan"ucap raina.
merekapun lanjut melakukan proses bayi tabung,dari pemeriksaan tubuh,sel telur dan sebagainya,mereka tidak mengerti dan hanya mengikuti intruksi dokter dan mempercayaikan semua kedokter ferina,
sebagai dokter tentu riyaz sudah mencari informasi tentang dokter ferina itu,sudah banyak orang yang berhasil melakukan program bayi tabung yang ditangani oleh dokter ferina,sebab itu mereka percaya.
cukup lama mereka melakukan proses pemeriksaan,hingga hampir siang hari merekapun selesai,usai konsultasi dan melakukan pemeriksaan,mereka telah memutuskan untuk langsung pulang.
*
*
*
siang hari pooja sedang sibuk mengajari vanes,butuh kesabaran total mengajari anak yang IQnya yang melebihi orang tua setiap kali vanes diajarkan vanes selalu membantah apa yang pooja diajarkan.
"aku sudah sering belajar matematika mom,aku ini sudah pintar"keluh vanes
"yasudah kalau begitu kau belajar buku ini saja,ayo baca"pinta pooja menyuruh
"aku sudah pernah membacanya mom malah aku ingat isinya"ucap vanes nolak
"vanes bisakah jangan membantah jika mommy menyuruhmu belajar,kau akan sekolah jadi harua belajar"kesal vanes
"mom aku sudah mempelajari semuanya akan sangat membosankan jika belajar diulang-ulang mom"ucap vanes sombong
"kau ini masih kecil jangan bertingkah seperti orang dewasa vanes" kesal pooja
"aku bukan anak kecil lagi mom,sebentar lagi aku akan jadi kakak"ucap vanes.
pooja menggeleng kepala frustasi,pooja sudah menyerah dengan vanes,jika dia terus berdebat maka tidak akan habisnya karena vanes pasti akan terus menjawab perkataannya,entah mirip siapa sifatnya.
ditengah pertengkaran ibu dan anak,bel apartemen tiba-tiba berbunyi,pooja yang mendengarnya bergegas menuju pintu apartemen,pooja membuka pintunya dan disana terdapat seorang kurir datang.
"maaf apa dengan ibu pooja?"tanya kurir
"ini ada paket untuk ibu"ucap kurir sambil menyerahkan buket bunga besar kepooja
"hmm dari siapa?"tanya pooja penasaran
"kurang tahu bu,ini mohon diterima dan tanda tangan disini"ucap kurir memohon
"apa mungkin dari raj ya"batinnya nebak,
pooja mengambil paket bunganya karna pooja pikir itu dari raj,usai itu orang kurir itu langsung pergi,pooja kembali masuk kedalam dengan membawa bunganya, pooja menaruh bunganya diruang tengah
"dari siapa bunga itu mom?"tanya vanes
"tidak tahu,mungkin dari daddymu"ucap pooja santai,vanes mengangguk paham.
pooja masuk kekamar untuk mandi,pooja tidak ingin melanjutkan mengajari vanes yang ada pooja malah kembali emosi,jadi pooja memilih membersihkan diri dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
sore hari raj baru sampai diapartemen,raj masuk kedalam,disana raj melihat pooja dan vanes tengah menonton,raj senyum melihat perdamaian yang indah itu,raj melangkah mendekati pooja dan vanes.
"apa filmnya sangat seru"ucap raj berasil mengangetkan mereka,pooja noleh keraj
"raj kau mengageti saja"ucap pooja kesal
"maaf by,habisnya kalian sangat fokus menonton film sampai tidak menyadari kedatanganku"ucap raj tanpa berdosa.
pooja tidak menanggapi ucaparan raj dia memilih kembali menonton,raj duduk ikut bergabung nonton bareng mereka,semua orang sangat fokus menonton hingga tanpa sengaja mata raj terahli kebunga.
"itu dari siapa?"tanya raj menunjuk bunga
"kau aneh sekali,bunga itukan darimu" ucap pooja mengerti ,raj jadi bingung
"aku,tidak aku mengirimmu bunga sama sekali"ucap raj,pooja vanes jadi bingung
"really,lalu dari siapa"ucap pooja bingung
"tadi kurir yang mengantarnya,mommy kira itu dari daddy"ucap vanes mengadu
"heer,apa kau berselingkuh dibelakangku by"ucap raj berprasangka buruk kepooja
"jangan bicara sembarangan,aku mana mungkin selingkuh,akukan gak tau kalau bunga itu bukan darimu"ucap pooja kesal
"buang bunganya itu"ucap raj cemburu.
pooja tidak ingin ambil pusing dan tidak ingin ribut,pooja langsung mengambil bungannya dan membuangnya keluar pooja menurut saja dari pada raj nanti marah karena cemburu bisa habis pooja.
usai membuang bunga sialan itu pooja melangkah kedapur untuk memasak menyiapkan makan malam,pooja fokus memasak sedang raj masih kesal dan cemburu dengan orang pengirim bunga.
"siapa yang berani mengirim bunga pada wanitaku,apa orang iti cari mati"batin raj kesal merasa cemburu,vanes melirik raj yang disampingnya,vanes menggeleng kepala melihat tingkah kekanakan raj.
merasa kesal raj memilih masuk kamar dan membersihkan diri dikamar mandi, raj ingin mendinginkan kepalanya yang panas,selesai mandi dan berganti baju raj berjalan keruang tengah sambil dia menunggu pooja selesai masak didapur.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE