Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 63



07.15 wib kota amerika.


kriiing.


suara alarm itu berhasil membangunkan seorang wanita yang tengah tidur pulas, raina meraba meja disamping kasurnya untuk mematikan alarm tanpa membuka mata,matanya perlahan mulai terbuka.


"hhoaam"raina menggeliat tubuhnya lalu dia turun dari kekasur keluar dari kamar menuju kedapur,didapur ternyata ada sally yang sedang makan dimeja makan sendiri,raina mendekati dan ikut duduk.


"hai kak sally,kamu udah balik?"tanya raina sambil menuangkan air digelas


"iya,semalam baru saja balik"ucap sally raina hanya mengangguk kepalanya.


pasti kalian kangen sally kan!,sally baru saja balik dari libur pikniknya karna ingin mencari suasana baru sekaligus ingin meghilangkan rasa kesalnya,mereka berdua tengah fokus sarapan pagi,usai sarapan mereka pergi kekamar mereka.


raina kini tengah bersiap untuk pergi kekampus,sebagai remaja berpakaian adalah hal pertama baginya,pilihan raina jatuh pada sweater hitam berbulu dan rok pendek selutut berwarna cream serta rambut yang digerai membuatnya sangat cantik,merasa sudah siap diapun keluar.


raina terus berjalan hingga langkahnya terhenti diruang tengah,raina terkejut melihat seorang pria yang sangat dia kenal berada dirumahnya,merasa ada kehadirannya seseorang pria itu menoleh keraina,pria itu tersenyum kearahnya.


"kak riyaz,kakak ngapain kesini?"tanya raina,dia masih salting bertemu riyaz


"menjemputmu"ucap riyaz mendekati raina,riyaz menatap raina dari atas sampai bawah membuat raina grogi


"kau sangat cantik"puji riyaz,raina menunduk malu,pipinya merah merona


"ayo,aku akan mengantarmu kekampus" ucap riyaz lalu dia mengenggam tangan raina dan menuju masuk kemobil riyaz.


diperjalanan hanya ada keheningan tidak ada yang mau memulai obrolan,mereka sibuk dengan pikiran mereka,apa lagi raina sedari tadi raina hanya mencuri pandang keriyaz,riyaz menyadari hal itu.


"ada apa,sedari tadi kau terus mencuri pandang kearahku"ucap riyaz tanpa mengalihkan pandangannya kejalanan.


"tidak,tidak ada papa"ucap raina malu karna kepergok,dia bingung harus apa


"eehm,kakak sekarang rapi banget,mau kemana kak?"tanya raina berbasi-basi


"tidak,aku hanya ingin pergi kerumah sakit ayahku,mulai sekarang aku resmi jadi dokter"jelas riyaz,raina kesenangan.


riyaz sekarang memang resmi jadi dokter dia meneruskan pekerjaan ayahnya gerry untuk menjadi seorang dokter,meski begitu riyaz hanya bisa menangani pasien penyakit ringan karna dirinya juga masih harus lebih belajar tentang medis.


"oh ya,selamat ya kak"ucap raina ikut senang,riyaz menoleh sesaat keraina


"terima kasih sayang"ucap riyaz,raina yang mendengar kata sayang menjadi salting,riyaz yang menyadari tersenyum


"kenapa,apa kau tidak suka dipanggil "sayang"?"tanya riyaz sedikit menoleh


"ti...tidak,hanya saja raina belum terbiasa dipanggil sayang"ucap raina grogi+malu


"kau harus terbiasa dengan hal itu,karna sekaranv kau kekasihku jadi panggilanku akan berubah menjadi "sayang""jelas riyaz,raina hanya bisa menunduk malu.


riyaz memegang tangan raina lalu dia mengecup lembut tangannya,pertama kalinya mendapatkan pelakuan lembut membuat hati raina berbunga-bunga, mereka berdua saling lempar senyuman.


setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai dikampus raina,riyaz menghentikan mobilnya didepan kampus rasanya keduanya sangat engan untuk berpisah,biasa remaja bucin pacaran.


"yaudah kalau begitu raina masuk dulu makasih ya kak udah dianterin"ucap raina hendak turun tapi dicegah riyaz


"tunggu dulu"ucap riyaz memegang tangan raina,raina menatap bingung


"ada apa?"tanya raina bingung,bukannya menjawab riyaz malah mengecup bibir raina membuat pipi raina merona malu


"selamat belajar"ucap riyaz tersenyum


"iya,bye kak"pamit raina lalu dia segera turun karna jantungnya tidak aman.


riyaz tahu kalau raina saat ini sedang malu,dia hanya bisa tersenyum gemas melihat tingkah raina,riyazpun melajukan mobilnya,raina melambaikan tangan melihat mobil riyaz menghilang dia senyum-senyum sendiri karna salting.


"jadi gini rasanya punya pacar,jadi berasa ada yang meratiin"batinnya,rainapun masuk kedalam kampus dengan ceria.


*


*


*


disisi lain,dirumah sakit raj,pooja shinta dan daren tengah menemani kakek fahri, saat ini dokter gerry tengah memeriksa kondisi kakek fahri dengan stetoskop.


"alhamdulillah kondisi pak fahri sudah membaik,sore ini sudah boleh pulang" ucap gerry membuat semua orang lega


"sama-sama,tapi ingat obatnya masih harus tetap diminum jangan lupa itu" ucap gerry memperingati mereka


"iya aku akan mengingatnya"ucap daren


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu, masih ada pasien yang harus ditangani" pamit gerry diapun keluar dari ruangan.


"syukurlah ayah sekarang sudah sehat kembali"ucap shinta mendekati fahri


"kalau begitu pooja bantu packing,agar nanti gak ribet lagi"ucap pooja.


poojapun memasukkan semua barang didalam tas besar dibantu oleh shinta, sedangkan para pria sedang mengurus administrasi serta obat untuk kakek fahri


setelah sekian lama akhirnya kakek fahri sembuh dan izinkan pulang,semua ini berkat keluarga besar yang selalu berdoa atas kesembuhannya kakek fahri.


seperti yang direncanakan sore ini kakek fahri akan pulang,infusnyapun sudah mulai dilepas oleh suster,terlihat dari wajahnya kalau dirinya sudah tidak sabar untuk pulang karna sudah tidak betah.


"sudah selesai"ucap suster tersebut


"terima kasih sus"ucap shinta,suster itu hanya tersenyum lalu keluar dari sana.


"ayo grandad biar raj bantu"ucap raj membantu memapah fahri berjalan.


merekapun berjalan keluar rumah sakit, didepan sudah ada rohit dan supir pribadi keluarga salvatrucha yang akan mengantar mereka pulang,merekapun masuk kedalam mobil masing-masing lalu mobilpun melaju pergi ketujuan.


*


*


*


KEDIAMAN KELUARGA SALVATRUCHA.


setelah menempuh perjalanan mereka akhirnya sampai dimansion,mobil berhenti semua orangpun turun dari mobil,daren membantu memapah kakek fahri karna kondisinya masih lemah.


"hati-hati ayah"ucap daren dengan telatin memapah kakeh fahri,mereka membawa kakek fahri kekamarnya agar beristirahat


"ayah istirahat dulu"ucap daren sambil membantu membaringkan kakek fahri


"lebih baik kita keluar saja agar tidak menganggu istirahat grandad"usul pooja mereka semua mengangguk setuju.


mereka semua keluar dari kamar kakek fahri menuju keruang tengah,mereka sudah bisa bernafas lega kakr kakek fahri sudah sembuh mereka bersantai dengan sedikit mengobrol sesuatu.


malam hari selesai makan malam,semua orang pergi kekamar masing-masing begitu juga dengan raj dan pooja hari ini mereka menginap disana,karna masih khawatir dengan kondisi kakek fahri.


saat ini pooja sedang bersandar didada bidang raj sedangkan raj sedang membaca buku dengan satu tangannya mengelus lembut rambut pooja.


"hari ini rasanya sangat lega,akhirnya grandad sudah pulih"ucap pooja


"kau benar,sekarang grandad semangat untuk sembuh mungkin karna bayi kecil kita memberinya semangat"ucap raj


"emang dulu grandad kenapa?"tanya pooja penasaran,dia menatap raj serius


"dulu dia sangat keras kepala,dia tidak ingin dibawah kerumah sakit katanya tidak suka bau obat,tapi mendengar dia akan memiliki cicit dia langsung setuju mungkin dia teringin sekali memiliki cicit dariku"ucap raj panjang lebar


"jadi itu sebabnya kau sering dipaksa untuk segera menikah"ucap pooja raj mengangguk sebagai jawaban.


sedari dulu raj memang sering ditodong untuk menikah,tapi karna trauma sakit hati raj jadi tidak memiliki tidak memilik tujuan untuk menikah,tapi semenjak bertemu pooja semua berubah drastis pertemuan singkat membuat raj memiliki tujuan,cinta pandangan pertama lebih indah dan lebih romantis dari segalanya.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE