
tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai dihotel,karena mereka sudah memesan jadi mereka tinggal pergi melangkah menuju kekamar mereka masing-masing yang sudah disediakan.
pengantin baru memasuki kamar yang khusus mereka pesan untuk malam pertama,raina terpana dengan kamarnya yang didekor dengan sangat romantis persis seperti yang raina bayangkan.
"kamarnya sangat indah"puji raina takjub
"tentu saja,aku menyiapkan ini semua untukmu"ucap riyaz menatap raina
"terima kasih kak"ucap raina tersenyum.
raut wajah riyaz terlihat sangat aneh raina mengeryitkan dahinya bingung, riyaz mendekati raina lalu merangkul pinggang raina tiba-tiba membuat raina sedikit terkejut dengan tindakan riyaz.
"kau tadi memanggilku apa?"tanya riyaz menatap nakal sambil mengintrogasinya
"kakak,emang kenapa?"tanya raina heran
"sayang kita ini sudah menjadi suami istri bukan kekasih lagi,berhenti memanggilku kakak"pinta riyaz,raina menatap bingung
"lalu aku harus manggil apa?"tanya raina polos,riyaz semakin erat merangkul raina
"istriku kau harus memanggil suamimu dengan penuh kasih sayang,apa kau mengerti"ucap riyaz memberi kode
"iya sayang"ucap raina mengerti,riyaz tersenyum senang mendengarnya
"bagus,sekarang kau bersih-bersihlah kau pasti sudah lelah"ucap riyaz lembut
"hm baik,aku akan pergi membersihkan make upku dulu"ucap raina tersenyum.
riyaz melepaskan rangkulannya agar raina bisa pergi,raina masuk kekamar mandi dan mulai membasuh wajahnya membersihkan seluruh riasan yang menempel diwajah cantiknya raina.
selesai mencuci wajah raina berniat ingin mandi,raina mencoba buka resleting gaunnya tapi tangan raina tidak sampai berkali-kali raina mencoba tapi tetap gagal membuat raina kesal sendiri.
"iih susah banget sih,minta tolong aja kali ya"guman raina,akhirnya raina putuskan meminta tolong,raina keluar dari kamar mandi,raina lihat riyaz sedang bersantai dikasur,raina melangkah mendekati riyaz
"sayang"panggil pelan raina,riyaz noleh kearah raina disamping,riyaz terbangun
"ada apa sayang?"tanya riyaz pada raina
"itu bisa tolong bukain resleting gaun ini tanganku gak sampai"ucap raina pelan
"berbaliklah,akan aku bantu"ucap riyaz.
raina membalikkan badan,riyaz berdiri dibelakangnya,raina mengesampingkan rambutnya hingga lehernya terpangpang jelas didepan riyaz,riyaz menelan susah ludahnya karena melihat lehernya raina.
riyaz mulai menurunkan resleting gaun raina,jantung keduanya berdebar cepat hawa berubaha menjadi panas,dengan tangan gemetqr riyaz berusaha menurun resletingnya.
"apa sudah selesai?"tanya raina gugup.
riyaz tidak menjawab dia terlalu fokus melihat tubuh belakang raina,tiba-tiba riyaz mendekatkan tubuhnya memeluk raina dari belakang,tubuh raina semakin menegang,bulu kuduknya berdiri semua.
CUP.
"sayang"lirih raina terkejut karena riyaz mencium lembut bahunya,riyaz bersmirk melihat respons raina,tangan nakal riyaz mulai beraksi menurunkan gaun raina.
"sayang apa yang kau lakukan?"tanya raina makin gugup karena aksi riyaz
"menurutmu"ucap riyaz sambil terus menurunkan gaun pengantin raina
"sa...sayang aku pergi mandi dulu"ucap raina hendak pergi tapi dicegah riyaz
"kau jangan mencoba untuk kabur"ucap riyaz semakin mengeratkan pelukannya
"riyaz"teriak raina saat gaunnya terlepas
pipi raina merah merona mendengar itu semua,riyaz membalikkan badan raina menghadap kearahnya,raina menunduk malu karena tubuhnya hanya memakai dalaman dan riyaz melihat semuanya.
"jadilah milikku seutuhnya malam ini" ucap riyaz,raina mengangguk setuju toh sudah menjadi tugasnya melayani suami riyaz tersenyum senang,riyaz mencium kening raina lalu pipinya dan bibir raina.
kecupan itu lama-kelamaan berubah jadi l*matan yang begitu agresif,riyaz dengan rakus ******* bibir raina hingga raina susah untuk mengimbanginya,tubuh raina diangkat lalu dibaringkan dikasur.
ciuman riyaz berpindah tempat keleher raina,mata raina terpejam saat riyaz menggigit nakal lehernya,raina pasrah menerima apa yang akan riyaz lakukan kepadanya.
suasana kamar pengantin baru berubah menjadi panas,riyaz membuka semua pakaiannya hingga tersisa boxer,riyaz kembali mencium raina,tangannya mulai membuka pengait bra raina lalu dilempar.
"aamp"d*sah raina saat mulut riyaz mulai mencium seluruh tubuhnya,ini pertama kalinya raina merasakan hal aneh ditubuhnya ia tidak tahu perasaan apa itu,mata raina terpejam dengan mulut terbuka nikmat
riyaz terus melakukan aksinya,ciumam riyaz semakin turun sampai kebawah sana riyaz membuang cd yang menghalangi milik raina,untuk pertama kalinya riyaz memandang takjub melihat milik raina.
d*sahan raina terus terdengar,riyaz dengan lihai memainkan lidahnya dibawah sana,tanpa sadar raina semakin melebarkan paha membuat riyaz semakin leluasa beraksi.
puas bermain dengan lidah,riyaz tidak ingin membuang waktu,riyaz membuka boxernya hingga miliknya terlihat jelas raina terkejut melihat benda yang lumayan besar,pipi raina jadi merona.
tiba-tiba raina jadi gugup jantung raina berdetak kencang,riyaz membenarkan posisinya,pelan tapi pasti riyaz perlahan mulai mengarahkan miliknya untuk masuk.
"aah,saakit"d*sah raina merasa sakit saat milik riyaz sedikit masuk kemiliknya
"maaf sayang,sakitnya hanya sebentar kamu tahan ya"ucap riyaz menyakinkan.
riyaz mencium bibir raina agar rasa sakit raina teralihkan,merasa sudah tenang riyaz mencoba memasukkan miliknya hingga keluarlah darah,raina mencekram kuat sprei agar rasa sakitnya terahlikan.
"ooh ****,sempit"d*sah riyaz mengumpat saat miliknya sudah masuk sempurna dengan pelan riyaz mulai bergerak,kepala raina mendongak keatas saat mulai merasa kenikmatan oleh sentuhan riyaz.
"aah riyaz hhm"d*sah raina tak tertahan
"yes baby aahk"d*sah riyaz kenikmatan.
suara d*esahan mereka sudah memenuhi kamar hotel,tubuh mereka sudah dibanjiri oleh keringat,riyaz menikmati expresi wajah raina yang sudah terbuai dengan permainannya itu.
hentakan riyaz makin menjadi membuat raina mend*sah gila,gerakan yang begitu cepat hingga akhirnya mereka sampai puncaknya,mereka mengatur nafas yang terengah-engah,riyaz ambruk disamping raina,riyaz melihat raina yang kelelahan.
"kau baik-baik saja?"tanya riyaz cemas raina hanya bisa menjawab anggukan karena dia tidak kuasa bersuara lagi.
"maafkan aku dan terima kasih sudah memberikan segalanya untukku"ucap riyaz senang,raina menatap dalam riyaz
"kau memang pantas mendapatkannya karena kau suamiku"ucap raina pelan riyaz mengecup lembut kening raina
*istirahatlah,kau pasti lelah"ucap riyaz raina mengangguk kepala mengiyakan.
riyaz menutupi tubuh polos dirinya dan raina dengan selimut,riyaz membawa raina kedalam pelukannya,raina balas pelukan riyaz,merekapun tidur sambil berpelukan dengan tubuh masih polos.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE