
setelah dirawat dirumah sakit selama dua hari pasca melahirkan,kini pooja sudah diperbolehkan pulang,sekarang pooja tinggal dimansion atas permintaan kakek fahri karena beliau tidak ingin berpisah dari cicit kesayangannya vanes.
kebahagiaan telah menghujani keluarga salvatrucha,kelahiran sikecil vanes sang pewaris tunggal membawa kebahagiaan dimansion,tak henti-hentinya senyuman terpancar diwajah keluarga salvatrucha.
hari ini atas permintaan dan keinginan kakek fahri keluarga salvatrucha tengah mengadakan acara untuk kelahiran sang pewaris,awalnya pooja menolak karena menurutnya itu berlebihan,tapi karena permintaan grandad pooja hanya pasrah.
saat ini pooja tengah sibuk bersiap-siap untuk pergi acara,pooja memakai baju vanes yang sudah disiapkan oleh kakek fahri,vanes kecil sangat tampan saat jas hitam pemberian kakek bunyutnya fahri.
"baby"panggil raj yang baru saja masuk kedalam kamar,pooja menoleh sesaat lalu kembali fokus pada sikecil vanes raj berjalan melangkah mendekati mereka.
"by apa kau masih belum siap?"tanya raj
"sebentar lagi raj"ucap pooja masih fokus memasangkan dasi kecil kevanes
"sudah selesai"seru pooja saat selesai
"lihatlah,putra daddy sangat tampan hari ini"puji raj sambil menatap vanes kagum
"tentu saja,dia vanes salvatrucha tentu saja tampan"timpal pooja,raj tersenyum
"yasudah kita keluar sekarang yuk,semua orang pada nungguin"ajak raj pada pooja.
rajpun menggendong vanes lalu mereka keluar dari kamar menuju aula,keluarga salvatrucha mengadakan pesta diteras rumahnya,halaman mansionnya cukup luas jadi mereka mengadakan disana.
disana sudah ramai orang-orang yang berdatangan hanya ingin melihat sang pewaris tunggal salvatrucha,pooja dan raj sudah tiba diaula,melihat bintang utama tiba semua pandangan terahlikan kepada pooja,raj terutama pada vanes.
"ooh cucu yang tampan,ayo sini sama eyang sayang"ucap shinta mengambil alih vanes dari gendongan raj dan pooja.
semua orang tampak antusias melihat vanes kecil yang berada digendongan shinta,semua keluarga salvatrucha berkumpul berdiri ditengah-tengah aula.
"hadirin sekalian,mohon perhatiannya" ucap daren yang akan memulai acaranya semuanya menjadi serius mendengar.
"pertama saya ucapkan terima kasih atas kehadiran tuan nona,hari ini kami keluarga salvatrucha mengadakan acara lahirnya sang pewaris kami,dia adalah putra dari anak saya raj,dan ini adalah pewaris kami selanjutnya vanes"ucap daren panjang lebar memperkenalkan vanes,semua orang bertepuk tangan.
"selamat atas kelahirannya sang pewaris vanes salvatrucha"sorak para tamu-tamu
shinta menaruh sivanes kebox bayi,satu persatu orang-orang menghampiri vanes terkadang ada juga yang memberinya hadiah serta memberinya doa-doa yang terbaik untuk masa depan vanes kelak,
acara terus berjalan dengan lancar,kini waktunya para tamu undangan untuk menikmati hidangan yang sudah siap disajikan,tentu semua itu hidangan yang paling mewah dan berkelas,meski acara sederhana tapi hidangannya harus wah.
disisi lain raina baru saja selesai keluar dari kamar mandi belakang,raina berniat ingin kembali keaula tapi ditengah dapur tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya hingga terbentur ketembok.
"aau"ringis raina,raina menatap tajam orang yang berani menyentuhnya,belum sempat raina marah raina dibuat terkejut.
"kak iyaz"guman raina kaget mengetahui kalau dalang orangnya adalah riyaz.
"hai cantik"sapa riyaz tersenyum manis
"kak iyaz aku pikir tadi siapa bikin kaget tahu gak"gerutu raina kesal pada riyaz
"maaf sayang,habisnya tadi kau tiba-tiba pergi akukan jadi kangen"ucap riyaz
"apaan sih kak gombal,udah ah minggir aku mau balik keaula kak"pinta raina.
bukannya menyingkir riyaz malah makin mendekatkan tubuhnya ketubuh raina yang sudah mentok ketembok,mata riyaz terus menatap wajah jelita raina,raina yang ditatap seperti itu jadi salah tingkah
"ngapain sih liatian aku kayak gitu kak ada yang salah?"tanya raina salting
"tidak,aku hanya ingin melihat wajah cantikmu"ucap riyaz,pipi raina merah mengalihkan pandangan kearah lain.
"hey jangan palingkan wajahmu dari pandanganku sayang"ucap riyaz sambil menarik dagu raina agar lihat kearahnya.
"hari ini kau sangat cantik raina"puji riyaz
"kau juga sangat tampan"puji balik raina.
mereka saling pandang cukup lama,mata mereka seakan terkunci oleh pandangan satu sama lain,riyaz mulai mendekatkan wajahnya kewajah raina,raina mengerti apa yang selanjutnya terjadi,dia segera menutup matanya begitupun juga riyaz.
raj yang melihat adegan itu sangat kesal dan marah,raj mendekati kearah mereka membuat riyaz dan raina semakin panik raj dengan kasar meraih kerah baju riyaz dan mendorong kasar riyaz ketembok raina panik tidak tahu harus bagaimana.
"berani sekali kau menyentuh adikku kau pikir kau siapa ah"ucap raj penuh emosi
"raj dengarkan a.."ucapan riyaz terpotong
"riyaz,meski kau adalah temanku bukan berarti kau sembarangan menyentuh adikku,kau ingin mati"ancam raj marah
"raj kau bicara apa,kau lupa kalau raina itu tunanganku"ucap riyaz,raj terdiam setelah ingat kalau mereka tunangan
"iya kak,lepaskanlah kak iyaz kasian dia" pinta raina berusaha menghentikan raj
"diam raina,memang kenapa kalau kalian sudah bertunangan,kalian belum nikah jadi kau tidak boleh menyentuh adikku kau mengerti"ucap raj memperingati.
raina memutar bola matanya malas,raj sangat posesif terhadapnya sampai lupa kalau riyaz adalah tunangan raina,raina berjalan mendekati mereka berusaha untuk melepaskan cekraman kasar raj.
"kak sudah lepaskan kasian kak iyaz dia kesakitan kak"ucap raina memohon
"kenapa kau membelanya,kau lupa tadi dia berusaha menciummu"kesal raj
"iih kita belum sempat ciuman"ucap raina memberitahu,raj menatap raina intens
"sungguh?"tanya raj memastikan,raina mengangguk kepala sebagai jawaban.
rajpun melepaskan cekramannya dari riyaz,setelah dilepas riyaz bisa bernafas lega,riyaz menatap raj yang juga sedang menatapnya tajam seperti mata elang.
"kak apa kau baik-baik saja?"tanya raina khawatir,riyaz mengangguk kepala saja
"aku peringatkan jangan coba-coba untuk menyentuh raina lagi mengerti"ancam raj
setelah berbicara dan mengancam raj pergi begitu saja meninggalkan raina dan riyaz didapur,raj memang seperti itu selalu posesif bila ada pria yang mendekati raina termasuk juga riyaz.
"aah dasar posesif"umpat raina kesal
"aah kenapa aku harus mempunyai calon kakak ipar sepertinya"keluh riyaz
"maaf ya kak,gara-gara aku kakak jadi dihajar sama kak raj"ucap raina sedih
"tidak apa apa,aku mengerti"ucap riyaz
"yaudah kalau gitu kembali keaula yuk nanti orang-orang pada nyariin"ajak raina
"pergi tidak mau melanjutkan yang tadi saja,kan tanggung sayang"goda riyaz
"iih dasar mesum,ntar kalau ketahuan lagi gimana,udah ayo kita balik kesana" ucap raina lalu langsung pergi duluan.
riyaz tersenyum gemas,riyazpun segera menyusul raina keaula karena acaranya belum juga selesai,acara menyambutan kelahiran sang pewaris salvatrucha itu sepertinya akan berlangsung cukup lama
jam sudah sore dan haripun sudah mulai gelap,acarapun sudah selesai,para tamu undangan satu-persatu mulai pamitan hingga menyisakan keluarga salvatrucha saja,merasa semua tamu sudah pergi semua orang masuk kedalam mansion.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE