
BEBERAPA HARI KEMUDIAN.
minggu adalah hari yang menyenangkan, hari ini raina memutuskan untuk berdiam seharian dirumah,karena akhir-akhir ini raina malas keluaran,takut mendengar perkataan orang-orang diluaran sana.
kini raina sedang membersihkan rumah, rumah yang hanya memiliki satu lantai tapi luas tidak membuat raina kelelahan selama bersih-bersih rumah,saat sibuk berberes tiba-tiba bel rumah raina bunyi.
"siapa yang datang bertamu dijam gini" seru raina heran,karena penasaran raina melangkah mendekati pintu,pintu raina terbuka,diluar sana mendapati siriyaz.
"loh sayang kamu pulang,katanya ada kerjaan dirumah sakit?"tanya raina heran
"sudah selesai sayang jadi aku cepat pulang karena kangen sama kamu" gombal riyaz sambil memeluk raina.
"hai raina"sapa amanda yang tiba-tiba datang,mereka melepas pelukannya.
raina bingung+kaget dengan kedatangan amanda yang tiba-tiba,riyaz juga tidak memberitahunya kalau amanda akan mampir kerumah mereka,raina menatap riyaz seakan mengintrogasi riyaz minta penjelasan,riyaz tentu mengerti hal itu.
"sayang tadi amanda ingin mampir,jadi aku membawanya kesini,gak papakan?" tanya riyaz memastikan,raina tersenyum
"tidak papa diakan teman kamu gak ada salahnya mampir,ayo silahkan masuk" ucap raina mempersilahkan tamu masuk
"terima kasih raina"ucap amanda,riyaz amanda dan rainapun masuk kedalam.
jujur saja ada sesuatu yang tersembelit dihati raina jika melihat kedekatan iyaz dan amanda,tapi raina selalu menepis dan selalu percaya kepada riyaz,raina mempersilahkan tamunya untuk duduk.
"amanda mau minum apa?"tanya raina
"gak usah raina,ngerepotin"tolak amanda
"siapkan minuman apa saja sayang,dia gak pemilih kok"ucap riyaz beritahu
"aah ooh,yaudah aku siapin minuman dulu ya"ucap raina tersenyum canggung.
raina berjalan kearah dapur,raina melirik kearah ruang tamu sambil membuatkan minuman,riyaz dan amanda mengobrol seru,bahkan riyaz tahu kalau amanda orangnya tidak pemilih,bikin kesal saja.
"sedekat apasih mereka dulu?"batin raina bertanya-tanya,mood raina jadi sedikit rusak karena memandangan didepannya minuman sudah jadi,raina membawanya untuk disajikan pada amanda dan riyaz.
"ini silahkan diminum minumannya"ucap raina sambil menyajikan minumannya
"terima kasih raina"ucap amanda ramah
"terima kasih sayang"ucap riyaz,raina hanya membalas dengan senyuman
"istrimu rajin juga cantik pula,aku gak nyangka kalau kau sudah menikah"ucap amanda berbasa-basi mengejek riyaz
"kau pikir apa,tentu aku akan menikah, lagian siapa yang akan menolak istri secantik istriku ini"ucap riyaz gombal
"dih,dulu kau juga merayuku,hingga aku berpikir kau menyukaiku"ucap amanda
"omong kosong,itu tidak mungkin"ucap riyaz sedikit canda mengejek amanda.
mereka berdebat tak jelas,tanpa mereka sadari ada hati yang tersinggung dengan candaan mereka,raina canggung sendiri raina kepikiran ucapan amanda barusan apa mereka berhubungan lebih,pikirnya.
waktu cepat berlalu haripun menjelang siang,amandan pamit pulang,riyazpun mengantar amanda sampai kedepan, selesai mengantar amanda riyaz kembali mendekati raina,riyaz natap raina heran.
"sayang kau kenapa,aku perhatiin dari tadi kau hanya diam?"tanya riyaz cemas
"tidak,aku tidak papa"ucap raina senyum
"kau yakin?"tanya riyaz lagi memastikan
"iya,aku hanya capek habis beres-beres rumah,kau mau tidur dulu ya"ucap raina
"yaudah istirahatlah"ucap riyaz percaya.
raina melangkah kearah kamar,riyaz tak sadar akan kesalahannya yang tanpa sengaja diperbuat,raina berusaha untuk tidur siang agar dia tidak berpikir yang aneh-aneh tentang hubungan suaminya.
sedang riyaz dia membersihkan badan dikamar mandi,usai mandi dan berganti baju,riyaz ikut berbaring disamping raina riyaz memeluk raina dari belakang,dalam sekejap riyaz juga masuk kealam mimpi.
3jam kemudian raina terbangun,raina merasakan ada tangan yang melingkar memeluknya,raina pelan menyingkirkan tangan riyaz yang masih tertidur,raina melirik jam dinding yang ada dikamar.
"sudah jam5 sore"gumannya,dia bangkit dari ranjang kasur lalu melangkah pergi kekamar mandi,raina membersihkan dirinya,sekaligus menyegarkan dirinya selesai tidur dengan waktu cukup lama.
"sudah bangun?"tanya raina basa-basi riyaz mengangguk kepala karena masih mengumpulkan kesadarannya,rainapun mendekati riyaz duduk disamping riyaz.
"mandilah agar segar,aku akan membuat makan malam untuk kita"ucap raina,dan lagi riyaz hanya mengangguk membuat raina gemas melihat wajah bantal riyaz, dengan langkah pelan riyaz turun dari ranjang kasur lalu menuju kamar mandi.
raina melanjutkan mengering rambutnya dengan hair dryer,selesai kering sambil menunggu riyaz selesai mandi,rainapun berniat memasak makan malam untuk mereka,raina melangkah kearah dapur.
sesampainya raina didapur dia langsung menyiapkan semua bahan masakan lalu memotong semuanya,raina sudah sangat lihai memasak,riyaz yang sudah selesai mandi menghampiri raina,riyaz mendekat lalu memeluk dari belakang.
"ayang apa yang kau lakukan,cepat lepas aku sedang masak"pinta raina merengek
"masak saja,aku tak akan mengganggu" ucap riyaz tidak ingin lepas pelukannya.
raina membiarkan saja,raina lanjut fokus memasak,sedangkan riyaz tengah sibuk menghirup aromanya raina yang candu untuknya,sesekali raina mengeluh geli pada riyaz tapi riyaz tak menggubrisnya.
masakan rainapun selesai,raina riyaz membawa hidangannya kemeja makan, merekapun makan malam bersama,tak ada rasa yang lebih nikmat selain makan malam bersama orang tercinta,LOVELY.
selesai makan malam bersama,mereka masuk kedalam kamar,menikmati waktu berdua dimalam yang sunyi,niat mereka ingin menonton drama dikamar,karena gabut jadi mereka putuskan menonton.
mereka terhanyut menonton drama,apa lagi raina yang memang suka menonton drama,tiba-tiba disana ada pemeran pelakor,seketika raina jadi ingat amanda raina melirik kearah riyaz disampingnya.
"amh sayang,menurutmu amanda itu gimana?"tanya raina tiba-tiba,riyaz noleh
"kenapa kau bertanya seperti itu?"tanya riyaz bingung dengan pertanyaan raina
"hanya penasaran aja,amandakan teman lama kamu,dia juga cantik apa kau tidak memiliki perasaan padanya?"tanya raina
"kenapa,apa kau cemburu"goda riyaz
"iih aku gak cemburu,aku hanya bertanya saja"elak raina cemberut,riyaz senyum
"ya kau mana mungkin cemburu,tapi jika dipikir-pikir amanda cantik juga"usil riyaz
"apa cantik,apa kau sedang memujinya didepanku"ucap riyaz merasa cemburu
"bukan memuji,tapi kenyataan sayang" ucap riyaz tetap mau mengusili raina
"wah apa kau mati"ancam raina marah tapi royaz malah natap mengejek raina
"kau benar-benar akan mati malam ini" ucap raina marah siap memukul riyaz.
raina memukul riyaz dengan bantal karna merasa kesal,riyaz malam tersenyum geli melihat tingkah cemburu raina,riyaz mengambil tangan raina hingga raina berhenti mukul,mereka saling pandang.
"kau sangat cantik saat cemburu seperti ini"puji riyaz membuat pipi raina merona
"apaan sih gombal"ucap raina malu
"sayang,dengar meskipun amanda cantik dan banyak wanita yang cantik diluaran sana,bagiku kau adalah yang paling cantik"ucap riyaz tulus,raina jadi salting
"really"ucap raina masih tidak percaya
"tentu,sudah jangan mikir aneh-aneh aku akan setia padamu sayang"ucap riyaz.
mendengar hal itu ada sedikit rasa lega dihati raina,diamembenarkan posisinya dan menyandarkan kepalanya dipundak riyaz,mereka kembali menonton usai berdebat,menikmati malam yang indah.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE