
hari-hari telah berlalu,hari demi hari telah dilewati,usia kehamilan pooja semakin naik,bahkan dokter bilang kalau pooja akan melahirkan dalam waktu dekat ini dan itu semakin membuat pooja gugup.
2minggu lalu pooja sudah pindah tinggal dimansion utama,atas permintaan suami pooja tinggal dirumah mertuanya,agar raj bisa tenang karna ada yang menjaga pooja disana disaat dia sedang bekerja.
rajpun juga sekarang sudah mengurangi waktu kerjanya,raj harus siap siaga takut sewaktu-waktu pooja kenapa-kenapa jadi dirinya bisa bersiap,raj bahkan lebih ketat menjaga pooja,raj melarang pooja turun dari atas kasur karna takut pooja jatuh.
pooja hanya pasrah dan mengikuti apa yang raj katakan,bahkan mereka pindah kamar,mereka tidak lagi tidur dikamar lantai atas melainkan tidur dikamar lantai bawah karna raj tidak ingin pooja naik turun tangga takut jatuh,BAHAYA.
malam hari,jam sudah menunjukkan pukul 01.15 malam,semua orang sudah tertidur,tapi tidur lelap pooja terganggu karna pooja merasakan sesuatu diperut yang membuatnya sangat tidak nyaman.
pooja terbangun dari tidur lelapnya,entah kenapa tiba-tiba pooja merasakan sakit diperutnya,pooja menoleh kesamping dimana ada raj yang sedang tidur pulas.
"aah kenapa perutku sangat sakit"guman pooja,pooja memegang perutnya yang sakit,lama kelamaan sakit itu semakin bertambah membuat pooja tersiksa.
"ya tuhan ini sakit sekali,aaah raj"rintih pooja kesakitan,pooja mencekram keras tangan raj agar terbangun,pooja mengelus perutnya mengurangi sakitnya.
raj yang merasa terganggu dengan suara rintihan pooja segera bangun,raj melihat pooja yang sedang menahan rasa sakit diperutnya raj segera menyalakan lampu tidurnya dan segera mendekati pooja.
"hei by ada apa,apa kau kesakitan?"tanya raj panik merasa khawatir dengan pooja
"raj perut aku sakit,sepertinya aku akan melahirkan"ucap pooja menahan sakit
"apa melahirkan,sekarang,bagaimana ini" ucap raj terkejut,panik dan kebingungan.
raj menekan tombol yang ada dibawah ranjang kasur yang memang raj sediakan kalau memanggil ART,raj terus-terusan menekan tombol itu karna belum ada orang-orang yang datang sama sekali.
"aah raj ini sakit sekali"rintih pooja terus menahan rasa sakit diperutnya
"sabar ya by,sabar"ucap raj berusaha menenangkan pooja yang kesakitan.
raj membantu pooja mengelus perutnya agar sakitnya berkurang,mata pooja sudah mulai berkaca-kaca,pooja terus menarik nafas dalam-dalam berusaha agar tidak panik dan sakitnya berkurang.
"duh kakak berisik sekali,kenapa kakak terus membunyikan belnya"gerutu raina yang tiba-tiba masuk kekamar mereka
"raina,cepat kamu panggil mami dan papi pooja akan melahirkan"suruh raj tegas
"apa,melahirkan kak"ucap raina terkejut
"iya cepat panggil mami papi kesini pooja sudah kesakitan"ucap raj sedikit teriak.
raina yang ikut panikpun segera berlari keluar untuk memanggil orang tuannya, raj masih berusaha menenangkan pooja yang masih kesakitan,tak lama kemudian shinta,daren dan raina datang kembali.
"raj,ada apa ini?"tanya daren bingung
"pi pooja mau lahiran kita harus kerumah sakit sekarang"ucap raj memberitahu
"apa sekarang,sayang kita harus bawa pooja kerumah sakit"ucap shinta panik
"iya,aku akan menyiapkan mobil"ucap daren lalu dia langsung pergi keluar
"raina tolong ambil tas rasel disana" suruh raj,raina langsung mengangguk.
raina segera mengambil tas rasel yang ada didalam lemari,sedangkan raj dan shinta membantu memapah pooja yang sedang kesakitan,mereka melangkah berjalan keluar menuju kegarasi mobil.
diluar daren sudah berada didalam mobil dia berniat yang akan menyetir karna jika raj yang menyetir akan berbahaya,pooja masuk duduk dikursi belakang bersama raj,raina menarus tas rasel didekat raj.
"raina kamu disini ya jagain grandad kita kerumah sakit dulu"ucap shinta pamitan
"iya,hati-hati ya mi"ucap raina setuju.
shintapun masuk kedalam mobil dalam sekejap mobilpun melaju pergi,melihat mobil sudah menjauh raina menutup pintunya dan kembali masuk kedalam kamar untuk melanjutkan istirahatnya.
*
*
*
"aah raj ini sakit sekali uuh"rintih pooja
"tahan ya by,pi apa tidak bisa mengebut saja pooja sudah sangat kesakitan"ucap raj frustasi melihat pooja kesakitan
"kau gila,kau jangan membuatku panik raj ini papi sudah mengebut"kesal daren
"pooja sayang sabar ya,tahan sebentar lagi akan sampai sayang"ucap shinta
"tapi ini sakit sekali mi"keluh pooja
"kamu tarik nafas dalam-dalam sayang agar mengurangi sakitmu"usul shinta.
pooja melakukan apa yamg disuruh oleh mertuanya,berkali-kali pooja melakukan itu dan itu sedikit membantu,raj yang melihat pooja menahan rasa sakit hingga keluar banyak keringat jadi tidak tega.
usai menempuh perjalanan yang penuh ketegangan dan kepanikan merekapun sampai dirumah sakit,raj mengendong tubuh pooja masuk kedalam rumah sakit,perawat yang melihat iti segera membantu raj membawakan kursi roda.
pooja dan semua orang pergi menuju ruang persalinan,raj shinta dan daren berada diluar menunggu kedatangan dokter yang akan menangani pooja.
"maaf,ini suaminya mana ya?"tanya dokter yang tiba-tiba muncul datang
"saya suaminya"ucap raj to the point
"mari ikut saya masuk tuan,istri tuan saat ini membutuhkan dukungan tuan" ucap dokter,raj mengangguk setuju.
raj dan dokter itu masuk kedalam ruang persalinan,sedangkan daren dam shinta menunggu diluar,raj melihat pooja yang sedang berbaring menahan rasa sakit,raj mendekati pooja menggenggam lembut tangan pooja memberinya kekuatan.
"baby kamu harua kuat ya demi anak kita kau harus kuat baby"ucap raj memberi dukungan untuk pooja,pooja hanya bisa mengangguk sambil menahan rasa sakit.
"bagaimana kondisinya sekarang?"tanya dokter kepada salah satu perawatnya
"dok,pembukaannya masih tujuh masih belum waktunya"ucap perawatnya itu
"kalau begitu kita harus menunggu lagi" ucap dokter,para perawat mengangguk
"apa yang harus menunggu,kalian tidak melihat istriku sudah kesakitan"ucap raj marah mendengar perkataan mereka
"maaf tuan,tapi ini memang belum waktu yang tepat,kita harus menunggu sedikit lagi"ucap dokter berusaha menjelaskan
"apa kalian ingin istriku mati kesakitan" ucap raj marah,pooja meraih lengan raj
"raj tenanglah,mereka hanya melakukan tugas mereka"ucap pooja menjelaskan
"tugas apanya,lihat mereka hanya diam melihat kau kesakitan"ucap raj tak terima
"raj tenanglah,kau cukup temani aku disini aku mohon"ucap pooja memohon.
raj tidak bisa berkata apa-apa lagi jika pooja sudah memohon,raj menemani pooja yang mau lahiran sedangkan para perawar dan dokter menyiapkan segala keperluan untuk persalinannya pooja.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE