Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 81



seperti yang direncanakan,kini raj dan pooja pergi menuju kerumah sakit untuk bertemu dokter kandungan,tentu dengan disupiri rohit sekretaris setia raj yang selalu siap siaga antar jemput majikan.


karna telat hari ini jalanan sedikit macet mungkin semua orang sudah berangkat untuk bekerja,mobil-mobilpun terusan berlalu lalang,hingga dilampu merah mobil raj terjebak macet diantaranya.


"masih lama sampainya rohit?"tanya raj


"maaf tuan sepertinya begitu,jalanan hari ini begitu macet"ucap rohit menjelaskan


"apa sebaiknya kita tidak usah kedokter kita langsung kekantormu saja raj,lihat kau sudah telat"ucap pooja memberitahu


"tidak kita tetap akan pergi kerumah sakit,biarkan saja aku telat,aku bosnya jadi aku bebas mau masuk kapan saja" ucap raj menyombongkan posisinya.


pooja menghela nafas pasrah,raj orang yang sulit diatur dan keras kepala,raj hanya akan bertindak sesuai apa yang dia inginkan,dan keinginan raj hari ini adalah untuk bertemu calon buah hati.


"sabar ya baby,sebentar lagi kita akan bertemu"ucap raj berbicara pada perut pooja yang buncit,mengelusnya dengan lembut membuat pooja senang melihat.


"raj aku tanya,sebenarnya kau ingin anak kita pria atau wanita?"tanya pooja,raj mendongak kepala melihat kearah pooja


"jujur sebenarnya aku ingin dia anak pria karna aku butuh penerus salvatrucha by" ucap raj terceda melihat intens pooja


"tapi mau dia pria dan wanita aku tidak masalah asalkan kau dan bayi kita sehat itu sudah cukup buatku"ucap raj kembali mengelus perut buncit pooja.


"aku harap keinginanmu bisa terwujud raj tapi itu tergantung dari tuhan"batin pooja.


pooja mengerti posisi raj,sebagai orang yang terpandang tentu membutuhkan seorang pewaris untuk meneruskan kejayaan keluarga salvatrucha,tapi hanya tuhan yang bisa menentukan semuanya.


pooja mengelus rambut raj yang sedang berbaring dipangkuannya sambil terus mencium perut buncitnya,rohit yang dari tadi curi-curi pandang jujur merasa iri melihat pemandangan romantis dimobil.


*


*


*


setelah menempuh perjalanan yang penuh haru dan drama akhirnya mereka sampai kerumah sakit,sesampainya disana mereka langsung pergi menuju keruang dokter karna sudah buat janji dengan dokter kandungan tersebut.


"selamat datang nona pooja,tuan raj" sapa dokter itu yang memang sudah mengenal mereka,pooja tersenyum.


"ada keluhan apa sampai nona buat janji secara tiba-tiba?"tanya dokter,pooja kikuk ditanya begitu,tidak mungkin dirinya bilang kalau semalam dirinya habis main


"tidak ada keluhan,kami hanya kangen dibayi"ucap raj menyadari kegelisahan pooja,dokter itu tersenyum paksa,dokter mulai mengerti dengan keadaan mereka


"begitu ya,kalau begitu mari langsung diperiksa nona"ucap dokter tersenyum.


dokterpun mulai melakukan tugasnya, dimonitor terpangpang jelas wajahnya dibayi yang sudah mulai berbentuk,ia seperti sedang tidur pulas didalam sana, membuat raj dan pooja terharu melihat.


"lihat,bayinya sehat dia seperti sedang tidur pulas didalam perur mommynya" ucap dokter,raj tersenyum senang,tiap kali melihat sibayi hatinya jadi tentram.


"apa tuan dan nona ingin mengetahui jenis bayi kalian?"tanya dokter tersebut


"apa bisa?"tanya raj dengan antusias


"bisa tuan,tunggu sebentar"ucap dokter.


dokter mulai berkutat dimonitor sedang raj dan pooja saling pandang,mereka juga tidak sabar i gin mengetahui jenis kelamin anak pertama mereka,semoga sesuai dengan harapa mereka,aamiin.


"selamat tuan nona,kalian akan segera mendapatkan bayi pria"ucap dokter itu memberitahu hasil teksnya pada mereka


"pria dok"ucap raj terharu,tidak percaya


"by anak kita pria,penerusku akan segera hadir"ucap raj kegirangan mendengar itu.


pooja mengangguk senang karna impian raj terwujud yaitu memiliki anak pria,siraj kecil akan segera hadir untuk melengkapi kebahagiaan mereka,kehidupan mereka, keluarga kecil bahagian impian lama raj.


*


*


*


selesai kolsuntasi dari rumah sakit raj dan pooja beserta rohit langsung pergi menuju perusahaan,pooja ikut nemanin raj agar rohit tidak bolak-balik lagi untuk mengantarnya kesana kemari,kasian.


mereka bertiga mulai melangkah masuk kedalam kantor,sesampainya diruangan atas mereka berpisah,rohit pergi menuju keruangannya,sedangkan raj dan pooja masuk keruangan utama ruangan CEO.


"baby aku kerja dulu ya,kau duduklah disitu sambil menemaniku"ucap raj menyuruh pooja duduk disofa,pooja melangkah kesofa lalu duduk santai


"kalau kau butuh apa-apa panggil saja OB"ucap raj pooja hanya mengangguk.


rajpun duduk dikursi kebesarannya dan mulai berkutat dengan komputer dan berkas-berkas disampingnya,poojapun juga sibuk dengan ponselnya entah apa yang dia lihat tapi suasana diruangan begitu sunyi hingga suara cicak tak ada.


sedang diruangan lain rohit sangat fokus mengerjakan tumpukan berkas-berkas yang menggunung diatas mejanya,rohit dengan teliti mengerjakannya sesekali meminum kopi yang selalu menemani saat bekerja agar lebih bersemangat lagi.


DRING.....


dering ponsel rohit mengganggu fokus dan konsentrasinya,rohit mengambil ponsel disakunya melihat siapa yang menghubunginya,niatnya ingin marah tapi melihat nama seseorang tidak jadi.


"karin,tumben sekali dia menghubungiku dijam kerja begini"gumannya,tidak lama rohitlun menganggat panggilan tersebut.


rohit:"hallo sayang,ada apa?"


karin:"hallo,apa ini suami ibu karin?"


rohit:"iya benar saya suamianya karin,maaf ini siapa ya?"


karin:"begini tuan saya teman rekan karin apa tuan bisa segera datang kesini,telah terjadi sesuatu pada karin"


rohit:"apa,kenapa dengan istri saya?"


karin:"tadi secara tiba-tiba ibu karin pingsan dan sekarang dia ada dirumah sakit"


rohit:"saya segera kesana,tolong kirim alamatnya kesaya".


tanpa menunggu jawaban rohit langsung mematikan panggilannya,dia segera lari keluar untuk meminta izin kepada raj sebelum pergi,sesampainya disana rohit langsung membuka pintu dengan sedikit kasar,membuat yang didalam terkejut.


"apa kau tidak punya sopan santun lagi rohit"ucap raj marah karna tingkah rohit


"maaf tuan saya tidak sengaja tapi ini sangat penting,saya perlu izin tuan"ucap rohit membungkuk merasa bersalah


"ada apa?"tanya raj dengan wajah datar


"tuan saya tadi mendapat kabar kalau istri saya sedang dirumah sakit,saya ingin meminta izin ketuan"ucap rohit


"seharusnya kau langsung pergi saja tidak perlh meminta izin,cepatlah pergi istrimu dalam bahaya"ucap raj datar


"terimah kasih kalau begitu saya pamit" ucap rohit dan langsung berlari pergi


"raj apa tidak sebaiknya kita juga pergi kasian sekretaris rohit"ucap pooja iba


"tidak perlu by,nanti kalaj ada apa-apa dia juga akan memberitahu"ucap raj nolak.


pooja merasa kasian mendengar kabar kalau istri rohit masuk rumah sakit,meski tidak tahu apa alasannya tapi melihat wajah kekhawatiran rohit membuat pooja iba,semoga tidak terjadi apa-apa.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE