
hari ini sesuai yang direncana,dimansion salvatrucha tengah sibuk menyiapkan sesuatu untuk menyambut tamu spesial mereka yang akan datang berkunjung, siapa lagi kalau bukan keluarga cornelius
semua keluarga salvatrucha sudah siap untuk menyambut kedatangan mereka semua sudah lengkap tersedia,sedang raina yang saat ini ada dikamar dengan ditemani pooja tengah bersiap-siap.
"wah raina hari ini kau sangat cantik"puji pooja,raina hanya tersenyum tipis tidak tahu lagi bagaimana menghilangkan rasa gugupnya yang sedang bergemuruh
"ada apa raina,kenapa kau gelisah hm?" tanya pooja menyadari kegelisahan raina
"aku takut kak,ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang tua kak iyaz sebagai kekasihnya,aku takut melakukan hal buruk tanpa disengaja"keluh raina
"tenanglah raina,sekarang kau rileks saja dan percayalah semuanya akan berjalan lancar"ucap pooja menenangkan raina.
raina melakukan apa yang pooja katakan, raina mengambil nafasnya dalam-dalam berusaha mengendalikan dirinya,disisi lain sebuah mobil baru saja memasuki area kawasan kemansion salvatrucha.
"tuan besar,mereka sudah tiba"ucap pria parubaya yang bekerja sebagai satpam
"biarkan mereka masuk"perintah fahri.
satpam itu langsung pergi melakukan tugasnya,semua orang duduk diruang tengah,tak lama keluarga cornelius tiba semua orang menyambut hangat kedatangan tamu spesial mereka.
dikeluarga cornelius terdapat gerry ayah riyaz,seorang dokter pribadi dikeluarga salvatrucha dan ada sisca bunda riyaz yang juga seorang dokter,dan tentunya ada riyaz juga,mereka saling berpelukan.
"bagaimana kabar anda tuan fahri sehat?"tanya gerry berbasa-basi
"sudah sehat,ini semua berkatmu"puji fahri membuat gerry tersenyum malu
"hai jeng apa kabar?"tanya shinta cepika
"baik jeng,kau gimana?"tanya balik sisca
"baik juga,mari duduk jeng"ajak shinta.
mereka semua duduk disofa disamping teman dekat mereka,sesekali mereka mengobrol mereka untuk mencairkan suasana,daren dengan gerry dan fahri sedangkan raj dengan riyaz dan shinta dengan sisca,mereka terus berbincang.
ditengah-tengah obrolan mereka pooja datang dengan pelayan lain membawa hidangan untuk para tamu-tamu,sebagai menantu sudah menjadi kewajiban untuk membantu mertua melayani tamu-tamu.
"aduh ini pasti pooja menantumu ya jeng" ucap sisca menatap kearah pooja
"iya,ini pooja menantu saya"ucap shinta
"wah sekarang sudah hamil ya,sudah berapa bulan nak?"tanya sisca kepooja
"sudah mau 5bulan"ucap pooja sopan
"wah hebat ya sekarang jeng shinta mau punya cucu aku jadi ingin cepat nyusul"ucap sisca memberi kode keras
"cepatlah nyusul jeng"goda shinta.
selesai menyajikan hidangan pooja ikut duduk disamping raj,dia juga penasaran dengan pembicaraan kedua belah pihak keluar,mereka sesekali coba hidangan yang telah disajikan oleh tuan rumah.
"begini daren maaf kalau kedatangan kami ini menganggu"ucap gerry serius
"tidak sama sekali ger,kau kayak sama siapa saja"ucap daren sedikit bercanda
"sebenarnya tujuan kedatangan kami ini ada maksud tertentu yang ingin kami sampaikan kepada kalian"ucap gerry
"seperti yang kalian tahu kalau anak kita ini sedang menjalin hubungan,kitakan sudah saling kenal lama,bahkan keluarga kita juga damai jadi saya bermaksud untuk lebih mendalami ikatan hubungan kita,anak saya riyaz mencintai putri raina dan kami datang kesini untuk meminang putrimu,apa kau menerima lamaran kami"ucap gerry panjang lebar.
"saya sih setuju-setuju saja,tapikan yang menjalani hubungan nanti itu putri saya jadi saya tidak bisa memutuskan,lebih baik tanya saja pada raina"usul daren
"saya akan membawa raina kesini"ucap pooja lalu dia pergi kekamar raina.
pooja pergi untuk menbawa raina datang keruang tengah,selang beberapa menit terlihat raina dan pooja sudah kembali, raina menunduk malu disaat berhadapan langsung dengan calon mertuanya itu.
"sayang,keluarga cornelius datang kesini untuk bicara hal penting denganmu"ucap shinta,raina masih menunduk malu
"begini saja,lebih baik biar riyaz saja yang bicara langsung kepada raina"usul gerry.
riyaz menghadapkan posisinya dengan raina begitu pula dengan raina,riyaz menatap raina yang masih menunduk, riyaz menggenggam tangan raina.
"raina saya datang kesini dengan tujuan yang baik,saya mencintaimu dengan tulus dan saya ingin kau menjadi bagian dari hidupku,sayang aku datang ingin melamarmu apa kau menerima lamaranku"ucap riyaz,raina diam sesaat
"bagaimana sayang,riyaz menunggu jawabanmu"ucap shinta menyadari raina
"iya,raina menerima lamaran kakak"ucap raina,riyaz sangat senang mendengarnya
semua ikut senang mendengar kabar baik itu,dua keluarga sebentar lagi akan bersatu,riyaz mengambil memasangkan cincin yang mengikatkan raina dengan dirinya dijari manis sebelah kiri raina.
skip,usai itu mereka juga menghabiskan waktu makan bareng guna menguatkan tali silaturahmi mereka,hari semakin sore sudah waktunya bagi keluarga cornelius pamit,mereka mengantar diluar rumah.
"sudah sore kalau begitu kita pamit dulu, kapan-kapan kita akan mampir lagi"ucap gerry lalu berjabat tangan dengan daren
"saya pamit dulu jeng"ucap sicsa cepika cepiki dengan shinta,biasa wanita keren
"kalian hati-hatilah"ucap raj dan pooja.
jika mereka semua berpamitan lain hal dengan dua insan yang dengan mabuk asmara,riyaz masih ingin terus bersama dengan raina tapi dia tidak bisa karena waktunya belum tepat tinggal bersama.
"aah rasanya aku masih ingin disini bersamamu"keluh riyaz menatap sendu
"tapi keluarga kakak sudah mau pergi jadi kakak juga harus pergi"ucap raina
"aku tau,sampai ketemu kembali"ucap riyaz mengelus lembut pipi raina.
riyaz melirik kearah orang tua mereka saat tidak ada yang memperhatikannya riyaz mulai mengecup lembut bibir raina membuat raina terkejut,raina melihat sekeliling berharap tidak ada yang tahu.
"kakak"guman raina malu,riyaz hanya tersenyum melihat pipi merona raina, merekapun bergabung kearah orang tua mereka,keluarga cornelius mulai masuk kemobil begitu juga riyaz ikut masuk.
dalam sekejap mobilpun melaju pergi hilang dari pandangan mereka,selesai kepergian keluarga cornelius semuanya masuk kedalam dan duduk kembali keruang tengah untuk bersantai-santai.
"aah jadi sekarang putri kecil papi sudah jadi milik orang hm"goda daren sambil mencubit lembut hidung mancung raina
"papi mah gitu,raina masih jadi putri kesayangan papi tahu"ucap raina mengelayut manja kepada daren
"tapi sekarang kasih sayangmu sudah terbagi baby"ucap daren merangkul raina
"tidak kasih sayang raina sama papi akan tetap sama tidak akan berkurang sedikitpun"ucap raina menyakini daren.
seperti inilah kehidupan keluarga salvatrucha,penuh dengan kasih sayang,meski mereka sama-sama sibuk tapi kasih sayang mereka kepada satu sama lain tidak pernah pudar karna harta yang paling berharga adalah keluarga.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE