
3 HARI KEMUDIAN.
pagi-pagi pooja sudah berkutat dengan didapur membantu ART menyiapkan sarapan pagi dimansion,meski sudah dilarang pooja tetap keras kepala ingin membantu memasak untuk mertuanya.
selang beberapa menit,hidangan sudah siap disajikan,beberapa hidangan sedap sudah tersusun rapi diatas meja makan, bersamaan dengan itu orang-orang mansion datang telah kemeja makan.
"wah hari ini semua makanannya mengunggah gairah nih"puji raina
"apa kau yang masak semua ini pooja?" tanya shinta,pooja mengangguk pelan
"iya mi,tadi dibantu sama ART,tadi pooja bosan jadi pooja masak"ucap pooja
"lain kali biarkan mereka saja yang masak,ingat kau lagi hamil,bahaya"ucap kakek fahri memperingati pooja
"grandad tenang saja pooja gak papa kok,ayo kita makan sekarang"ajak pooja.
pooja mulai melayani mereka terdahulu untuk mengisi piring mereka,selesai itu baru piringnya,mereka memulai acara makannya dengan tenang,hanya bunyi sendok dan garpu yang bertabrakan.
sudah hampir seminggu pooja tinggal dimansion,dan kegiatan pooja hanya memasak,nonton dan tidur,terkadang sesekali jika jenuh pooja mengajak raina untuk shopping agar bosannya hilang.
*
*
*
disisi lain,raj sudah terlihat rapi dengan pakaian santainya,begitu juga rohit yang membawa koper miliknya dan milik raj, mereka berjalan santai keluar dari hotel menuju mobil yang mereka sewa diluar.
"apa sudah selesai semua?"tanya raj
"sudah tuan"ucap rohit saat selesai menaruh kopernya kebagasi mobil
"kita langsung berangkat sekarang"ucap raj lalu mereka masuk kedalam mobil.
urusan raj dilondon sudah selesai dan hari ini raj dan rohit akan kembali pulang keamerika,raj sengaja tidak memberitahu pooja kalau dirinya hari ini akan pulang raj ingin membuat pooja terkejut nanti.
mobil terus berjalan menelusuri jalanan yang agak sepi karna masih pagi,tidak lama kemudian mereka sudah sampai dibandara,sang supir membantu rohit untuk mengeluarkan koper-kopernya.
"thank you sir"ucap rohit pada sang supir lalu dirinya melangkah mendekati raj
"mari tuan,pesawat kita sebentar lagi akan cepat landas"ucap rohit beritahu
mereka melangkah masuk kedalam untuk bersiap terbang,raj sengaja beli tiket yang paling awal keamerika karna dirinya sudah rindu berat kepada pooja mungking rohit juga seperti itu kekarin.
"baby wait me,aku akan kembali"batin raj sudah tidak sabar bertemu dengan sang istri,akankah pooja senang melihat raj?.
butuh waktu 6jam lamanya untuk sampai keamerika,sambil menunggu mendarat raj menghabiskan waktunya untuk tidur dipesawat,agar tidak terasa lama dan juga bisa beristirahat sejenak dipesawat.
waktu terus berjalan,hingga tidak terasa kalau pesawat bentar lagi akan mendarat semua penumpang sudah bersiap-siap untuk turun,beberapa menit kemudian pesawat sudah berhenti bergerak,semua penumpang turun begitu juga raj rohit.
"tuan mobil kita ada disana"ucap rohit memberi tahu keberadaan mobilnya, mereka melangkah kemobil lalu masuk, dalam sekejap mobilpun melaju pergi.
*
*
*
KEDIAMAN KELUARGA SALVATRUCHA.
dimansion terlihat pooja tengah santai menonton film diruang tengah sendiri sambil memakan cemilan,raina hari ini sedang kuliah,daren ada dikantor lalu shinta dan kakek fahri sedang tidur siang jadi dirinya menonton film sendirian.
"nona pooja"panggil seseorang,pooja yang dipanggil menoleh kesamping dan ternyata satpamnya yang memanggil.
"ada apa pak?"tanya pooja penasaran
"itu diluar ada orang non,katanya mau ketemu sama nona"ucapnya sopan
"ketemu saya,siapa?"tanya pooja lagi
"saya kurang tahu nona,orang itu tidak memberitahu namanya sebelum nona yang menemuinya"ucap satpam itu lagi
"yaudah pak,biar saya yang menemuinya terima kasih pak"ucap pooja mepasrah
"siapa yang mau bertemu denganku,tak mungkin itu tinakan"gumannya bingung, tak ingin ambil pusing pooja melangkah keluar untuk bertemu orang misterius itu.
saat diluar,terdapat seseorang berdiri dengan wajahnya yang ditutupi dengan bingkaian bunga besar,pooja menatap bingung kearah orang asing itu,dengan waspada pooja melangkah mendekat.
"maaf tuan,cari siapa?"tanya pooja,tiba secara perlahan oranv itu menurunkan bunganya hingga wajahnya terlihat,mata pooja membulat terkejut melihat orang itu,sedang orang itu tersenyum lembut.
"saya ingin bertemu dengan istri saya" ucap orang itu,senyuman pooja terukir jelas,tentu dia sangat mengenal orang itu,orang yang selama ini dia rindukan.
"raj"ucap pooja kegirangan,pooja berlari kecil masuk kedalam pelukan raj,dengan senang hati raj menerima pelukan pooja dikecupnya lama puncak kepala pooja.
mereka berpelukan cukup lama untuk menyampaikan rasa rindu yang mereka pendam,puas berpelukan pooja mulai melonggarkan pelukannya dan menatap raj yang saat ini juga menatap dirinya.
"akhirnya kau kembali,aku hampir strees karna merindukanmu,kenapa lama sekali"ucap pooja merengek seperti bayi
"maaf by,urusannya sempat tertunda jadi agak lama"ucap raj mengelus pipi pooja
"lalu kenapa kau tidak bilang kalau mau pulang,tahu gitu aku tadi jemput"ucap pooja,raj tersenyum gemas kepooja
"itu tidak perlu by,lagian kau sedang hamil tidak baik kecapean,kasian nanti bayi kita"ucap raj mengelus perut pooja
"bagaimana kabar sikecil ini,apa kau juga merindukan daddy?"tanya raj berbisik diperut pooja,sedetik kemudian perutnya bergerak membuat raj dan pooja terkejut.
"lihat dia menendang,dia pasti senang bisa bertemu denganmu"ucap pooja.
raj tersenyum senang,selesai acara pelukan dan kangen-kangenan,mereka masuk kedalam dan berjumpa orang rumah,rasa rindu raj dan pooja yang bergerumuh sudah terobati sempurna.
*
*
*
disisi lain,karin dibuat kesal tiba-tiba ada orang yang iseng memainkan bel apartemennya,padahal tadi dia sedang fokus bersih-bersih tapi diganggu oleh orang asing yang tengah menjailinya.
"siapa sih,gak ada kerjaan banget"keluh karin kesal,dengan kasar karin membuka pintunya dan berniat ingin mengomel
"tuan and..."ucapan karin terpotong usai melihat siapa pelakunya,karin tertegun
"hai sayang"ucap seorang pria tersebut.
karin seperti orang tuli tidak mendengar perkataan pria tersebut,dirinya masih syok,apakah benar yang berdiri didepan sekarang ini adalah orang yang selama ini dia rindukan,rohit suami tercintanya
"sayang kenapa diam,apa kau tidak rindu padaku?"tanya rohit berusaha menyadari karin,karin tetap diam mematung,tidak ini bukan mimpi ini nyata,rohit didepannya.
tiba-tiba karin langsung memeluk rohit, rohit yang tidak siap hampir saja jatuh karna pelukan tiba-tiba karin,mereka berpelukan cukup lama hingga akhirnya karin melonggar melepaskan pelukannya
"akhirnya kau kembali juga,aku sangat merindukanmu"ucap karin terharu
"maaf sudah membuatmu menunggu sayang"ucap rohit merasa bersalah
"apa semuanya sudah selesai,kau tidak akan pergi lagikan rohit?"tanya karin
"tidak,urusannya sudah selesai jadi aku tidak akan pergi lagi sayang"ucap rohit.
karin bernafas lega,biasanya jika ada pekerjaan diluar kota akan memakan waktu yang lama tapi sekarang karin senang karna urusannya cepat selesai, merekapun masuk kedalam apartemen.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE