
06.30 WIB KOTA AMERIKA.
sinar matahari menerobos masuk dicela jendela kamar pooja dan raj,pooja yang merasa terganggu dengan sinarnya mulai membuka matanya,pooja bangun dari tidur nyenyak dan mimpi indahnya.
hal pertama yang pooja lakukan bangun tidur adalah melihat putranya,poojapun melangkah mendekati box bayi sivanes disana ternyata vanes masih tidur pulas pooja mengecek suhu tubuhnya vanes.
"sudah tidak demam lagi,alhamdulillah sayang kamu sudah tidak demam lagi" seru pooja merasa lega mengetahui kondisi anaknya sudah mulai membaik.
pooja melihat kearah jam dinding yang menunjukkan hampir mau pukul 07.00 pooja melihat kearah raj yang masih tertidur,pooja melangkah keranjang kasur berniat untuk membangunkan raj.
"raj bangun,ini sudah pagi raj bangunlah" panggil pooja berusaha membangunkan raj,raj yang merasa tidurnya terganggu dengan malas bangun dari tidurnya.
"ada apa by?"tanya raj dengan malas
"raj hari ini kau harus bekerja bukan,kau sekarang cepat bersiap-siap kekantor" ucap pooja mengingatkan kerjaan raj
"tidak by aku tidak akan bekerja hari ini aku akan menemanimu untuk menjaga vanes"ucap raj menolak pergi bekerja
"itu tidak perlu,sekarang kondisi sivanes mulai membaik,aku bisa menjaganya sendiri kau pergi bekerja saja"ucap pooja
"baiklah kalau begitu"ucap raj pasrah.
rajpun pergi kekamar mandi bersiap-siap untuk pergi kekantor,sedangkan pooja menuju kedapur untuk menyiapkan bekal untuk raj karena jika sarapan dirumah itu menghabiskan waktu dan raj bisa telat.
beberapa menit kemudian rajpun sudah rapi dengan pakaian formalnya,sebelum pergi dari kamar raj mencium sivanes sebagai tanda berpamitan lalu raj pergi menuju kedapur untuk menemui pooja.
"baby"panggil raj saat berada didapur
"kau sudah selesai,ini aku sudah siapkan bekal untukmu jangan lupa dimakan ya" ucap pooja menyerahkan tas kecil keraj
"terima kasih,yasudah aku berangkat dulu,nanti kalau ada apa-apa hubungi aku"ucap raj berpesan kepada pooja
"iya,kau berhati-hati dijalan"ucap pooja.
raj mencium mesra kening pooja lalu dia pergi keluar dari apartemen untuk pergi kekantor,melihat raj sudah pergi pooja melangkah masuk kekamarnya untuk menemui vanes takut vanes terbangun.
dan benar saja vanes sudah terbangun pooja segera mengambil vanes kedalam gendongannya,memberinya asi supaya vanes bisa meminum obatnya,tidaklah mudah memberi obat pada vanes,pooja berusaha keras agar vanes minum obat.
selesai memberinya asi dan obat pooja membasuh tubuh kecil vanes dengan air hangat.selesai mengurus vanes,pooja mengajak vanes bermain agar sivanes tidak merasa bosan dan jenuh dirumah.
*
*
*
disisi lain,raina baru saja tiba dikawasan apartemen riyaz,raina tadi merasa bosan dirumah jadi raina memutuskan untuk pergi menemui sang kekasih,lagipula dia tahu kalau riyaz sedang libur bekerja.
tangan raina penuh dengan bawaan yang entah apa isinya,rainapun memencet bel apartemen riyaz,tak lama kemudian pintu apartemen terbuka,riyaz terkejut dengan kedatangan raina yang tiba-tiba.
"hai"sapa raina tersenyum kepada riyaz
"sayang kau disini,kenapa tidak bilang kalau mau kesini kanbisa aku jemput yang"ucap riyaz terkejut+kesenangan
"sengaja biar kejutan,lihat aku bawakan ayam goreng dan beberapa minuman soda untuk nemenin kita"ucap raina sambil memperlihatkan bawaannya.
"masuklah sayang"ucap riyaz welcome.
raina dan riyaz masuk kedalam,rainapun pergi kedapur untuk mengambil piring dan gelas lalu dia pergi menuju keruang tengah,raina menyajikan ayam goreng dan minuman soda yang dia bawa tadi.
"cah ayo kak dimakan,ini enak tahu"ucap raina sambil menikmati ayam gorengnya riyaz bukannya makan tapi dia malah asyik memandangi raina,raina yang merasa ditatap menoleh kearah riyaz.
"ada apa,kenapa menatapku seperti itu?" tanya raina gugup karen terus ditatap oleh riyaz,bukannya menjawab riyaz malah mengangkat tubuh raina lalu membawanya duduk kepangkuannya.
"sst jangan bergerak sayang nanti ada yang bangun"ucap riyaz membuat raina menciut tidak berani bergerak-gerak lagi.
pipi raina merah merona karena ucapan riyaz barusan,riyaz yang melihatnya itu tersenyum gemas,riyaz memandangi wajah jelita raina membuat raina salting raina memalingkan wajahnya kearah lain
"ngapain sih kakak liatin aku gitu banget rainakan malu"keluh raina merasa malu
"ternyata kau jauh lebih cantik kalau diliat dari dekat sayang"puji riyaz kepada raina
"apaan sih kak,gombal"ucap raina malu
"ini bukan gombalan sayang,ini adalah kenyataan"ucap riyaz terus merayunya.
gombalan dan rayuan yang riyaz katakan berasil membuat raina semakin salah tingakah,pipi raina sudah merah merona akibat malu,riyas tersenyum gemas,riyaz menarik dagu raina agar melihat dirinya.
"btw,sekarang kau sudah lulus,jadi kapan kita akan menikah?"tanya riyaz spontan
"kakak maunya kapan?"tanya balik raina
"secepatnya,lebih cepat lebih baik bukan kenapa harus menunda pekerjaan yang baik"ucap riyaz tersenyum keraina
"apa kakak sudah tidak sabar menikah denganku"goda raina mengalungkan tangannya keleher riyaz,riyaz tersenyum
"sayang menikah denganmu itu adalah keinginanku,tentj saja aku tidak sabar" ucap riyaz memeluk erat pinggang raina
"aku siap kapanpun kakak,kita tinggal menunggu waktu saja"ucap raina tersenyum begitu juga dengan riyaz.
mereka tersenyum manis dengan saling memandang satu sama lain,riyaz mulai menarik tekuk leher raina lalu langsung ******* lembut bibir raina,raina yang terbuai membalas ******* bibir riyaz.
beberapa menit kemudian riyaz melepas tautan bibirnya karena sudah merasa kalau raina sudah kehabisan nafas,raina mengambil nafas dengan rakus,lalu raina menatap riyaz yang sedang tersenyum.
"apa kakak berniat membunuhku"keluh raina kesal,riyaz malah tersenyum lebar
"maaf sayang,bibirmu sangat manis aku jadi tidak melepaskannya"goda riyaz.
"isst,sudahlah ayo kita makan saja,ayam gorengnya keburu dingin"ucap raina
"baiklah,kita makan"ucap riyaz menuruti.
riyaz menurunkan tubuh raina dari atas pangkuannya,raina duduk disamping riyaz,mereka menikmati ayam goreng dan minuman soda yang anak remaja gemari diakhir-akhir ini,sungguh nikmat.
raina menghabiskan waktu cukup lama diapartemen riyaz,mereka terlalu asyik bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing,hingga tidak sadar waktu yang mereka habiskan berlalu cepat.
sore hari raina berpamitan untuk pulang karena tadi raina mendapat pesan dari maminya,raina baru sadar kalau hari sudah sore,raina cepat-cepat bergegas untuk pulang kemansion salvatrucha.
sementara riyaz pasca raina berpamitan riyaz membereskan semua piring dan gelas yang kotor bekas mereka,raina tadi tidak sempat membereskannya karena terlalu buru-buru,tapi riyaz tidak mempemasalahkannya sama sekali.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE