
Mereka masih tetap menunggu Danial tersadar hingga pada pukul setengah delapan malam Danial membuka matanya mereka langsung masuk ke ruangan tempat Danial terbaring lemas
"Kakak.."
Kata Natasha dan menggenggam tangan nya Danial
"Kenapa??"
Tanya Danial yang masih setengah sadar
"Ihh,lagian si bandel udah dibilangin jangan turun malahan turun juga.."
Gerutu Natasha sambil memukul ringan Danial
Danial hanya tersenyum dan langsung memeluk Natasha karena dia tau bahwa Natasha sangat mencemaskan dirinya
"Udah jangan nangis ada pacarnya masa nangis si.."
Ledek Danial
"Apaan si emang gak boleh ya kalo cewek nangis di depan pacarnya?? lagipula aku nangis juga ada sebabnya kok.."
Gerutu Natasha lagi
"Iya-iya kakak gak bakalan ninggalin kamu dek,secara kamu adalah orang yang sangat kakak sayangi..."
Kata Danial sambil mengusap-usap rambut nya Natasha
"Kak,aku juga sayang banget sama kakak makanya kakak harus sembuh supaya bisa melihat aku menikah nanti.."
Kata natasha yang air matanya sudah mengalir
"Insyaallah,kita berdoa saja kepada Tuhan agar kakak bisa sembuh..."
Kata Danial sambil tersenyum kemudian menghapus air matanya Natasha
Galang,farel dan Angga yang melihat nya menjadi sangat terharu karena baru pertama kali mereka melihat ketulusan cinta antara kakak dan adik bahkan sangking terharu nya mereka sampai meneteskan air mata
"Loh ini malahan ikut nangis..."
Kata putra kepada Galang,Angga dan farel
"Abisnya om kita bisa merasakan rasa cinta Danial dan Natasha sebagai adik dan kakak yang sangat besar..."
Kata Galang
"Iya om juga bisa merasakan nya betapa beruntungnya giffard dan Miu memiliki anak seperti mereka berdua yang tidak pernah melawan perintah Mereka serta saling menyayangi satu sama lain...."
Kata putra sambil tersenyum
Tiba-tiba dokter datang menghampiri mereka untuk mengecek keadaan Danial
Dan hanya baru beberapa menit saja jantung Danial kembali normal
"Saya tidak menyangka jika jantung anak bapak bisa kembali stabil dengan sangat cepat..."
Kata dokter tersebut
"Alhamdulillah..."
Ucap syukur giffard
"Danial boleh minta sesuatu gak kepada papa dan mama??"
Tanya Danial kepada kedua orangtuanya
"Apa sayang??"
"Danial pengen punya adik..."
Jawab Danial
"Itu kamu kan udah punya Natasha, natasha aja sifatnya masih kayak bayi masa iya mau nambah lagi kalo papa sih ayo aja kalo mama mu??"
Kata giffard
"Hmm,kalo Danial yang minta ya aku mau tapi kalo kamu yang minta aku gak mau.."
Kata Miu membuat giffard tersenyum
"Tuh liat mama kamu jahat banget kalo anak-anaknya yang minta aja langsung di turuti giliran suaminya jarang-jarang..."
Ledek giffard
"Udah om mending om sama Tante pergi bulan madu lagi biar bisa nambah anak..."
Kata Galang
"Gimana sayang mau??"
Tanya giffard
"Hmm,demi Danial tapi bukan demi kamu..."
Jawab Miu dan langsung menghampiri anak-anaknya
"Untung banyak orang disini coba kalo gak kamu udah ku lahap dari tadi...."
Kata giffard di dalam hatinya
"Aku tau apa yang berada di fikiran nya dia pasti dia lagi memikirkan hal-hal yang mesum,ya tuhan kenapa dia fikiran nya benar-benar mesum..."
Kata miu di dalam hati nya sambil melirik ke arah giffard
"Ciee mama sama papa dari tadi lirik-lirik kan aja mending pulang gih bikinin adik buat Danial..."
Ledek Danial
"Hmm,ya sudah kita pulang malam ini saja badan papa udah remuk.."
Ajak giffard kemudian pergi meminta izin untuk pulang dari rumah sakit kepada dokter
"Remuk apa mau olahraga malam??"
Ledek putra
Giffard yang mendengarnya langsung menatap sinis ke arah putra dan langsung pergi menuju ruang dokter yang menangani Danial
"Wah ternyata om putra sama om giffard pikirannya sama-sama mesum..."
Kata farel
"Jelas tapi lebih mesum si giffard.."
Kata putra dengan santai
"Ayok pulang tapi abis dari sini papa dan mama akan pergi ke apartemen karena yang ada nanti papa darah tinggi gegara om mu..."
Ajak giffard dan langsung pergi menuju mobilnya
Mereka langsung menuju kediaman keluarga giffard Danial dan Natasha berada di mobilnya Angga karena di mobil papa nya tidak mungkin