
3 bulan kemudian
natasha sudah berada di ruang persalinan mereka sedang bersiap menunggu kelahiran anak kedua mereka semuanya sudah berkumpul menanti kelahiran anaknya angga dan natasha
angga berada di dalam ruangan bersama natasha sedangkan dinas di gendong oleh harra
"ayok kita berdoa semoga persalinan nya lancar.."
kata giffard kepada yang lain
mereka deg-deg an menanti kelahiran natasha namun danial nampak sangat cemas dari tadi dia mondar mandir seperti setrikaan sambil sesekali menguping dari balik pintu
"dan,bisa diem gak??gw pusing liat lu mondar-mandir gak puguh lagu kayak setrikaan begitu..."
kata farel kepada danial
danial tidak mendengari ucapannya farel karena gemas farel menahan badannya danial dan membuatnya duduk di kursi
danial merasa sangat khawatir dengan adik nya dia terus berdoa semoga persalinan nya berjalan dengan lancar
di dalam ruangan natasha sedang berjuang angga terus menenangkan natasha
"terus bu dikit lagi.."
kata para dokter kepada natasha
natasha terus berusaha bahkan kini dia menggenggam erat tangannya angga di luar ruangan terdengar suara tangisan bayi
"ehh,kayaknya udahan deh tuh udah ada suara bayi..."
kata galang kepada yang lain
danial masih belum bernafas lega jika belum melihat kondisi adik nya setelah dokter membuka pintu ruangan itu mereka langsung bergegas masuk terlihat natasha yang sedang menggendong seorang bayi mungil
"lucu banget..."
kata rayya yang gemes dengan bayi itu
"bayi perempuan??"
tanya tyas
"iya.."
jawab natasha
"udah ada nama buat bayi kalian??"
tanya tyas lagi
"belum sih.."
jawab natasha
"gw punya nama bayi perempuan,mau gak??"
tanya tyas lagi
"boleh,siapa nama nya??"
tanya natasha
jawab tyas
Natasha dan angga setuju menamai anak mereka marischa menurut mereka nama itu sangat bagus
"ecieee marischa di kasih nama sama calon mertua nya.."
ledek galang
"loh,kok calon mertua??"
tanya harra yang tidak mengerti maksud galang
"iya om,kan angga mau menjodohkan ryan sama marischa nanti.."
jawab galang yang keceplosan
Angga langsung menginjak kaki nya galang karena lagi lagi dia salah ngomong terutama di depan harra dan giffard mereka kaget mendengar ucapan galang baru saja marischa lahir ke dunia sudah mau di jodohkan oleh ryan
ryan juga berada si ruangan tersebut namun dirinya tidak mengerti ucapan galang jadi dia menanyakannya kepada farel
"papah,tadi kok kata om galang iyan mau di jodohin cama malica sih.."
kata ryan kepada farel
"ouh,om galang emang rada rada jadi gak usah di dengerin ya nanti kamu ketularan om galang loh.."
kata farel sambil meledek galang
"oke sabar aja gw mah di hina mulu sama kalian,sungguh terlalu..."
kata galang sambil cemberut
Ryan turun dari gendongannya farel dan menghampiri galang dengan jalan yang cukup lucu
"om,angan nangis papah cuma becanda doang kok..."
kata ryan sambil mengasih galang sebuah permen lolipop
"om ndak nangis kok om cuma terharu ternyata kamu memiliki hati mulia tidak seperti papah mu..."
kata galang sambil melihat farel
farel tertawa melihat wajah nya galang baru pertama kali galang berwajah sinis seperti itu meskipun berwajah sinis galang tetap saja membuat ngakak
"sudah sudah kita keluar dulu biarkan natasha beristirahat.."
kata danial dengan bijak
Mereka keluar dari ruangan tempat natasha abis lahiran nampak farel dan galang tengah berbisik
"sejak kapan danial jadi dewasa begitu??biasanya dia ikut ngobrol dengan kita tapi sekarang sudah sangat jarang terakhir kali gw ngobrol dengan danial lima bulan yang lalu.."
tanya farel
"nah sama mungkin dia lagi sensi jangan di ganggu..."
jawab galang
mereka pulang menuju rumah nya masing masing