Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Penyebab tiadanya orang tua Galang



Farel menyuapi Ryan dengan sangat hati hati namun farel mendapatkan telepon dari asisten nya farel segera bangun dan menjauh dari Angga serta Galang sedangkan Ryan di suapi oleh Galang


"Halo,ada apa ya??"


Tanya farel kepada asistennya


"Maaf sebelumnya mengganggu waktu bapak,bapak harus segera pergi ke luar negeri sekarang juga karena ada sebuah perusahaan besar yang mau bekerja sama dengan perusahaan kita..."


Jawab asistennya farel


"Baik besok saya akan berangkat tapi agak siangan..."


Kata farel dan langsung menutup teleponnya


Farel menuju teman-temannya lagi Ryan yang melihat papa nya tadi pergi menjauh langsung menghampiri farel karena takut jika dirinya akan di tinggal


"Papah,Ndak mau tinggalin iyan kan??"


Tanya Ryan sambil merangkak menuju farel


"Ndak sayang,papa gak bakal ninggalin kamu..."


Jawab farel kemudian menggendong Ryan


Angga yang tengah bermain game pun merasa terharu melihat farel begitu menyayangi anak angkatnya itu sewaktu kecil Angga jarang sekali di gendong oleh ayah nya karena ayah nya sibuk dan berada di luar negeri


"Ga,ada kamar kosong gak??buat aku dengan Ryan"


Tanya farel kepada Angga


"Ada kok,tuh kamar yang ada balkon buat jemur nya..."


Jawab Angga


"Oh,oke makasih ya..."


Ucap terima kasih farel kemudian menuju kamar yang di maksud oleh Angga


Farel masuk ke dalam kamar dan mengganti popok serta pakaian nya Ryan untung Ryan tidak seperti anak anak lainnya dia lebih bisa di atur berbeda dengan farel yang keras kepala


"papah,ntal kita alan-alan ya..."


"besok papa harus ke luar negeri cayank,nanti papa beliin mobil-mobilan deh..."


kata farel yang berusaha tidak membuat anak nya bersedih


Ryan sedikit cemberut tapi dia kembali tersenyum dan tidur farel mengusap-usap rambut anak nya itu karena farel begitu menyayangi nya dan menganggap Ryan sebagai anak nya sendiri bahkan farel berniat akan menjomblo seumur hidupnya tapi pasti nanti Ryan membutuhkan sosok seorang ibu


karena farel pasti akan sangat sibuk bekerja


farel pun ikut tertidur juga


Di luar ruangan Angga sedang bermain game sambil tiduran namun mata nya ngantuk jadi Angga memutuskan untuk tidur juga seperti Ryan dan farel sedangkan Galang sudah masuk ke dalam kamar nya Angga mendengar suara orang menangis dan ternyata itu adalah Galang dia sedang melihat foto orang tuanya


"pah,mah kenapa kalian pergi secepat ini??"


tanya Galang yang masih tidak percaya


"padahal dulu katanya janji bakalan liat Galang menjadi seorang pengusaha terkenal seperti mendiang kakek..."


sambung Galang lagi


Angga ikut kembali bersedih bahkan menangis Angga masuk kedalam kamar nya Galang dan duduk di sampingnya mereka saling menukar kesedihan satu sama lain


di situ lah Galang rapuh di hadapan Angga dia menangis sejadi-jadinya tanpa mereka sadari orang tuanya Angga mengintip dari depan mereka juga sangat sedih tidak dapat menyelamatkan orang tuanya Galang mereka tidak tau jika mobil yang di Kendari papa nya Galang mengalami kerusakan pada bagian rem nya itulah yang membuat Galang kehilangan kedua orangtuanya


"seandainya aku tau bahwa mobil adik ku mengalami kerusakan pasti aku tidak akan mengizinkan dia untuk pergi membeli kue.."


kata harra kepada istrinya


"ini semua sudah takdir kita harus menerimanya..."


ujar veliska


Mereka berdua kembali menuju kamar nya masing-masing karena sepertinya harra juga merasa sangat kehilangan adik nya yang sangat bawel namun memiliki paras yang cantik harra masih sangat tidak percaya bahwa adik nya akan bernasib malang seperti ini hanya karena rem mobilnya mengalami kerusakan/blong


"aku tidak akan pernah membiarkan Angga dan Galang pergi sendirian aku tidak mau hal ini juga terjadi pada Galang dan Angga jadi aku sudah memutuskan akan menyuruh anak anak buah ku untuk selalu mengikuti kemana pun Angga dan Galang pergi dari rumah serta pengecekan mobil akan selalu di lakukan setiap dua hari sekali...."


kata harra kepada istrinya