Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
kedekatan antara ayah dan anak



Kebesokan harinya mereka berdua menuju kantor perusahaan jevan namun mereka tidak menggunakan mobil,mereka lebih memilih berboncengan menggunakan motor ninja punya Danial


Sesampainya di sana mereka membuat heboh para pegawai karena paras mereka sangat lah menawan banyak yang mengira mereka adalah artis


"Ganteng dan cantik kayaknya si mereka dari kalangan berada.."


Kata salah satu pegawai


"Masa sih??tapi ku lihat mereka mendaftar di perusahaan kita kalo misalnya anak orang kaya pasti bakalan di perusahaan nya lah bukan disini.."


Kata salah satu pegawai yang terlihat sedikit angkuh


"Tapi jaman sekarang banyak anak orang kaya yang lebih memilih bekerja di perusahaan orang lain karena gak mau bergantung sama orangtuanya,tidak seperti kamu malahan menuntut orang tua untuk memberikan warisan.."


Ucap kesal pegawai tersebut


Danial dan Natasha yang mendengarnya hanya diam dan melanjutkan perjalanan menuju ruangan direktur tersebut sesampainya disana mereka melihat Luna membuat keduanya kaget begitupun dengan Luna dia juga kaget


"Loh kok kalian?? perasaan yang ku panggil namanya wahyu sama Fiona kenapa jadi Danial sama Natasha??"


Tanya Luna dengan kebingungan


"Shutt,jangan berisik itu nama samaran kita berdua.."


Jawab Natasha dan langsung masuk kedalam ruangan


"Buat apa kalian menyamar??om giffard tau jika kalian melamar di perusahaan jevan??"


Tanya Luna


"Tidak,jangan kasih tau kita sengaja mendaftar bekerja karena gak mau bergantung sama papah karena kita tau betapa susahnya merintis perusahaan dan kita cuma tinggal menikmati saja.."


Jawab Danial


"Baik lah,ayok silahkan tanda tangan kontrak kerja dulu.."


Suruh Luna


"Baik lah Bu bos.."


Jawab Danial namun bagi Luna itu adalah sebuah ledekan karena umur Danial lebih tua dari dirinya


"Btw tuaan kamu jadi manggilnya Luna aja.."


Ucap Luna


"Kan gw lagi nyamar,masa iya ke bos manggil nya nama apa kata pegawai yang lain??.."


Ucap sewot Danial


"Ehh,iya juga ya.."


Kata Luna


Setelah Luna mengasih tau dimana mereka akan bekerja Danial dan Natasha langsung pamit


"Makasih ya lun.."


Ucap terima kasih Natasha


"Iya,santai aja kali.."


Kata Luna dan tersenyum


Kemudian keduanya turun dan menuju ke parkiran motor setelah keduanya memakai helm,Danial langsung menjalankan motor nya


Sesampainya dirumah kedatangan mereka sudah ditunggu oleh papa dan kakek nya


"Tuh sudah pulang,sini duduk.."


Suruh giffard kepada anak-anaknya


"Kenapa pah??


Tanya Natasha


"Gini,kakek kan sudah tua gak mungkin masih mengurus perusahaan kakek mau kalian berdua bekerjasama untuk mengurusnya gimana mau tidak??"


Tanya giffard


"Gini pah, Natasha masih belum siap mengurus perusahaan.."


Jawab Natasha


"Danial juga pah.."


Kata Danial


"Terus gimana donk??masa iya mamah mu yang disuruh mengurus perusahaan.."


Tanya bingung giffard


Miu yang mendengarnya senang karena dia sebenarnya pengen seperti veliska menjadi wanita karier tetapi giffard tidak mengizinkan nya


"Udah mamah aja waktu belum nikah pasti mamah juga pernah megang perusahaan kakek kan??"


Tanya Danial


"Disitu kakek masih muda jadi mamah kamu hanya bekerja saja tapi pekerjaan nya sangat lah bagus.."


Jawab kakek Daniel


"Nah ya udah mamah aja.."


Kata Danial dan Natasha secara berbarengan


"Gimana kamu mau balik ke dunia karier??"


Tanya kakek Daniel kepada Miu


"Mau, daripada aku di rumah bosen sendirian dirumah anak-anak juga sudah pada besar sering main kerumah teman-temannya jadi aku sendirian paling hanya menonton televisi.."


Jawab Miu sangat gembira


"Baik lah,besok kamu ikut papah ke kantor.."


Kata kakek Daniel


Kata Miu dengan sangat gembira


Giffard hanya bisa diam karena tidak mungkin dia melarang Miu didepan papah nya bisa-bisa kena omel dan ceramah


"Kenapa pah,masih takut sama kakek??"


Tanya Danial kepada giffard karena muka nya giffard terlihat tidak senang


"Gak juga,hanya bingung mau ngomong apa kalo papah larang ujung-ujungnya kakek mu yang turun tangan.."


Jawab jujur giffard


"Emang kakek itu Galang banget ya pah?? sampai-sampai papah takut dengannya.."


Tanya Danial lagi


"Iya,dia sangat tegas bahkan mamah mu saja dulu ketakutan jika ketahuan bolos sekolah.."


Jawab giffard


"Loh, mamah pernah bolos sekolah??"


Tanya Danial


"Sering dulu mamah mu itu sama seperti Natasha bahkan lebih parah dia benar-benar tomboy rambutnya saja lebih pendek dari kamu.."


Jawab giffard


"Pantesan mamah suka galak sama kayak kakek.."


Kata Danial


"Kan anaknya.."


Kata giffard


"Tapi kata mamah sifat Danial sama Persis kayak papah,emangnya benar??"


Tanya Danial


"Kalo ganteng nya iya kalo sifat nya kamu ngikutin mamah mu sama-sama cerewet dan bawel,yang ngikutin papah itu Natasha..."


Jawab giffard


"Wah parah mamah dibilang cerewet.."


Kata Danial dan sengaja mengencang kan suaranya


Giffard langsung panik dengan kelakuan Danial karena takut jika Miu mendengar nya


"Kamu mau papah disuruh tidur diluar ya??"


Tanya kesal giffard


"Hehehehe,becanda pah.."


Jawab Danial


"Pah,Danial kangen digendong sama papah gendong lagi donk pah.."


Kata Danial tiba-tiba


"Kamu mau papah encok??kamu sama papah aja Beratan kamu masa iya papah gendong kamu.."


Gerutu giffard


"Lagi itu Natasha digendong truss mamah juga,masa Danial gak digendong sih??"


Tanya Danial sambil meledek


"Natasha kan gak berat.."


Jawab giffard


"Kalo mamah??emangnya gak berat??"


Tanya Danial sambil berpura-pura polos


"Hmm,gak.."


Jawab giffard


"Heleh bilang aja gegara itu.."


Kata Danial


"Kamu ini benar-benar ngeselin padahal cowok sifat nya melebihi Natasha.."


Gerutu giffard yang terus diganggu oleh Danial dan langsung mengambil minumnya karena haus


"Pah,gini Danial sebenarnya mau ngomong kayaknya Danial gak mau jadi penerus perusahaan papah deh Danial mau berusaha sendiri.."


Kata Danial tiba-tiba membuat giffard keselek


"Truss kalo bukan kamu siapa??anak papah cuma kamu sama Natasha kalo Natasha tidak terlalu bisa diharapkan karena dia kan seorang wanita belum tentu jika sudah menikah suaminya mengizinkan dirinya untuk bekerja.."


Kata giffard


"Papah kan bisa angkat anak.."


Kata Danial dengan entengnya


"Beda dan,anak kandung sama anak angkat itu berbeda ngapain papah angkat anak cuma buat mengurus perusahaan saja sedangkan papah sendiri punya anak lelaki.."


Kata giffard


"Tapi pah, Danial malu kalo misalnya hanya tinggal mengurus tanpa ikut merintis,papah sudah bersusah payah merintis perusahaan ehh Danial hanya tinggal enak saja..."


Kata Danial yang mengetahui betapa sulit nya merintis perusahaan keluarga nya sekarang


"Justru itu perusahaan kita harus tetap berdiri kokoh karena pengorbanan kita untuk perusahaan itu tidak lah kecil,udah pokoknya papah gak mau tau kamu harus tetap mengurus perusahaan papah nanti.."


Kata giffard dengan sangat tegas dan langsung pergi menuju kamarnya


Danial hanya diam karena jika papah nya sudah berkata tegas tidak ada yang bisa membantahnya