
Disisi lain farel sedang rebahan disofa rumahnya namun tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata itu telfon group dari Angga,Danial,dan Galang,farel segera mengangkat telfonnya
"Hallo,Napa su??kangen??"
Tanya farel dengan sedikit nyerocosnya karena dia lagi rebahan tiba-tiba ditelfon
"Bjirr..gw gak kangen Ama lu tapi kayaknya Angga kangen Ama kita deh buktinya ngajak telponan padahal lagi sama Natasha dia.."
Kata Danial kepada farel
"Hmm,ngapa lu ngga??kangen ya Ama gw??"
Tanya farel kepada Angga
"Gak..gw juga butuh bantuan kalian, bisa kan??ohh ya minta nomor telfonnya Luna donk,gw mau ngerjain Natasha.."
Ucap Angga kepada 3 sahabatnya itu
Namun Danial langsung darah tinggi gegara mendengar kata Luna karena takut Angga akan selingkuh dengan Luna dan Natasha pasti akan sangat sakit hati
"Buat apa??lu gak berniat selingkuh dari Natasha kan??"
Tanya Danial dengan jutek nya membuat farel dan Galang diam karena takut akan terjadi baku hantam lagi antara Angga dan Danial
"Bukan dan..gw cuma mau ngerjain Natasha aja tapi ini butuh waktu setahun"
Jawab Angga membuat galang,farel dan Danial kaget karena setahun bukan lah waktu yang singkat
"Bjirr..mau ngapain lu??"
Tanya Danial,farel dan Galang kepada Angga
"Jadi gini gw ceritanya mau pura-pura mutusin Natasha dan gw pura-pura tertarik sama Luna tapi gw butuh bantuan kalian.."
Jawab Angga
"Lu gila ya??ntar yang ada Adek gw stress beneran bjirr.."
Ucap Danial
"Gw cuma mau ngetes Natasha doank kok,kalo ternyata dia setia ya lanjut kalo gak ya udahan.."
Ucap Angga dengan jujurnya namun bagi farel itu adalah kesempatan yang bagus karena artinya dia masih punya kesempatan untuk mendapatkan Natasha kembali dengan cara halus
"Gw setuju,entar gw kasih nomornya Luna ke lu ya,ngga.."
Ucap farel dengan nada senengnya membuat Angga terkejut karena ternyata farel masih mengharapkan Natasha
"Tapi inget ini cuma permainan doank loh gak beneran,gw gak mungkin mutusin Natasha atau merelakan dia dengan lelaki lain.."
Ucap tegas Angga membuat farel sadar bahwa Angga mengetahui rencananya
"Iya ngga,lu tau aja kalo gw mau nyari kesempatan.."
Kata farel kepada Angga
"Jelas donk..lu kan suka sama Natasha itu udah dari dulu jadi gak mungkin sirna begitu aja"
Ucap Angga
"Iye-iye..tapi inget selama lu mutusin dia setahun gw bakalan nyari kesempatan, awokkkkk"
Ucap farel dengan jujurnya
"Bjirrr..otw baku hantam lagi ini mah"
Ucap Danial dan Galang secara bersamaan
Disisi lain Natasha merasa cemas dengan Angga karena belum balik-balik juga padahal dia hanya izin untuk mencari toilet karena ingin membuang hajat kecilnya
Natasha terus menelfon Angga namun selalu sama pasti suara cewek dan berkata nomor yang anda tuju sedang berada di panggilan lain, sedangkan Angga keasyikan ngobrol dengan Danial,farel dan Galang sampai lupa bahwa dia kesana bersama Natasha
Danial yang menyadari bahwa tidak adiknya segera menanyakan kepada Angga
"Ngga...adik gw mana??tadi jalan sama lu kan,kok gak ada??"
Tanya Danial dengan nyerocos
Angga langsung sadar bahwa dia sudah meninggalkan Natasha terlalu lama sendirian membuat dirinya merasa bersalah
Kata Angga dan langsung menutup telfonnya
Angga langsung berlari menuju tempat dimana dia meninggalkan Natasha,dia melihat Natasha sedang duduk sendirian dengan wajah cemberut nya Angga langsung menghampiri kekasihnya itu dan duduk disampingnya
"Nat..maaf ya tadi aku lupa kalo sama kamu kesini nya abisnya gegara Danial nelpon sih aku jadi lupa"
Ucap Angga kepada Natasha namun Natasha malah tidak mempedulikan ucapannya dan masih menghadap kearah lain
"Nat..kamu marah ya??aku benar-benar gak sengaja Nat,aku lupa pliss maafin ya"
Kata Angga lagi namun ini sambil menarik pelan mukanya Natasha kehadapan nya
"Iya Angga..aku ngerti kok kalo aku gak terlalu berguna makanya kamu gak inget"
Kata Natasha
"Kok ngomongnya gitu??kamu itu berguna dan berharga bagi hidup aku,dulu aku tuh kesepian apalagi pas diluar negeri seperti gak punya teman tapi pas aku kenal sama kamu hidup aku berubah menjadi lebih baik dan aku gak kesepian lagi karena ada kamu.."
Ucap Angga dengan jujurnya
"Angga,aku terharu karena kamu cowok pertama yang bilang seperti ini ke aku,Danial pernah sih bilang begini tapi dia akan kakak aku sedangkan kamu itu bukan.."
Kata Natasha dan matanya berkaca-kaca
Angga langsung mengelap air matanya Natasha karena takut jika terlalu banyak nanti akan menimbulkan bengkak dibagian matanya dan bisa-bisa Danial ngamuk karena mengira Angga yang membuat natasha menangis
"Udah siang..kita pulang yuk,nanti kalo kelamaan aku bisa-bisa dikepret papa sama kakak kamu"
Ajak Angga kepada Natasha
"Yuk.."
Kata Natasha mereka berdua langsung menuju ke mobilnya
Sesampainya di pekarangan kediaman keluarga giffard,Angga langsung memarkirkan mobilnya dan turun dengan menggandeng tangannya Natasha membuat para anak buah giffard takjub melihatnya
"Wihh..ternyata seorang Angga sonohara bisa romantis juga aku kira dia menyeramkan dan galak dengan wanita"
Ucap salah satu anak buah
"Tentu karena cewek yang dia pacari itu adalah anak bungsu dari giffard Alexander seorang pengusaha terkenal yang cukup menakutkan untuk angga meskipun kekayaan dan ketenaran keluarga sonohara jauh lebih besar dari keluarga giffard namun yang Angga takutkan adalah tidak dikasih restu dengan giffard..."
Ucap salah satu lagi
Angga yang mendengarnya hanya senyam-senyum karena itu benar,dia sangat takut jika membuat giffard kesal bahkan marah bukan karena takut kemarahannya namun takut ja tidak direstui hubungannya dengan Natasha
Sedangkan Natasha juga tersenyum mendengar ucapan anak buah papahnya itu karena Natasha tau meskipun papahnya terbilang kalem tetapi dia tidak bermain-main jika sedang berhadapan dengan lawan bisnisnya bahkan Natasha pernah mendengar bahwa papahnya berhasil membuat bangkrut salah satu lawan bisnisnya,Tetapi Natasha juga tahu papahnya melakukan hal itu karena lawan bisnisnya berniat ingin menjatuhkan perusahaan mereka namun sudah diketahui duluan oleh giffard dan karena perusahaan keluarga giffard masih berhubungan dengan perusahaan sonohara jadi bisa dengan mudah giffard menyingkirkan lawan bisnis nya itu
Angga juga tau kekejaman giffard dan ayahnya dijaman dulu namun itu lah yang membuat mereka menjadi kaya raya dan terpandang namun menurut Angga yang dia butuhkan bukanlah harta melainkan kasih sayang kedua orangtuanya tetapi kedua orangtuanya Angga sibuk dan lebih milih pekerjaan dibandingkan mengasuh dirinya saat masih kecil,Angga diasuh oleh kakek dan neneknya
Mengingat semua itu Angga menjadi sedih karena merasa tidak mendapatkan hati kedua orangtuanya meskipun nanti dia mendapatkan harta namun yang Angga mau adalah bisa seperti keluarga giffard yang harmonis dan selalu menyayangi satu sama lain,Natasha yang mengetahui masa lalu kekasihnya itu merasa iba dan berusaha menenangkannya
"Ngga..kamu pasti lagi keinget masa kecil kamu ya,aku yakin sebenarnya kedua orangtua kamu itu sayang banget sama kamu lagipula mana ada sih orangtua yang gak menyayangi anaknya??pasti mereka sayang banget sama anaknya tetapi rasa sayang mereka tertahan karena pekerjaan kan mereka bekerja demi memenuhi semua kebutuhan kamu.."
Ucap Natasha kepada Angga
Namun Angga hanya diam karena merasa ucapan natasha itu salah orangtuanya tidak pernah menunjukkan rasa sayang mereka dan mereka tidak pernah menyayangi Angga itulah yang ada dipikiran Angga
Tiba-tiba mamah Miu menghampiri mereka untuk segera ke ruang makan karena akan makan siang,Angga langsung tersenyum karena merasa mamah Miu lebih menyayangi nya dibandingkan bundanya sendiri
Tanpa Angga sadari ternyata sedari tadi bundanya berusaha menghubungi nya karena harus berangkat keluar negeri untuk mengurus pekerjaan namun ponsel Angga lowbet dan tidak tau jika bundanya menelfon nya
"Aduh ngga..kamu kemana sih??masa iya gak mau nganter bunda sama ayah kebandara"
Ucap bunda nya Angga kepada dirinya sendiri
"Udah,kita berangkat saja nanti ketika sudah sampai baru kita kabari dia ya.."
Ucap ayah harra
Galang langsung mengantarkan Tante dan om nya menuju bandara namun dalam hati Galang dia merasa kesian dengan Angga karena ternyata orangtuanya begitu menyayangi nya namun Angga salah paham dan merasa bahwa orangtuanya tidak pernah mempedulikan dirinya
Setelah selesai makan angga pamit untuk pulang dan Angga langsung menuju rumahnya didalam mobil dia terus memikirkan perkataan Natasha mungkin benar kalo sebenarnya bunda dan ayahnya begitu menyayangi dia namun terhalangi oleh pekerjaan karena merasa rindu dengan bundanya Angga langsung menancapkan gasnya
Sesampainya di pekarangan rumah nya Angga kaget melihat mobil ayahnya yang tidak ada karena itu artinya rumahnya sepi dan sedang tidak ada orang,Angga terus menunggu didepan pintu rumahnya karena dia lupa membawa kunci cadangan pintu rumahnya