Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Angga, oh Angga



...Keesokan harinya......


Pada suatu pagi yang cerah..


Angga sudah terbangun dari tidurnya, seperti biasanya dia hanya berdiam diri di dalam kamar karena kedua orang tuanya tidak pernah mengizinkan dia untuk keluar dari dalam rumah. Angga beranjak dari posisi tidurnya, lalu berjalan menuju balkon kamarnya namun diri cuma bisa melihat keindahan luar dari balik hordeng rumahnya.


"Sampai kapan aku harus mengurung diri di dalam kamar ini? aku ingin sekali melihat dunia luar yang begitu indah" kata Angga.


Angga benar-benar sudah merasa bosan karena dirinya hanya berdiam diri di dalam kamar. Selama ini Angga menahan hasrat nya untuk kabur dari rumah nya karena dia masih merasa kasihan kepada kedua orangtuanya, akan tetapi rasa penasaran nya dengan dunia semakin membesar dan dia sudah tidak kuasa untuk menahan rasa penasaran nya lagi. Angga berniat ingin kabur dari rumah nya, akan tetapi kemungkinan dia berhasil keluar dari rumah itu adalah 0,5% karena kedua orangtuanya menjaga ketat kediaman mereka.


Angga terus-menerus menatapi keindahan pagi dari balik jendela kamar nya sampai-sampai dia tidak sadar kalau sedari tadi pembantunya sedang menatapi dia dari belakang.


"Kasihan sekali tuan muda pasti dia begitu ingin melihat keindahan alam tapi tuan dan nyonya tidak pernah mengizinkan nya" batin pembantu itu


Pembantu itu menghampiri angga yang sedang gundah karena rasa penasaran nya dengan dunia luar sudah tidak bisa di tahan lagi.


"Permisi tuan, sarapan tuan sudah siap"


kata bibi.


"Baik, bi" sahut Angga.


Angga menghela nafas beratnya lalu pergi dari kamar nya dan berjalan menuju lantai bawah rumahnya. Namun ketika dia berada di lantai bawah, dia melihat ayah dan bunda nya sedang duduk di depan meja makan rumah mereka.


"Tumben sekali ayah dan bunda belum berangkat jam segini, biasanya mereka sudah pergi ke kantor" batin Angga.


Angga berjalan menuju kedua orangtuanya dan sesampainya dia di depan kedua orangtuanya, dia langsung duduk di depan kedua orangtuanya namun tatapan angga menuju ke bawah karena dia berpikir kalau kedua orang tuanya pasti akan mengomeli dia.


"Ga" Panggil ayah nya.


"Kenapa, yah?" tanya lesuh Angga


"Wajah kamu di tekuk saja, ayah tau jika selama ini kamu merasa bosan karena selalu berada di dalam rumah" kata ayah nya.


"Iya.. aku memang merasa sedikit bosan" kata Angga.


"Maafkan ayah ya" ucap minta maaf ayah nya.


"Iya ayah" sahut Angga.


Angga tersenyum kepada ayah nya namun ayah nya hanya membalasnya dengan sebuah senyuman gurih. Ayah nya Angga memang di kenal jutek dan dingin dengan orang lain, namun di mata sang istri, dia adalah suami terbaik.


"Angga, besok kamu akan ke Indonesia" kata bunda.


"Benarkah?" tanya Angga.


"Iya sayang, besok kamu akan ke Indonesia" balas bunda nya.


"Bunda serius?" tanya Angga sekali lagi.


"Iya sayang, bunda menyadari semua kesalahan bunda dan bunda mau meminta maaf kepada dirimu" kata bunda nya.


"Hore, akhirnya aku bisa melihat keindahan dunia" sorak Angga.


Kedua orangtuanya hanya bisa tersenyum manis ketika melihat kelakuan konyol dari putra tunggal mereka, mereka ikut merasa senang saat melihat wajah bahagia Angga.


"Bun, aku berangkat ke indonesia nya kapan?" tanya Angga


"Besok" balas bunda nya.


"Apa, kenapa kalian baru mengasih tau aku sekarang?" tanya Angga.


"Kan supaya menjadi sebuah kejutan untuk kamu.." balas bunda.


"Oh, terimakasih ya.." ucap terimakasih Angga.


Angga merasa begitu bahagia karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan sepupu nya. Meskipun Galang bersikap acuh kepada dirinya namun bagi Angga, Galang adalah sepupu terbaik di dunia ini. Angga kembali ke dalam kamar nya karena dia mau bersiap-siap untuk keberangkatan nya ke Indonesia.


***


Di dalam kamar...


Angga sedang duduk di atas kasur nya sambil memainkan ponsel kesayangan nya, Angga berniat ingin menghubungi Galang karena Galang adalah sepupu terbaiknya.


Angga mengabari sepupu nya yang bernama Galang jika dia akan ke Indonesia. Angga berniat ingin membagi kebahagiaan nya kepada Galang, meskipun dia dan Galang tidak terlalu dekat namun mau bagaimana lagi Angga tidak pernah memiliki satupun teman selain Galang.


Isi chat mereka :


"Lang, kamu tau tidak?" tanya Angga.


"Tidak.." balas Galang.


"Aku mau ke Indonesia" kata Angga.


"Apa? benarkah?" tanya Galang.


"Iya" balas Angga.


"Baik, nanti aku akan menjemput dirimu di bandara" kata Galang.


"Terimakasih.." kata Angga.


"Iya sama-sama, ya sudah aku sudahi obrolan kita" kata Galang.


"Iya.." kata Angga.


Setelah selesai mengirim pesan kepada Galang, Angga kembali mengemas barang-barang nya hingga akhirnya malam tiba dan Angga sudah cukup kelelahan gegara mengemas barang-barang. Angga merebahkan tubuhnya di atas kasur supaya rasa lelahnya lekas hilang.


"Selamat malam duniaku" kata Angga.


Angga memejamkan matanya dengan perlahan-lahan sambil membayangkan betapa indahnya persahabatan yang sejati seperti di film-film angga berdoa semoga nanti di indonesia ia bisa bertemu dengan orang-orang baik yang mau berteman dengan dirinya.