Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
kesal



Natasha dan Angga tidur bersebelahan namun mereka sama-sama menghadap ke lain arah karena tidak biasa tidur berdua dengan lawan jenis


"Nat,kalo suatu saat tiba-tiba aku terkena penyakit yang mematikan seperti Danial gimana??apa kamu bakal tetap setia dengan aku atau justru mencari lelaki lain??"


Tanya Angga kepada Natasha


"Aku akan tungguin sampai kamu sembuh.."


Jawab Natasha dan langsung menghadap ke belakangnya membuat dia dan Angga berhadap-hadapan


"Kenapa,kamu kan bisa mencari lelaki lain contohnya farel tapi kenapa kamu malah tetap mau setia dengan aku???"


Tanya Angga lagi


"Karena aku mencintaimu.."


Jawab Natasha sambil tersenyum


"Apa??kurang keras ngomongnya,yang kencang donk ngomongnya.."


Tanya Angga yang sengaja meledek Natasha


"Terserah kamu saja lah,aku capek mau tidur.."


Jawab Natasha dan langsung molor dengan nyenyak nya


"Yeah ini anak mau di ajak ngobrol malahan tidur,untung kamu anaknya om giffard jadi aku berusaha nahan supaya gak khilaf melihat kamu..."


Kata Angga sambil mengusap-usap rambut harum nya Natasha


Tiba-tiba ponselnya Angga berdering dan ternyata itu dari giffard,Angga langsung mengangkat panggilan giffard tersebut


"Hallo om,kenapa ya??"


Tanya Angga kepada giffard di dalam telfonnya


"Kamu sama Natasha tidur satu ranjang??atau beda??"


Tanya giffard


"Hm,satu ranjang om karena rumah nya kecil hanya ada 1 kamar untuk tidur tapi om tenang aja Angga gak bakalan macam-macam kok.."


Jawab Angga dengan santai


"Oke,tapi ingat jika kamu berani macam-macam dengan Natasha maka kamu akan berurusan dengan om.."


Kata giffard dengan nada tinggi nya dan langsung memutuskan panggilan telepon nya


"Om giffard itu udah nelpon gak pake salam, truss ngancem dan ganggu aku lagi ngeliatin anak nya yang manis ini.."


Gerutu Angga


Di kediaman giffard terlihat Danial sedang berbaring di sofa biasa dia pake untuk menonton televisi


"Enak juga ya gak ada Natasha,gw jadi bebas mau nonton tv gak berebut sama dia.."


Kata Danial sambil rebahan di sofa dan asyik menonton TV karena biasanya kalo ada Natasha pasti mereka sampai main timpuk-timpukan bantal terlebih dahulu dan yang menang bisa menonton tv sambil tiduran di sofa,Danial selalu kalah karena kalo Natasha kalah dalam pertarungan bantal dia akan langsung mencakar seperti seorang kucing garong


Danial masih sangat asyik menonton televisi bahkan sambil tertawa-tawa


Beberapa jam kemudian Danial sudah terlihat kelelahan karena ketawa terbahak-bahak akibat menonton acara televisi Danial memutuskan untuk masuk ke kamarnya dan tidur tetapi dia kaget melihat 30 panggilan tidak terjawab dari Tyas


"Ngapain si Tyas telpon ya??malahan ponselnya gw mode hening pula,gw telpon balik aja lah.."


Kata Danial dan langsung menelpon balik Tyas


Tyas yang sedari sudah kekesalan akibat panggilan dari dirinya di abaikan oleh Danial sebanyak 30 kali langsung membanting ponselnya ke kasur tetapi tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata itu dari Danial,Tyas langsung mengangkat panggilan telepon tersebut


"Danial,lu itu budek apa gimana sih??30 kali loh gw telpon lu tapi di abaikan.."


Gerutu Tyas di dalam telpon nya


"Ya maaf soalnya tadi gw lagi nonton tv truss hp nya gw mode hening dan gw taro di kotak khusus untuk hp yang berada di meja samping sofa.."


Kata Danial dengan santai


"Hmm.."


Kata Tyas dengan singkat


"Btw ngapain lu nelpon gw sampai sebanyak itu, jangan-jangan lu ngefans berat sama gw ya??"


Tanya Danial sambil meledek


"Amit-amit deh gw ngefans sama lu,gw tadi nelpon lu karena soal Melly dan rayya.."


Jawab Tyas


"Ngapa mereka berdua??"


Tanya Danial lagi


"Dan,lu tau gak?? sebenarnya rayya sama Melly sama-sama suka sama lu tapi mereka malu ungkapin nya.."


Jawab Tyas dengan jujur tetapi Danial malahan tertawa karena tidak percaya bahwa Melly menyukainya


"Gw gak tau dan gak mau tau,lagi pula gw gak mau pacaran dulu sampai Natasha menikah dengan seorang lelaki yang benar-benar harapan gw yaitu seorang lelaki sejati yang dapat menjaga Natasha hingga akhir hayatnya.."


Kata Danial dengan nada santainya


"Terserah lu deh yang jelas mereka berdua cinta banget sama lu.."


Kata Tyas dan langsung memutuskan panggilan telepon nya


"Dih malahan di matiin padahal gw belum selesai ngomong, bodoamat lah gw gak peduli.."


Kata Danial dan langsung masuk ke dalam kamarnya serta tidur


Di kamarnya Tyas dia sedang sangat emosi dengan Danial karena Danial tidak percaya apa yang dirinya katakan padahal sudah jelas bahwa Danial di sukai oleh dua wanita sayangnya Danial tidak peka


"Danial giffard Alexander lorenzilia lu itu benar-benar ngeselin tau gak kesel banget gw sama lu,susah banget sih buat lu percaya sama orang lain meskipun hanya sekali..."


Gerutu Tyas sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal


"Lama-lama bisa stress gw temenan sama Danial,udahlah gak ada gunanya juga gw ngamuk-ngamuk sendiri Danial nya juga gak bakalan denger mending tidur truss besok baru ngamuk ke Danial nya.."


Sambung Tyas dan langsung tidur