Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Keharmonisan yang begitu nyata



Sesampainya di rumah keluarga giffard,


Mereka langsung masuk karena kecapean mereka tertidur kecuali Natasha yang hanya merebahkan tubuhnya di kasur


Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore namun keempat cogan tersebut belum bangun sedangkan Natasha sudah mandi sore hingga akhirnya mamah Miu membangunkan mereka


"Bangun,udah sore ini kalian belum mandi dan beribadah.."


Ucap mamah Miu namun Danial masih sayup-sayup tapi berusaha untuk bangun dari tidurnya yang cukup nyenyak


"Woy,bangun kebo banget sih lu pada.."


Ucap Danial kepada ketiga temannya itu tanpa Danial sadari bahwa dia sendiri lebih kebo dari Angga,farel dan Galang


"Ngatain orang kebo,diri sendiri nya aja kebo.."ada


Ucap ledek Natasha membuat Danial gemas dan mencubit kencang pipinya


"Aduhhh,sakit tau kakak kira pipi aku ini bakpao apa??"


Tanya gerutu Natasha


"Iya,pipi kamu kayak bakpao.."


Jawab Danial


"Gak,yeuh.."


Ucap tak mau mengalah Natasha membuat Danial makin gemas dengan dia dan ingin sekali mencubit nya kencang namun ada mamah nya jadi hanya Danial usap-usap kepalanya saja dan langsung pergi ke kamar mandi


Miu hanya tersenyum melihat tingkah kedua anak-anaknya yang sudah tumbuh dewasa namun masih seperti bocah kecil,Danial kembali keluar dari kamar mandi dan membawa sebuah gayung berisikan air membuat Natasha dan mamahnya bingung


"Pernah gak kalian lagi tidur ketimpa air??"


Tanya Danial kepada teman-temannya yang masih tidur namun sudah sedikit sadar


"Kakak mau ngapain??"


Tanya Natasha


"Mau nyiram tiga bayi,biasa belum mandi.."


Jawab Danial dan berpura-pura akan menuangkan air tersebut ke farel,Angga dan Galang mengetahui hal tersebut angga,Galang dan farel langsung bangun dari tidur mereka


"Danial kejam banget temannya sendiri mau di siram.."


Ucap kesal Galang


"Lagian lu bertiga pada gak bangun juga, inget kita belum sholat woy.."


Kata kesal Danial


"Ehh,iya gw lupa.."


Ucap farel dan langsung menuju ke kamar mandi kemudian di ikuti oleh Angga


Mereka mereka langsung turun lantai bawah untuk ke tempat yang biasa digunakan untuk sholat oleh keluarga giffard


Setelah menjalankan kewajiban mereka menuju ruang makan karena laper disana sudah ada banyak makanan yang cukup membuat perut kelaparan apalagi makanan tersebut adalah kolaborasi antara mamah Miu dengan Natasha pasti membuat perut keroncongan


Belum sempat mereka mengambil makanan tiba-tiba ada suara kakek Daniel dan papa giffard membuat mereka semua menengok ke arah belakang dan ternyata benar itu adalah Daniel dan giffard


"Loh,papa sama kakek kok bisa barengan??"


Tanya Danial


"Kenapa emangnya gak boleh??kakek kangen sama Angga.."


Kata kakek Daniel


"Iya,kangen pengen menguji Angga sebagai menantu keluarga giffard.."


Ucap giffard yang sudah tau maksud ucapannya kakek Daniel


"Uwaw,mantap sekali.."


Kata Danial


Angga hanya diam karena tau bahwa ujian tersebut pasti akan tetap dia ikuti meskipun sangat lah berat namun Angga tidak akan menyerah untuk mendapatkan Natasha seutuhnya dan menjadikan natasha sebagai pendamping hidupnya nanti


"Om,Kalo misalnya Angga gagal dalam rintangan tersebut bagaimana??"


Tanya Galang kepada giffard


"Kalo gagal satu kali tidak masalah,kalo dua kali harus waspada kalo ke tiga kalinya dia gagal maka akan diputuskan hubungannya.."


Jawab giffard


Farel yang mendengarnya jadi gembira karena itu artinya kesempatan dia untuk mendapatkan Natasha masih sangat besar lagipula selama ini farel jarang melihat Natasha dan Angga ber mesra-mesraan pasti lah hubungan mereka tidak harmonis menurut pikiran farel


"Tenang aja gw gak bakalan gagal,gw bakalan memperjuangkan Natasha dan natasha akan menjadi pendamping hidup gw untuk selamanya.."


Ucap angga yang tau isi pikirannya farel


"Eakk,bisa aja gombalnya.."


"Gw lagi gak gombal.."


Kata datar Angga dan langsung melanjutkan makannya lagi


Giffard hanya diam saja karena masih belum mempercayai ucapan Angga karena suasana hening Natasha langsung berusaha memecahkan keheningan tersebut


"Ohh ya,aku pengen punya adek nggak mau jadi anak terakhir di jahil-in Mulu sama kak Danial.."


Ucap Natasha membuat semuanya kaget termaksud kakek nya


"Kok gw??ehh btw gw juga mau sih punya Adek lagi,Dede bayi siapa tau aja mukanya sama ganteng dengan abangnya.."


Ucap geer Danial


"Nggak,aku maunya punya Adek perempuan biar cantik kayak aku.."


Kata Natasha


"Laki-laki.."


Kata Danial dengan tidak mau mengalah nya


Membuat kedua orangtuanya bengong akibat ulah anak-anaknya itu


"Mah,nata mau punya adek.."


Ucap Natasha dengan wajah melasnya


"Nial,juga mah tapi laki-laki bukan perempuan nanti kalo perempuan sifatnya mirip sama si Nata lagi.."


Ucap danial


"Loh,kenapa bisa kompak gini??"


Tanya mamah Miu yang keheranan


"Nggak tau.."


Jawab Danial dan Natasha secara bersamaan


"Mah,boleh kan??"


Tanya Natasha


"Nggak,mamah itu sudah tua jadi gak mungkin punya anak lagi.."


Jawab mamah Miu


"Tapi mamah masih seger kelihatannya belum ada tua-tuanya sama sekali.."


Ucap Danial


"Itu kan diluar belum tentu didalamnya.."


Kata mamah Miu


"Pah,nial mau punya adek.."


Ucap manja Danial


"Papah mah terserah mamah mu saja.."


Ucap giffard


"Halah,papah juga mau kan sebenarnya yang nyuruh Danial sama Natasha kan papah tadi.."


Ucap keceplosan Danial membuat giffard langsung mencubit nya


"Ohh,jadi dalangnya itu kamu.."


Ucap Miu kepada giffard


Giffard hanya senyam-senyum karena ketahuan dan langsung pergi keluar dari ruangan tersebut akibat malu


"Mamah,papah marah tuh,mamah sih gak mau..."


Ucap Danial


"Kamu ini ya,mamah potong uang jajan mu nanti..."


Ucap kesal mamah Miu


"Ngakak,di potong uang jajannya Danial.."


Kata ketiga sahabat cowoknya(Angga,Galang dan farel)


"Sabar ya,kak.."


Ucap Natasha namun sambil nahan tertawa


Danial hanya melongo karena mamah nya kalo motong uang jajan itu gak kira-kira bisa bisa Danial hanya dikasih 50 ribu