
...6 tahun kemudian.....
Pada siang hari yang begitu terik..
Caca sedang berada di sekolahnya dan dia tengah menunggu Ryan datang namun disaat dirinya tengah menunggu kedatangan Ryan didepan gerbang sekolah dia dihampiri oleh sekumpulan perempuan-perempuan yang berwajah sangat jutek dan dikenal suka menghina orang lain.
"Apakah kamu yang bernama Caca?" tanya salah satu perempuan itu.
"Iya, saya adalah Caca.. memangnya kenapa?" tanya Caca.
"Oh, ini perempuan centil yang suka mendekati kak Roy.." kata perempuan itu.
"Oh, saya tidak pernah mendekati kak Roy lagipula saya sudah memiliki seorang kekasih" kata Caca lagi.
"Aku tidak percaya, kamu adalah perempuan berbisa!" kata sombong perempuan itu
Perempuan itu berniat ingin menyakiti Caca namun sayangnya rencananya gagal karena Ryan datang secara tiba-tiba, Ryan datang menggunakan motor sport miliknya yang berharga sangat mahal bahkan motor gurunya saja tidak sebanding dengan motornya Ryan.
"Jauhi kekasih saya!" perintah Ryan. Ryan terlihat sangat tampan bak seorang pangeran muda yang berada di negeri-negeri dongeng itu, Ray memiliki body yang atletis dan ketampanan yang berada jauh diatasnya Angga ataupun Farel.
"Siapa kamu?" tanya gadis itu.
"Saya adalah kekasihnya Caca.." balas Ryan.
"Apa? jadi selama ini Caca berpacaran dengan seorang om-om tua?" ejek gadis itu.
"Lebih baik berpacaran lalu dinikahi daripada dihamili duluan hanya demi ponsel terbaru" kata Ryan.
Ryan menghina balik perempuan itu karena perkataan mereka sudah cukup membuat hatinya terbelah, Ryan memang jauh lebih tua dari Caca namun rasa cinta Ryan kepada Caca sangatlah besar bahkan sebesar guncangan gempa bumi yang bisa menyebabkan bencana tsunami dilautan. Sesudah menghina para perempuan itu, Ryan langsung mengajak Caca untuk naik ke motornya karena hari sudah semakin sore dan sebentar lagi mereka akan ke suatu tempat yang sangat romantis.
"Jika kalian masih berani menghina Caca, maka kalian harus bersiap-siap menerima balasan dari diriku" ancam Ryan. Ryan langsung menjalankan motornya dan Caca langsung berpegangan, Caca dan Ryan terlihat sangat serasi bahkan keduanya terlihat seperti sudah menikah.
Setengah jam kemudian..
Motor Ryan sudah tiba dihalaman kediaman keluarga manohara, Ryan langsung memarkirkan motornya lalu mengajak turun Caca. Mereka berdua turun dari atas motornya lalu masuk kedalam rumah sambil berpegangan tangan, Caca dan Ryan tidak malu berpegangan tangan didepan kakek dan neneknya Caca.
"Selamat datang cucuku.." sapa nenek.
"Iya nek.." sahut Caca.
Caca membuka sepatu sekolahnya kemudian Caca duduk di atas sofa, Caca duduk sambil memakan cemilan ringan buatan neneknya. Caca sangat menyukai keripik kentang dan setiap hari Caca selalu memakannya walaupun terkadang giginya suka sakit kentang memakan keripik kentang buatan sang nenek. Ketika Caca tengah asyik memakan keripik kentang tersebut, secara tiba-tiba giginya merasakan sakit dan dia kembali kesakitan seperti sewaktu kecil.
"Aduh, gigi aku sakit sekali.." rintih Caca, Caca merintih kesakitan gegara memakan keripik kentang yang rasanya sangat asin pedas itu. Caca memegangi pipinya supaya rasa sakitnya hilang namun semakin lama dia berusaha untuk menghilangkannya maka akan semakin sakit giginya.
"Ca, kamu kenapa?" tanya nenek.
"Gigi aku sakit.." balas Caca.
"Apa? sini biar nenek obati.." kata nenek. Nenek mengambil sebuah obat tradisional untuk mengobati gigi Caca yang tengah sakit, nenek berusia untuk membuat Caca sembuh dengan obat tradisional itu.
Neneknya Caca meracik obat tradisional itu dengan dedaunan yang dipercaya bisa mengobati rasa sakit pada gigi dan sesudah meracik obat herbal untuk cucunya, neneknya Caca langsung memberikan obat herbal itu kepada Caca supaya rasa sakit yang Caca derita bisa secepatnya hilang. Caca meminum obat herbal buatan sang nenek, obat tersebut rasanya sangat pahit bahkan seperti tidak memiliki rasa sedikitpun namun mau bagaimana lagi itu adalah satu-satunya cara yang bisa membuat rasa sakit giginya menjadi hilang atau mereda.
"Bagaimana apakah rasa sakitnya sudah hilang?" tanya nenek.
"Masih sedikit terasa namun sudah rada membaik.." balas Caca.
"Ca, aku ingin berbicara dengan dirimu.." kata Ryan kepada Caca.
"Kamu ingin berbicara apa?" tanya Caca.
"Aku menyukai dirimu, apakah kamu mau menjadi kekasihku?" tanya Ryan kepada Caca.
Caca terdalam sejenak sembari memikirkan jawaban yang tepat, Caca tidak tahu harus menjawab apa meskipun sebenarnya ia juga menyukai Ryan namun dirinya masih belum siap untuk memiliki seorang kekasih.
"Ca, kenapa kamu malah terdiam?" tanya Ryan.
"Aku menyukai dirimu tapi aku ragu untuk menjadikan dirimu sebagai kekasihku" kaya kata Caca dengan semua kejujurannya.
"Kamu tidak usah ragu, aku akan terus mencintai dirimu meskipun usia kita berbeda jauh" kata Ryan.
Ryan memegang tangan Caca lalu Ryan mencium tangan Caca dengan penuh ketulusan dan kelembutan yang berada didalam hatinya, Ryan berusaha untuk meyakinkan Caca bahwa dialah orang yang pantas untuk menjadi kekasihnya.
"Kamu tenang saja, aku akan terus menunggumu bahkan sampai tuhan mencabut nyawaku" kata Ryan.
"Kakak kenapa berbicara seperti itu? aku bersedia menjadi kekasih kakak namun dengan satu syarat" kata Caca.
"Syaratnya apa?" tanya Ryan
"Kamu tidak boleh mengatur diriku karena aku adalah orang yang paling tidak suka diatur" kata Caca.
Caca memberi tahu semua sifat dan kelakuan buruknya kepada Ryan supaya Ryan tidak membencinya ketika melihat sifat dan kelakuan buruknya, Caca tidak ingin hubungannya kandas hanya karena Ryan tidak mau menerima kelakuannya yang buruk. Setelah memberi tahu semua kelakuan buruknya, Caca bertanya kepada Ryan.
"Bagaimana apakah kamu siap?" tanya Caca.
"Iya, aku siap!" balas semangat Ryan.
"Baiklah, aku menerima cintamu.." kata Caca
Ryan langsung tersenyum dan setelah itu Ryan langsung memeluk tubuh Caca dengan erat, Ryan memeluk Caca dihadapan kakek dan neneknya. Kakek dan neneknya Caca yang melihat keromantisan dari cucunya hanya bisa tersenyum karena mereka sangat bahagia saat melihat cucu kesayangannya tersenyum.
"Seandainya saja aku masih muda, pasti aku pasti akan menggendong dirimu kepelaminan" kata kakeknya Caca kepada sang nenek.
"Kamu jangan gombal, kita itu sudah tua" kata neneknya.
"Tapi aku masih bisa menggendong tubuh kamu" kata kakek.
"Sudah jangan berbicara yang tidak-tidak, nanti jika pinggang kamu sakit, siapa yang susah?" tanya nenek.
"Kamu donk.." balas kakek.
Hara masih bersikap sama seperti dulu alias budak cinta dan suka sekali memberikan gombalan maut kepada sang istri meskipun sekarang mereka sudah berusia lanjut usia namun rasa cinta yang berada didalam lubuk hatinya akan tetap sama seperti dahulu kala.
************
...Pengumuman!!...
Hai, aku tengah merevisi bab ini jadi lebih baik kalian pindah terlebih dahulu ya, di karyaku yang berjudul "Akibat dendam keluarga".
Terimakasih untuk yang para pembaca karyaku dan terimakasih juga karena sudah memberikan like kepada karyaku.