
Angga dan Galang langsung masuk kedalam kamarnya masing-masing karena sudah sangat kelelahan mereka tertidur dengan sangat lelap sampai tidak menyadari bahwa kedua orang tua mereka menelpon orang tua Galang sudah kembali ke Jepang begitu juga dengan orangtuanya Angga mereka masih berada disana dan meninggalkan anak-anaknya di Indonesia
Angga dan Galang bangun secara bersamaan keduanya kaget melihat panggilan dari orangtuanya
"Ga,bunda lu juga nelpon??"
Tanya Galang kepada Angga
"Iya,emang mama lu nelpon juga??"
Tanya balik Angga
"Iya, kira-kira kenapa ya??"
Tanya Galang sedikit cemas maklumlah mereka tinggal jauh dari kedua orang tua
Jadi kalo orangtuanya menelpon sampai berkali-kali pasti mereka cemas takut terjadi apa apa dengan orangtuanya di sana
"Ntah lah,kita telpon balik saja..."
Jawab Angga dan langsung menelepon bunda nya namun operator yang menjawabnya
Di sekolah Angga dan Galang tetap cemas karena orangtuanya menelpon hingga berkali-kali secara berbarengan pasti ada kabar yang sangat penting
"Kira-kira ada apaan ya ga??"
Tanya Galang kepada Angga
"Gak tau,gw takut terjadi sesuatu..."
Jawab Angga kemudian terdiam
Geng mereka yang melihatnya menjadi terheran-heran karena Galang dan angga secara berbarengan menjadi sangat pendiam hari ini bahkan tidak ingin makan padahal biasanya Galang yang heboh duluan
"Kira-kira Angga sama Galang kenapa ya??"
Tanya Natasha
"Palingan si Angga sama Galang lagi cemas sama keadaan ortu mereka biasanya sih ortu mereka menyepam telepon secara berbarengan itu yang membuat mereka cemas takut ada apa-apa..."
Jawab Danial yang sudah sangat mengenal Angga dan Galang
"Kasihan sekali mereka tidak terlalu Deket dengan orang tuanya terutama Angga dari masih bayi dia di asuh oleh nenek nya maklum lah Tante veliska orang sibuk..."
Kata rayya
Jam pulang berbunyi Angga dan Galang langsung pulang ke rumahnya meninggalkan yang lain sesampainya di rumah Angga melihat orangtuanya Angga namun tidak dengan orangtuanya Galang
"Tante,om..."
Sapa Galang namun nada nya terlihat sedih karena dia merindukan kedua orangtuanya
Galang tidak menyadari jika papa dan mama nya berada di belakangnya mereka sengaja ingin membuat kejutan untuk anak-anaknya karena besok Galang dan Angga berulang tahun ke 17
Tahun
"Surprise..."
Kata kedua orangtuanya Galang
Kata Galang dan langsung memeluk kedua orangtuanya
Mereka meminta bantuan giffard dan Miu menyiapkan tempat yang bagus untuk acara ulangtahun Angga dan Galang karena mereka tidak tau tempat di Indonesia yang cocok untuk acara seperti itu
"Wih makin cakep-cakep aja nih dua cogan..."
Puji bunda nya Angga
"Tante menghina, jelas-jelas Galang standard kayak Standard motor..."
Kata Galang dengan jujur membuat mereka tertawa
"Sudah-sudah ayok kita makan pasti kalian lapar kan..."
Kata mama nya Galang
Mereka menuju ke meja makan dan makan bersama-sama itu adalah pertamakali nya mereka dapat berkumpul meskipun sudah tidak ada kakek dan neneknya
"Angga kangen sama nenek dan kakek kita ziarah ke makam mereka yuk.."
Ajak Angga
"Iya nanti kita ke makam kakek dan nenek tapi nanti sore ya om sama Tante capek banget nih..."
Kata papa nya Galang
"Oke om,angga juga mau tidur dulu..."
Kata Angga yang sangat bergembira bisa menjenguk kakek dan neneknya lagi meskipun sudah berbeda alam
Setelah mereka makan mereka langsung menuju kamarnya masing-masing karena ingin tidur siang
Tepat pukul tiga mereka terbangun dan langsung mandi tapi papa nya Galang dan papa nya Angga rebutan kamar mandi karena kamar mandi di kamar mereka sedang di pakai oleh istrinya
Pada akhirnya harra mengalah karena males berdebat dengan adik iparnya alias papa nya Galang
"Sepertinya aku harus merenovasi rumah ini dan menambah kan jumlah kamar mandinya menjadi 100 supaya tidak berebutan lagi..."
Kata harra di dalam hatinya
Setelah selesai mandi mereka berangkat menggunakan mobil nya masing-masing ke kuburan kakek dan neneknya tapi kali ini angga berada di belakang karena ayah nya yang menyetir
Sesampainya di kuburan umum mereka langsung turun dan menuju kuburan kakek dan nenek nya
Mereka berdoa untuk mendiang kakek dan neneknya
"Nek, angga kangen seandainya nenek masih hidup pasti Angga akan membuat nenek Bangga..."
Kata Angga sambil meneteskan air matanya
"Mah,makasih sudah merawat Galang dan Angga waktu bayi maafkan kita karena terlalu sibuk dengan pekerjaan..."
Kata mama nya Galang
Menurut mereka neneknya adalah sosok yang sangat baik hati dan sederhana mungkin karena nenek mereka dulu adalah orang yang tidak mampu berbeda dengan kakek mereka yang sudah menjadi direktur Angga dan Galang selalu mencontoh perilaku mendiang neneknya
Dan selalu mendoakan untuk mendiang nenek mereka karena matahari hampir tenggelam mereka memutuskan untuk pulang ke rumahnya