Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
bertemu dengan gadis gendut



Bel masuk berbunyi dinas bersama geng nya berjalan menuju kelas akan tetapi tiba tiba dinas ingin membuang hajat kecil jadi dia pergi ke toilet dulu


"aduh,kenapa sih pas mau pelajaran pak santo selalu aja gw kebelet apa karena takut ya??"batin dinas


setelah selesai dinas langsung berlari dengan sangat kencang namun tiba tiba dinas kehilangan kendali dan menabrak seorang gadis gendut


"aduh ketubrukan sama gajah lagi"batin dinas


dinas memang suka membully anak anak lain itu sebab nya dia sering di panggil keruangan kepala sekolah


"maaf kak"kata gadis itu


"iya iya,awas gw telat gegara lu"kata dinas


dinas segera berlari lagi menuju kelas nya,gadis itu masih melihati dinas


"fa,kok bengong aja sih ada apa??"tanya teman nya


"gak papa,aku cuma kagum sama dinas"jawab gadis itu


kedua gadis itu pergi menuju kelas nya saat bel pulang berbunyi mereka ke kantin terlebih dahulu


"lang,liat deh kumuh banget sekolahan nya"kata dinas sambil berbisik ke gilang


"lu gak boleh begitu meskipun sekolahan ini biasa aja tapi setidaknya berguna bagi rakyat rakyat kaum menengah atau bawah lagipula sekolah ini adalah dari pemerintah"ujar gilang


sekarang dinas harus bersekolah negeri biasa karena perusahan papa nya sedang mengalami penurunan drastis akibat bersaing ketat dengan perusahaan alaska. dinas benar benar sangat jengkel jika dia harus bersekolah di sekolah negeri dia mau nya adalah sekolah internasional berbeda dengan dinas,gilang justru mensyukuri apa yang ada dia tau bahwa perusahaan papa nya sedang menurun drastis itu artinya ekonomi keluarga mereka juga sedang turun setiap orang pasti akan di uji melalui seseorang atau ekonomi.


dinas dan gilang pulang menuju rumah nya masing masing,dinas di jemput oleh angga sedangkan gilang di jemput oleh galang. di dalam mobil dinas hanya cemberut


"kamu kenapa??lapar??"tanya angga


"pah,dinas tuh pengen sekolah di sekolah internasional bukan di sekolah negeri kayak begini"jawab dinas sambil gerutu


"nas,kita tuh sedang di uji sayang seharusnya kamu bisa mengerti dan mensyukuri apa yang ada masih banyak yang ekonomi nya berada di bawah kita"nasehat angga kepada dinas


"ini semua gegara keluarga alaska dia selalu saja tidak mau terkalahkan oleh keluarga kita"jawab angga


"ihh,liat saja nanti pas dinas udah besar dinas akan menyingkirkan keluarga alaska dan membuat keluarga kita semakin berjaya"kata dinas yang geram dengan keluarga alaska


angga tersenyum dia yakin bahwa suatu saat anak nya akan membawa kesuksesan pada perusahaan nya apalagi dinas cukup pintar dan kemampuan nya sebelas duabelas dengan sang papa


dinas kelelahan dia pun tertidur jarak sekolah dinas sangat jauh dari rumah jadi dinas tertidur angga menyelimuti sang anak dengan selimut yang dia bawa dari rumah


"maafkan papa ya nak,gegara papa kamu harus kecapean seperti ini mungkin benar kata david aku memang tidak bisa di andalkan"batin angga


angga terus menjalankan mobil nya sore pun hampir tiba mereka baru sampai,angga tidak tega membangunkan dinas jadi dia menggendong nya


Angga memencet bel rumah nya keluarlah seorang wanita cantik yang sudah sedikit berkeriput siapa lagi kalo bukan nyonya manohara atau natasha


"ga,kamu gendong dinas apa gak berat??"tanya natasha


"berat,kamu malah menghalangi di depan pintu"jawab angga


natasha minggir lalu angga masuk ke dalam,angga menaruh dinas di sofa karena pinggang nya merasakan nyeri atau bisa di sebut dengan encok


"kamu kenapa??"tanya natasha


"pinggang ku sakit"jawab angga


"kamu sih sok-sokan gendong dinas padahal umur sudah tua udah sering encok masih aja sok sokan"ceramah natasha lalu manyun


"iya iya,kalo sekali lagi kamu manyun kayak begitu aku cium"ancam angga


"iya kah??kalo gitu aku kabur"kata natasha


natasha langsung berlari,angga merasa dirinya di tantang oleh sang istri angga mengejar natasha untuk mencium nya namun natasha malah membuat juniornya bangun