
Ryan masih asyik bermain bersama thea namun ryan bingung kenapa mereka harus menaik pesawat
"tante,kita mau kemana??"
Tanya ryan
"ke rumah mama tyas..."
Jawab thea
"ohh,tante iyan lapel.."
Kata ryan
Thea langsung mengeluarkan cemilan untuk ryan terlihat banyak sekali jajanan ringan galang kelaparan dan mengambil beberapa cemilan sekaligus
"nih rel,makan dulu gak baik lu bengong terus kek gini..."
Kata galang sambil menyerahkan makanan untuk ryan
Farel mengambil nya lalu memakan dengan perlahan hari semakin larut thea serta ryan sudah tertidur pulas begitu juga dengan galang hanya farel yang masih bangun
Kebesokan hari nya mereka sudah sebentar lagi mendarat di negara tempat tyas berada
Galang,thea dan ryan sudah terbangun sedangkan farel belum
"rel,bangun bentar lagi mendarat nih.."
Kata galang
Farel terbangun dari tidur nya dia sangat lapar
"dek,ada makanan gak??"
Tanya farel kepada thea
"ada nih..."
Jawab thea sambil mengasih plastik berisi makanan
Farel melahap nya bersama dengan galang juga ryan yang tengah di pangku oleh farel
"papa,aku mau makan ayam.."
Kata ryan
"nanti ya nak,pas kita turun kita makan ayam"
Kata farel dengan santai
Ryan menunggu sampai karena dia menginginkan makan ayam cukup lama mereka berada di dalam pesawat akhirnya pesawat itu mendarat juga mereka turun dari dalam pesawat
"papah,iyan pengen makan ayam.."
kata ryan sambil menangis
"iya sayang nanti kita cari restoran yang ada ayam nya ya..."
kata farel sambil tersenyum
Farel masih menggendong ryan sambil membawa koper di tangan kirinya untung ryan di gendong menggunakan gendongan yang bisa di iketkan ke tubuh nya farel jadi farel tidak perlu repot repot menggendong ryan
thea dan galang berjalan di belakang karena perut thea sedikit sakit maklum thea lagi hamil muda jadi rentan
"rel,mau kemana??"
tanya galang
"nyari restoran soalnya kasihan ryan kelaparan..."
jawab farel
Farel terus berjalan mencari sebuah restoran cepat saji hingga akhirnya mereka menemukan sebuah restoran mereka masuk ke dalam untuk makan
"papah,iyan mau ayam.."
"iya sayang,nih papa pesanin.."
kata farel
farel beranjak menuju tempat buat memesan makanan untung farel bisa berbahasa inggris meskipun hanya sedikit farel lebih bisa berbahasa jepang dan korea karena dia pernah sekolah di jepang
farel kembali menuju ke sang anak dan duduk cukup lama mereka menunggu pesanannya akhirnya jadi juga farel menyuapi ryan dengan sangat hati hati supaya tidak berbahaya bagi sang anak
"yan,kalo ada yang keras nya buang ya jangan di makan.."
kata farel
Ryan mengerti dan membuang beberapa bagian ayam yang keras
satu jam kemudian mereka sudah kenyang dan melanjutkan perjalanan nya lagi menuju rumah tyas
di kediaman tyas terlihat tyas yang sudah memakai dress panjang dan sangat cantik pasti nya dia berharap farel akan datang untuk menggagalkan acara itu
"farel kamu kemana sih??"
tanya tyas yang mulai cemas
Sebentar lagi pernikahannya akan di mulai namun farel belum juga sampai di mobil nya farel merasa sangat frustasi galang berusaha untuk mengebut secepat kilat tapi kemampuan menyetir galang tidak seperti danial
Ijab kabul nya akan segera di laksanakan tapi luna masih berusaha untuk mengundur waktu supaya tepat farel datang hanya luna yang masih mempedulikan hubungannya tyas dengan farel,rangga sudah terhasut oleh papa nya untuk menikahkan tyas dengan lelaki tersebut
"ihh,farel lama banget sih.."
gerutu luna
tamu undangan mulai pada berdatangan dan berkumpul serta penghulu juga sudah datang tyas pun turun dari anak tangga rumah nya dengan dress berwarna putih tyas sedikit memperlambat jalan nya namun mama nya menyuruh untuk cepetan jadi tyas kembali menormalkan jalan nya
tyas duduk di samping lelaki tersebut dan ijab kabul akan segera di lakukan baru saja penghulu tersebut mengucapkan satu kata tiba tiba farel datang bersama galang dan thea
"tungguuu"
teriak farel
Mereka terbengong melihat sosok farel zaviero pengusaha muda yang memiliki paras tampan seperti seorang boneka
farel menghampiri tyas sedangkan tyas bangun dari duduk nya dan berlari ke farel juga
"aku gak nyangka kamu bakal menyusul.."
kata tyas sambil mengeluarkan air mata nya
"aku gak akan biarkan kamu di nikahi oleh lelaki lain,aku lah yang akan menikahi kamu.."
kata farel sambil memegang tangan nya tyas
Farel berjongkok dan mengeluarkan sebuah kotak cincin perhiasaan farel membuka kotak tersebut terlihat cincin berlian mewah
"maaf jika aku terlambat melamar kamu tapi aku melakukan ini supaya nanti kamu tidak ikut hidup susah,semenjak aku memutuskan bekerja sama dengan perusahaan alvaro keuangan perusahaan ku menurun drastis jadi aku harus menabung untuk membelikan cincin terbaik buat kamu.."
kata farel dengan jujur
"aku tau,tapi aku gak butuh harta aku cuma butuh kamu sekalipun kamu bangkrut aku akan menemani kamu untuk memulai semuanya dari awal lagi.."
kata tyas sambil menangis terharu
thea kaget mendengar perkataan sang kakak karena ternyata farel memikul beban keuangan keluarganya sendirian
"mau kah kamu menjadi pendamping hidup ku??"
tanya farel hanya untuk memastikan
"tentu aku mau..."
jawab tyas
Farel mengambil cincin dari kotak nya dan memakai kan pada jari manis nya tyas mama nya tyas sangat terharu melihat ketulusan farel kepada anak perempuan nya itu
dia menyuruh sang suami untuk membatalkan perjodohan tyas dengan lelaki pilihan mereka meskipun berat papa nya tyas akhirnya memutuskan perjodohan tyas dengan anak rekan bisnis nya demi kebahagiaan sang putri kesayangan mereka