
Tanpa tersadar mereka bertiga tertidur dengan lelap disamping nya Danial
Kebesokan harinya dokter dan suster yang melihatnya merasa terharu dengan persahabatan mereka,mereka setia menunggu Danial tersadar dari komanya
"Permisi,saya akan memeriksa pasien dulu"
Kata dokter membuat mereka bertiga Terbangun
"Gimana dok?? sampai kapan Danial koma??"
Tanya ketiganya secara berbarengan
"Saya tidak bisa memastikan kalo itu,namun kondisinya semakin membaik"
Ucap dokter dan langsung pergi begitu saja
Tiba tiba mereka bertiga tersadar jika hari ini adalah hari Senin
"Hiyaaa...gw lupa hari adalah hari Senin"
Ucap Natasha dengan nada paniknya
"Gw juga, njirr"
Ucap Galang
"Ya udah kita pulang ke rumah sekarang dan mandi"
Kata Angga menenangkan kedua sahabatnya itu
Mereka bertiga pun segera menuju keluar rumah sakit namun tiba tiba mamah Miu membawakan baju untuk Natasha
"Nat..kamu mandi dirumah Angga aja,karena lebih deketan rumah dia"
Kata mamahnya,Natasha hanya mengangguk dan langsung pergi begitu saja
Setelah selesai mandi Natasha mencari sisir dan handuk namun tidak ada dikamar mandinya,ia terpaksa bertanya pada Angga
"Ngga.."
Kata Natasha dengan nada malunya
"Hmm"
Kata Angga
"Gw boleh minjem handuk kecil Ama sisir gak?? soalnya gw gak biasa pake alat pengering rambut"
Tanya Natasha
"Boleh,ambil aja dikamar gw"
Jawab Angga namun matanya asyik ke hp
Ketika masuk dikamarnya Angga,Natasha begitu kaget melihat foto foto yang terpajang dirapih dimejanya dan wajahnya begitu mirip dengan Natasha namun disitu tulisannya bukan Natasha melainkan Naomi seketika Natasha kaget dan ia tidak sengaja menjatuhkan pot yang terletak dimejanya Angga
Angga yang mendengarnya pun segera berlari menuju kamarnya
"Ada apa??kenapa??"
Tanya Angga seketika
"Nggak papa..gw cuma agak kaget aja, ngelihat foto cewek ini mirip banget Ama gw waktu masih kecil tapi namanya Naomi"
Jawab Natasha membuat Angga mematung
"Kenapa ga??dia siapa lu?? mantan??"
Tanya Natasha dengan nada Bingung nya
"Iya dia mantan gw.."
Jawab Angga kemudian Angga menyadari bahwa ia keceplosan
"Ohh.."
Jawab natasha singkat dan langsung pergi meninggalkan Angga
Mereka bertiga pun berangkat ke sekolah, terlihat wajah mereka tidak bahagia berasa ada kurang ketika tidak bersama Danial
Bahkan sepanjang pelajaran mereka bertiga hanya mematung,pak Wahyu yang menyadari bahwa Danial tidak masuk langsung bertanya kepada Angga
"Ngga..Danial kemana?? kenapa dia tidak masuk??"
Tanya pak Wahyu
"Danial koma pak,gak tau sampai kapan.."
Jawab Angga dengan wajah sedihnya
"Kenapa Danial bisa koma,ga??"
Tanya pak Wahyu lagi
"Kemarin Danial dikeroyok sama ratusan orang pak..kayaknya sih anak buahnya dari lawan bisnis papahnya"
Jawab Angga dengan nada bohong nya
"Kesian sekali Danial,baiklah besok akan kita adakan pengajian untuk mendoakan Danial ya anak anak"
Ucap pak Wahyu yang merasa kasihan
Melly dan rayya sangat syok ketika Angga bilang bahwa Danial koma karena mereka berdua sama sama menyukai Danial
Ketika jam istirahat,rayya dan Melly menghampiri Angga
"Ngga,siapa yang buat Danial kayak gitu??apa mungkin keluarga zaviero??karena setau gw selama ini yang dendam banget sama keluarga giffard cuma keluarga zaviero"
Kata rayya membuat Melly yang mendengarnya terdiam karena meskipun ia tidak dianggap oleh ayahnya tetap saja dia adalah anak dari keluarga zaviero
"Iya Ray,si farel yang ngelakuin itu..sampai terjadi apa apa dengan Danial gw pastiin farel akan bernasib sama dengan Danial bahkan lebih parah"
Kata Angga dengan nada kesalnya
Setelah bel pulang sekolah berbunyi,Angga langsung menancap kan gas mobilnya menuju rumahnya untuk berganti pakaian kemudian kembali menunggu Danial
Setelah semuanya selesai ganti baju mereka kembali menuju rumah sakit lagi untuk menunggu Danial tersadar bahkan mereka bertiga tidak makan sama sekali sedari tadi pagi,biasanya Galang yang merasa selalu lapar kini ia merasa tidak nafsu untuk makan meskipun hanya sedikit saja
Danial bener bener membuat ketiga orang tersebut hampir stress bukan angga,Natasha dan Galang saja namun papa giffard juga terlihat tidak nafsu makan sama sekali bahkan ia tidak berangkat ke kantornya karena menunggu kabar dari rumah sakit tentang Danial
Seminggu kemudian Danial masih saja koma hingga tiba tiba ada pergerakan dari tubuhnya Danial,dokter dan suster pun segera mengecek keadaannya Danial terlihat Danial yang membukakan matanya meskipun hanya sedikit Danial melihat sosok sahabat sahabat itu yang selalu setia menemani nya
Sayup sayup Danial mendengar suara orang memanggil manggil dirinya
"Danial, syukur deh sekarang lu dah bangun.. tau gak??gw hampir gak makan selama 4 hari gegara lu"
Kata Galang kepada Danial
"Kenapa kalian sampai segitunya??"
Tanya Danial
"Kita itu sahabat,kita akan selalu bersama selamanya"
Ucap Galang,Angga dan Natasha secara berbarengan
Danial yang mendengarnya sangat terharu dan memeluk ketiga sahabatnya itu,tanpa sadar dokter dan suster yang melihatnya pun ikut berkaca kaca melihat persahabatan mereka yang begitu murni dan tulus
"Ohh ya..nanti kita bakal ajak lu ke suatu tempat.."
Kata Natasha kepada kakaknya itu
"Mau kemana?? sekarang??"
Tanya Danial dengan nada semangat nya namun mukanya masih terlihat pucat
"Nanti lu juga tau..makanya sembuh dulu biar cepet cepet bisa keluar dari rumah sakit"
Ucap Angga namun Danial hanya tersenyum
Tiba tiba rayya dan Melly datang secara bersamaan membuat angga,Natasha dan Galang merasakan ada yang aneh dengan mereka berdua akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk keluar dari ruangan Danial dirawat
"Ehh..gw laper"
Kata Natasha
"Gw juga..udah 4 hari gak makan"
Ucap Galang
"Ya udah..ke restoran aja daripada disini Mulu dah sumpek gw selama seminggu dirumah sakit"
Ajak angga kepada kedua sahabatnya itu
Mereka bertiga langsung masuk kedalam mobil melihat kedua sahabatnya sudah menutup pintu mobilnya Angga segera menancapkan gas mobilnya,di tengah perjalanan angga menyadari bahwa daritadi Galang menatap Natasha sambil senyum-senyum sendiri membuat Angga sedikit cemburu
"Nat,lu itu cantik dan baik banget kenapa lu harus dijodohinnya Ama Angga sih??kenapa gak Ama gw aja"
Kata Galang didalam hatinya karena diam diam ternyata Galang menyukai natasha sejak awal bertemu namun Galang takut mengungkapkan perasaannya takut jika dia mengungkapkan nya Natasha malah akan menjauhi dirinya
Angga merasa tidak nyaman dengan tatapan Galang kepada Natasha membuat Angga makin menancapkan gas mobilnya itu supaya cepat sampai
"Anggaaa..lu kalo mau mati gak usah ngajak ngajak gw njirr"
Kata Natasha karena dia sadar bahwa kecepatan mobilnya Angga sudah melewati batas normal namun Angga hanya diam saja karena kesal melihat tingkah nya Galang