
Ketika sampai dipenjual gulali tersebut Natasha dan Angga melihat Luna sedang bersama Rangga mereka terlihat begitu akrab
Natasha yang melihatnya menjadi sangat senang karena itu artinya tidak akan ada yang mengganggu hubungan nya dengan Angga namun kebalikan nya dengan Angga dia tidak senang karena itu bisa merusak semua rencananya,Natasha menyadari jika Angga tidak terlalu senang melihat Luna dekat dengan Rangga
"Ga,kamu cemburu melihat mereka bersama ya??kamu menyukai Luna??"
Tanya Natasha
"Nggak,aku cuma penasaran kok mereka jadi akrab seperti itu.."
Jawab Angga namun Natasha masih tidak percaya dan malah hampir menangis tapi dia berusaha menahannya karena itu di jalanan
"Sayang,kamu gak usah takut donk aku cuma menyayangi kamu.."
Kata Angga yang tau Natasha tidak suka melihatnya dengan Luna
"Bener ya??"
Tanya Natasha
"Iya benar.."
Jawab Angga
"Awas saja kalo bohong kamu bakalan aku jadiin makanan buat buaya.."
Ancam Natasha namun sambil memperlihatkan wajah imutnya Angga hanya tersenyum
Luna yang melihat Angga dan Natasha menjadi sedih karena mereka benar-benar tidak bisa di pisahkan Rangga yang menyadari jika Luna menyukai Angga dia berusaha untuk membuat Luna kembali ceria
"Lu itu cantik pasti banyak yang suka tapi kenapa malah mengharapkan cowok yang jelas-jelas tidak menyukai lu??"
Tanya Rangga namun ucapan Rangga malah membuat Luna menangis
"Loh jangan nangis,nanti cantiknya hilang.."
Kata Rangga dan langsung mengelap air matanya Luna menggunakan tangannya
"Kenapa kamu peduli sama aku??"
Tanya Luna
"Gak tau.."
Jawab Rangga
"Ehh pulang yuk,gw anterin..."
Ajak Rangga
"Ayuk.."
Ucap setuju Luna
Mereka berdua menuju motor nya Rangga yang tidak sebagus motornya Danial and the gang
"Maaf ya,motor gw butut gak sebagus motor angga.."
Kata Rangga yang merasa tidak enak dengan Luna
"Gak papa.."
Kata Luna dan tersenyum
Sesampainya di kediaman luna,Rangga kaget melihat rumahnya yang begitu besar beda dengan dirinya yang hanya tinggal di sebuah kos-kosan itupun masih suka nunggak bayarnya
"Ayok masuk dulu,rang.."
Ajak Luna
"Gak papa??"
Tanya Rangga yang merasa takut
"Gak papa.."
Jawab Luna
Kemudian mereka berdua masuk kedalam rumahnya Luna mereka langsung duduk di sofa dan Luna meminta bibi nya untuk mengambil kan minum
Rangga yang melihat foto-foto Luna dengan keluarganya tersenyum namun sedikit sedih karena dia tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dan ayah karena ibu dan ayah nya telah tiada sejak dia masih bayi
"Ternyata ibu mu cantik sama seperti anaknya.."
Ucap Rangga namun Luna hanya tersenyum
"Orang tua mu mana??"
Tanya Rangga
"Papa di luar negeri sedangkan mamah sudah tiada sejak umur aku menginjak 10 tahun.."
Jawab Luna dan kembali bersedih mengingat ibu nya
"Ehh maaf,aku gak tau kalo ternyata ibu kamu udah tiada.."
Ucap Rangga yang merasa bersalah akibat pertanyaan nya
"Gak papa kok.."
Kata Luna dan kembali tersenyum
Tiba-tiba ponsel Rangga berdering dan ternyata itu dari pemilik kos tempat dia mengekos wajah Rangga langsung pucet karena ternyata dia belum membayar uang kosan nya akibat uang nya belum cukup
"Kok gak di angkat??"
Tanya Luna
"Telfon dari pemilik kosan tempat aku ngekos.."
Jawab Rangga
"Kenapa gak diangkat??"
Tanya Luna
"Hehehehe aku belum bisa bayar kosan soalnya duit aku belum cukup bahkan buat makan saja susah..."
Jawab jujur Rangga
"Emangnya orang tua kamu kemana??"
Tanya Luna lagi
"Keduanya sudah tiada sejak aku masih bayi bahkan aku gak pernah melihat wajah mereka dari kecil aku tinggal sama nenek tapi pas nenek tiada aku jadi Sebatang kara.."
Jawab Rangga
"Maaf aku gak tau kalo kamu udah gak punya orang tua.."
Kata Luna
"Nggak papa.."
Kata Rangga
"Gimana kalo kita ke kos-kosan kamu??"
Ajak Luna
"Jangan,aku belum ada duit buat bayarnya.."
Ucap Rangga
"Gak papa,nanti biar aku yang ngomong.."
Ucap Luna
Mereka berdua kembali pergi menuju kos-kosan nya Rangga, sesampainya disana mereka melihat pemilik kos-kosan tersebut sudah berada diluar rumah nya barang-barangnya sudah berada di luar membuat rangga langsung berlari
"Pak barang-barang saya mau dikemanakan??"
Tanya Rangga
"Nah nih dia,mana uang nya??kalo kamu gak bayar detik ini juga angkat kaki kamu dari sini.."
Ucap pemilik kost tersebut
"Emang berapa semuanya pak??"
Tanya Luna
"5 juta,dia udah nunggak selama 5 bulan.."
Jawab jutek pemilik kost tersebut
"Nomor rekening bapak??"
Tanya Luna lagi setelah bapak itu menjawab Luna langsung mengeluarkan ponselnya
Tak beberapa lama rekening bapak tersebut menerima duit sebesar 5 juta
"Udah masukkan??"
Tanya Luna dengan jutek nya
"Udah,kalian boleh masuk.."
Jawab bapak tersebut
Rangga langsung ingin masuk namun di cegah oleh Luna
"Ngapain kamu mengharapkan kost an jelek seperti ini??kita pergi saja.."
Ucap Luna kepada Rangga,Rangga hanya diam karena benar ucapan Luna namun kost an ini lah yang paling murah
"Tapi kost ini paling murah.."
Kata Rangga
"Kamu bisa tinggal di apartemen punya papah ku daripada tinggal di tempat kumuh seperti ini lebih tepatnya seperti kandang sapi.."
Kata Luna
Pemilik kos tersebut kesal mendengar kos-kosan nya dibilang kumuh
"Halah, paling juga masih kaya-an anak saya daripada kamu..."
Ucap si pemilik kost an tersebut
"Oh ya??emangnya anak bapak kerja apa??"
Tanya Luna
"Kerja di perusahaan kepunyaan keluarga jevan.."
Jawab pemilik kost tersebut tanpa pemilik kost itu sadari bahwa Luna adalah pewaris tunggal perusahaan keluarga jevan
"Nama anak bapak siapa??"
Tanya Luna
"Ryo.."
Jawab pemilik kost tersebut
Luna langsung menelfon anak buah papah nya yang berada di kantor
"Suruh orang yang namanya Ryo untuk pulang kerumahnya dan kamu juga harus ikut.."
Suruh Luna kepada anak buah papahnya
"Baik,non.."
Ucap anak buah papah nya
Rangga hanya bisa diam karena dia tidak tau bahwa perusahaan jevan adalah milik nya Luna
Beberapa menit kemudian ada beberapa mobil berhenti di depan mereka dan ternyata itu adalah anak buah papah nya Luna
Luna kaget melihat wajah Ryo karena ternyata dia adalah orang yang mau membuat bangkrut keluarga nya namun tidak berhasil begitu juga dengan Ryo yang kaget melihat Luna karena dia tau bahwa Luna adalah anak dari pemilik perusahaan tempat dia bekerja
Luna langsung menelfon papah nya
"Hallo dad,kata Dady ada orang yang pernah mau membuat bangkrut perusahaan kita kan??namanya kalo gak salah Ryo.."
Tanya Luna kepada papahnya
"Iya sayang,kenapa emangnya??"
Tanya papah nya Luna
"Aku ketemu sama orangnya.."
Jawab Luna dan langsung mengarahkan ponselnya ke arah Ryo
"Kamu orangnya mulai detik ini saya memecat mu.."
Ucap papahnya Luna
Membuat Rangga kaget karena ternyata Luna adalah anak tunggal dari konglomerat jevan Ghifari sekaligus anak pemilik kafe tempat dia bekerja