
Farel dan tyas menuju mobil nya tapi tiba tiba farel bertubrukan dengan anak angkat nya alvaro
"hallo,keluarga zaviero.."
Sapa wanita tersebut
Ryan ketakutan melihat wajah wanita itu ryan mengumpat ke dada nya farel namun wanita tersebut malah sengaja mau membuat ryan ketakutan
"sana pergi menjauh dari kami,kau membuat anak ku takut.."
Suruh farel kepada wanita itu
"baik lah tapi kau ingat suatu saat nanti aku akan membalaskan dendam papa dan kak david kepada kalian terutama kepada keluarga manohara dan sonohara..."
Ancam wanita tersebut
"aku tidak pernah takut dengan semua ancaman mu pengecut..."
Kata farel sambil tersenyum licik
Mereka terlibat adu pandang lalu gadis itu pergi karena ternyata farel memiliki wajah yang jauh lebih menakutkan
"sok-sok an mau mengancam farel zaviero,gak tau apa??kalo dulu gw adalah seorang penjahat yang tobat gegara danial..."
Kata farel dengan bangga
Farel menggandeng istri sambil mengusap usap kepala sang anak yang tadi ketakutan gegara ulah wanita itu
farel menjalankan mobil nya menuju rumah berbeda dengan farel justru galang lebih memilih makan terlebih dahulu karena dia sangat kelaparan sifat thea dan galang sangat jauh berbeda thea memiliki sifat suka berdiet supaya tetap langsing sedangkan galang malah masa bodo dengan berat badannya yang penting dia masih bisa makan enak
"wih kumat nih si galang.."
kata danial sambil meledek
"ehh,ada danial sejak kapan di situ??"
tanya galang namun mulutnya penuh dengan nasi
"sejak nenek moyang kita lahir.."
jawab danial
Galang masih tetap makan karena makanan lebih penting dari pada mengobrol tidak jelas jika tidak makan dia akan sakit itu menurut galang padahal galang baru makan dua jam yang lalu tapi sudah lapar lagi
"pelan pelan makannya nanti keselek.."
kata thea kepada galang
baru saja thea mengucapkan hal tadi ehh galang malah keselek beneran
"uhuk-uhuk.."
batuk galang
thea mengasih sebuah gelas berisi air putih untuk galang,galang meminum nya
"makanya lang,kalo istri ngomong tuh dengerin.."
"iye,nih gw dengerin..."
kata galang
Sesudah makan mereka kembali ke ruangan natasha di rawat
"nat,kita balik ya..."
kata rayya
"iya,hati hati di jalan ya..."
kata natasha namun dirinya masih fokus merawat sang anak
Rayya,danial,galang dan thea pulang dari rumah sakit setelah kepergian mereka saatnya untuk keluarga alaska menjengguk
"hallo keluarga manohara.."
sapa mereka
natasha dan angga kaget mereka melindungi anak anak nya takut jika mereka mau berbuat jahat
"tenang saja kita gak bakalan ngelukain kalian atau anak anak kalian kok,kita ke sini cuma mau mengucapkan selamat atas kelahiran anak kedua kalian..."
kata anak angkat nya alvaro
Natasha masih tidak percaya dengan ucapan wanita itu natasha makin mempererat gendongannya
"siapa nama anak kalian??"
tanya papa nya ray
"kalian tidak perlu tau.."
jawab angga
"baik lah tapi saya pastikan saya akan mencari tau nya sendiri..."
kata papa nya ray
karena terpaksa natasha mengasih tau nama kedua anak nya
"nama nya dinas dan marischa"
kata natasha
"ohh,selamat ya buat kelahiran nya marischa"
kata ibu nya ray
"iya makasih..."
kata natasha
keluarga alaska pun pergi dari ruangannya natasha mereka merencanakan sesuatu untuk membalaskan dendam tapi mereka memilih untuk bermain cantik karena keluarga manohara cukup banyak anak buah nya jika terang-terangan