
Sesampainya di sana mereka di kediaman keluarga giffard mereka langsung masuk dan membopong tubuh nya Danial kedatangan mereka sudah ditunggu oleh para pembantu dan anak buah keluarga giffard karena giffard dan Miu sama-sama harus ke kantor sedangkan kakek Daniel berada di luar kota
"Selamat datang,tuan muda.."
Sapa bi Ijah sambil tersenyum ke Danial
"Makasih ya,kalian udah mau menyambut Danial.."
Kata Danial dengan ramah sambil tersenyum
"Iya,semoga den Danial cepat sembuh ya.."
Doa seluruh pembantu dan anak buah keluarga giffard
"Aamiin,makasih ya doa nya.."
Kata danial
Mereka berlima langsung masuk ke dalam rumah dan menaiki tangga untuk ke kamarnya Danial tidak lama kemudian rombongan Rangga sampai dan mereka juga langsung masuk ke dalam rumah sambil tersenyum ke arah anak buah dan pembantunya keluarga giffard
"Beruntung sekali ya,tuan Danial punya teman-teman yang sangat baik kepadanya dan mau menemani nya bahkan saat dia koma dulu.."
Kata salah satu anak buah keluarga giffard
"Jelas,tuan Danial sangat ramah dan baik kepada orang jadi dia di sayangi oleh teman-temannya.."
Kata bi Ijah
"Tapi tuan Danial ganteng banget ya sama seperti papa nya.."
Kata pembantu baru keluarga giffard yang bernama Maria
"Jaga omongan mu,nanti nyonya besar dengar ****** kamu.."
Kata bi Ijah
"Loh emang nyonya itu gampang cemburuan??"
Tanya pembantu tersebut
"Iya.."
Jawab bi Ijah dan langsung masuk ke dalam
"Apa salahnya aku berkhayal menjadi istri orang kaya raya apalagi pak giffard tidak terlalu tua.."
Kata pembantu tersebut yang sedikit terpesona dengan kegantengan giffard
Belum sempat pembantu tersebut masuk mobil giffard berada di sampingnya giffard turun bersama dengan Miu karena ternyata rekan bisnis nya adalah istrinya sendiri dan juga kakak angkat nya miu atau papa nya rayya,papa nya rayya keluar setelah giffard dan Miu
Papa nya rayya sengaja berkunjung untuk menjenguk Danial dan Natasha karena sudah lama sekali dia tidak menjenguk nya akibat terlalu sering keluar negeri apalagi semenjak istrinya meninggal dunia tanpa pembantu tersebut sadari dia menghina Miu secara diam-diam di depan kakak angkat nya membuat dirinya kesal belum sempat dia berbicara Miu sudah memanggilnya
"Kak,lama banget jalannya mentang-mentang udah tua.."
Ledek Miu
"Enak aja kamu, gini-gini Abang mu ini masih sangat kuat sama seperti giffard bedanya aku kopi sedangkan giffard susu.."
Kata papa nya rayya yang menyadari bahwa kulitnya sangat berbeda jauh dengan giffard karena giffard begitu putih seperti susu
"Iya terserah kakak saja daripada nanti encok.."
Kata Miu namun masih menggandeng tangan giffard
"Sudah kalian itu dari muda sampai tua selalu saja berantem sama seperti Natasha dan Danial.."
Kata giffard yang sedikit lelah
"Iya,ayok kita masuk liat Danial.."
Ajak Miu kemudian mereka berdua masuk namun tidak dengan papa nya rayya dia masih sangat tidak terima mendengar adik nya dikatain oleh seorang asisten rumah tangga meskipun Miu hanya adik angkatnya namun tanpa Miu mungkin dia tidak seperti sekarang atau bahkan masih menjadi gelandangan
"Tadi kau bilang adik ku apa??"
Tanya papa nya rayya dengan sangat sangar
"Saya tidak bilang apa-apa tuan.."
Jawab pembantu tersebut
"Jangan bohong jelas-jelas saya mendengar sendiri bahwa kau bilang adik ku seperti nenek nenek tua dan tidak pantas dengan giffard.."
"Sampai kau berani mengusik rumah tangga adik ku maka aku tidak akan segan-segan untuk melenyapkan mu,paham??"
Ancam putra/papanya rayya kemudian langsung masuk ke dalam rumah dengan jalan yang sangat menyeramkan
Sifat putra sama persis dengan Danial bahkan lebih mirip sifat Danial dengan putra dibandingkan dengan giffard,putra dan Danial sama-sama sadis, sama-sama tidak bisa menerima kekalahan dengan mudah dan sama-sama sangat menyayangi adik mereka meskipun putra dan Miu bukan lah sodara kandung tetapi keduanya saling menyayangi sama seperti Danial dan Natasha
Sesampainya putra di dalam dia langsung menghampiri giffard dan menarik tangannya membuat Miu penasaran sekaligus takut karena terakhir kalinya mereka seperti itu berakhir perkelahian
"Ada apa??"
Tanya giffard
"Kau selingkuh dari adik ku??"
Tanya putra dengan wajah mengancam
"Tidak.."
Jawab singkat giffard membuat putra benar-benar kesal karena terakhir kali giffard menjawab tidak ternyata dia selingkuh
"Jangan bohong terakhir kali kau bilang tidak ternyata benar kau selingkuh dasar lelaki buaya sudah dari dulu buaya mana mungkin bisa dihilangkan untungnya Danial tidak mengikuti sifat buaya mu itu.."
Kata putra membuat giffard kebawa emosi
"Kenapa kau tidak pernah mempercayai ku,apa bukti diriku dulu masih kurang??"
Tanya giffard
"Aku memang tidak pernah mempercayai dirimu bahkan aku masih tidak rela jika adik ku bersama mu,karena kau adalah seorang lelaki buaya.."
Jawab putra
"Kau tau?aku sangat menyayangi Miu dan aku juga tidak akan menyelingkuhi nya kembali karena kita sudah punya Danial dan Natasha jika diriku bercerai maka akan berakibat fatal dengan Natasha dan Danial bisa-bisa mereka trauma atau bahkan depresi,jadi seharusnya kau lebih bijak dalam berfikir umur kita ini sudah tua tidak seperti dulu lagi.."
Kata giffard dengan nada emosinya
"Halah,pake pura-pura menyuruh selingkuhannya untuk menjadi asisten rumah tangga di rumah ini.."
Kata putra
"Maksud mu apa??"
Tanya giffard
"Jangan sok suci kamu.."
Jawab putra
Angga yang mendengar suara orang sedang beradu mulut langsung menghampiri nya
"Kenapa om???"
Tanya Angga
"Gak papa.."
Jawab giffard dan putra secara berbarengan
"Oke,tadi Tante menyuruh kalian berdua untuk makan.."
Kata Angga
"Oh,ya aku dengar Natasha sudah mempunyai tunangan siapa tunangan nya??"
Tanya putra
"Di depan mata mu.."
Jawab giffard
"Angga??"
Tanya putra lagi
"Iya.."
Jawab giffard dengan santai kemudian dia masuk ke dalam
Putra hanya diam saja karena menganggap bahwa Natasha tidak cocok dengan Angga menurut putra, Natasha lebih cocok dengan farel dibandingkan Angga setelah lama menatap sinis Angga baru putra masuk