
Setelah cukup lama mereka bersenang-senang akhirnya galang memutuskan untuk membawa thea pulang mereka masih tidak menyadari bahwa mobil mereka di ikuti
Hingga di tengah jalan thea menyadarinya karena mobil itu terus saja mengikuti mereka
"ada yang ngikutin kita.."
Kata thea kepada galang
"iya aku tau,aku sengaja berpura-pura tidak tau saja nanti pas depan belokan kita langsung ngebut..."
Kata galang
Galang terus di ikuti oleh mobil itu hingga tiba di belokan setelah melalui belokan mobil galang langsung hilang tanpa jejak
"sial,aku kehilangan jejak.."
Gerutu gadis itu sambil menendang pintu mobil nya
Di mobil galang sedang senang karena skill dia di mobil masih ada padahal dia jarang sekali mnenyetir
"kamu tadi kayak pembalap mobil internasional salutt aku..."
Puji thea
"iya donk siapa dulu galang gitu loh.."
Kata galang yang bangga dengan dirinya sendiri
Setibanya di rumah mereka sudah di tunggu oleh veliska
"kalian tuh ya malahan keluyuran gak jelas mending kalian bikinin cucu buat bunda.."
Kata veliska sambil menggoda galang
"oke tante siap.."
Kata galang
Galang langsung menggendong tubuh thea ke lantai atas rumahnya alias kamarnya galang,galang merebahkan tubuhnya thea ke kasur
"bentar ya aku mau mandi dulu..."
Kata galang
Galang masuk ke kamar mandinya setengah jam kemudian galang sudah selesai mandi dsn segera bergegas menuju thea
"sekarang giliran aku yang mandi..."
kata thea
Thea menuju kamar mandinya galang dan mandi sekitar satu jam kemudian baru lah thea keluar dari kamar mandi
"anu,kamu mau punya anak??"
tanya galang yang sedikit berbasa basi
"mau"
jawab thea dengan santai
Galang langsung menjalankan aksinya saat dini hari galang tertidur dengan lelap tiba-tiba ada suara ketukan dari pintu nya
kata galang
Galang terbangun dan ternyata itu tante nya
"tante,kenapa kok ngetuk-ngetuk pintu??"
tanya galang
"bisa tolong teleponin om kamu gak??soalnya pulsa tante abis..."
kata veliska dengan santai
Galang mencari-cari ponselnya tapi tidak ada dia baru ingat bahwa tadi ponselnya di taruh di mobil
"hp nya ketinggalan tan,bentar galang ambilin dulu..."
kata galang dan berlari ke bawah
Galang berlari dengan sangat kencang meskipun dalam keadaan mengantuk setibanya di mobil galang mencari-cari ponsel nya ketika galang berbalik dia kaget melihat seorang wanita dengan tatapan mengerikan wanita itu adalah anak angkat nya alvaro
"siapa kamu??"
tanya galang kepada wanita itu
"Kamu dan keluarga besar mu harus menerima balasan yang setimpal.."
kata wanita itu membuat galang kebingungan
"Hah??emang keluarga saya salah apa??"
tanya galang
"kamu tidak perlu tau,yang jelas saya akan membalaskan dendam papa dan kakak ku jadi bersiap-siap lah..."
jawab wanita itu kemudian langsung berjalan menuju mobil nya
Galang masih mencoba berfikir sejak kapan keluarga besar nya menjadi keluarga jahat apalagi sampai menyakiti seseorang perasaan selama ini mereka justru menolong orang lain seperti menolong perusahaan jevan dan zaviero dari kelicikan nya alvaro
"Apa jangan-jangan dia anak nya alvaro??kalo benar gw dan angga harus hati-hati.."
kata galang kepada dirinya sendiri
Galang berjalan masuk ke dalam rumah nya
sang tante sudah menunggu galang di sofa,galang membuka pintu rumah nya dan masuk namun wajahnya terlihat cemas karena dia takut bahwa wanita itu akan berusaha mencelakai dia,tante,om,atau angga bahkan thea dan natasha juga
"lang,kamu kenapa??"
tanya tante nya kepada galang
"tan,tadi aku di hampiri oleh seorang wanita seumuran aku tapi kayaknya lebih muda sedikit dia bilang bahwa dia akan membalaskan dendam nya kepada keluarga kita..."
jawab galang
"Apa??tante harus menelpon om mana ponsel kamu??"
Tanya tante nya lagi
Galang menyerahkan ponsel nya dan pergi menuju kamar nya lagi