Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Masa lalu keluarga zaviero



Mereka sudah selesai makan angga langsung menuju warung ibu kantin tersebut untuk membayar tagihan makanan mereka namun farel masih aneh dengan Galang karena menurutnya itu tidak wajar


"Apa yang terjadi sama Galang??aku langka menemukan orang seperti dia apalagi seorang lelaki.."


Tanya farel kepada dirinya sendiri Danial yang merasa bahwa farel sedang memikirkan sesuatu jadi ikut penasaran


"Kenapa??gw liat dari tadi lu kayak mikirin sesuatu,kangen sama bunda lu lagi??atau apa??"


Tanya Danial kepada farel


"Nggak,gw lagi mikirin Galang.."


Jawab jujur farel membuat Danial terheran-heran


"Tumben banget lu mikirin dia,emangnya kenapa??"


Tanya Danial


"Galang aneh gak kayak orang normal pada umumnya.."


Jawab farel yang merasa ada keanehan dengan Galang


"Dari kecil dia udah kayak gitu,sering ketawa-ketawa sendiri tiba-tiba nangis,truss ketawa lagi.."


Ucap Danial dengan santai nya


"Ortunya pernah meriksa dia ke medis??"


Tanya farel tiba-tiba


"Maksud lu Galang punya gangguan jiwa??"


Tanya balik Danial


"Bukan gitu,apa salahnya meriksa kesehatan kan..."


Jawab farel


"Nggak kayaknya,papa sama mamah nya galang tuh terlalu sibuk sama kayak ayah dan bundanya Angga,Galang dan Angga di rawat oleh kakek dan nenek nya dari kecil sedangkan kedua orang mereka sibuk bekerja tapi selama ini sih menurut gw,papah sama mamah nya Galang itu kayak masa bodo sama Galang bahkan mereka aja gak pernah nelfon atau menanyakan kabar galang berbeda sama ortu nya Angga meskipun sibuk mereka tetap sering menelfon Angga"


Ucap jujur Danial yang merasa bahwa kedua orang tua nya Galang tidak terlalu memperdulikan Galang


"Sama kayak papa gw, semenjak mamah tiada dia jadi dingin dan tidak memperhatikan anak-anaknya.."


Kata farel Dengan nada sedih nya


"Emang mamah lu itu kenapa deh??setau gw mamah lu itu seumuran sama mamah gw kan??"


Tanya Danial dengan nada penasarannya


"Jadi mamah itu emang udah sakit-sakitan truss tiba-tiba kata dokter dia hamil,dokter nyuruh dia buat menggugurkan kandungannya tapi dia gak mau truss pas 7 bulan penyakitnya makin parah bahkan udah stadium akhir karena takut kenapa-kenapa sama kandungan nya akhirnya bayi nya di angkat sebelum sembilan bulan abis operasi mamah sempat sadar selama 1 hari ehh pas kebesokannya dia ngedrop dan sekitar jam 3 siang dia dinyatakan meninggal dunia.."


Kata farel dengan nada sedihnya


"Bentar,anak terakhir di keluarga lu itu siapa??Thea atau Melly??"


Tanya Danial


"Melly,semenjak saat itu papah benci sama Melly karena merasa Melly hanya membawa sial bagi dirinya.."


Jawab jujur farel


Tanya Danial


"Nggak,papah masih sangat mencintai mamah sayangnya mereka terpisahkan oleh kematian.."


Jawab farel


"Hmm, intinya papa lu cuma salah paham dan dia depresi karena kehilangan orang yang di cintainya meskipun sudah berpuluh-puluh tahun,makanya dia jadi seperti itu.."


Ucap Danial dengan bijak


"Ohh begitu ya,truss caranya agar papah gw kembali seperti semula gimana??"


Tanya farel


"Hanya waktu yang dapat menjawab,atau lu carikan aja ibu baru masa iya gak mau dia.."


Suruh Danial


"Susah,dulu waktu 2 tahun setelah kematian mamah,papah sempat di jodohin oleh kakek sama anak dari salah satu rekan bisnis nya tapi papah malahan ngancem bakalan ngebunuh cewek itu akhirnya gak jadi karena si ceweknya takut.."


Ucap jujur farel


"Njirr,papah lu keren juga kalo gw sih mending nikah lagi harusnya lu bangga artinya papa lu itu setia nya kelewatan karena jarang ada lelaki yang seperti itu apalagi di tinggal mati oleh istrinya tapi memilih untuk setia alias tidak menikah lagi.."


Ucap kagum Danial


"Mamah lu punya kembaran gak??atau Adek gitu??"


Tanya Danial tiba-tiba


"Gak,mamah anak tunggal sama kayak papah.."


Jawab farel


"Ohh,sama kayak papah dan mamah gw ya mereka juga anak tunggal.."


Ucap Danial


Tiba-tiba Angga dan natasha datang menghampiri Danial dan farel membuat keduanya terkejut


"Pasti kalian lagi ghibahin orang kan??siapa??"


Tanya Natasha tiba-tiba


"Kepo banget,ini urusan laki-laki.."


Ucap Danial dan farel secara bersamaan


"Pasti lagi ngomongin mantep-mantep kan??"


Tanya Angga


"Nggak,pikiran lu diem-diem menghanyutkan.."


Jawab farel


Tiba-tiba bel masuk berbunyi mereka langsung lari menuju kelas