
"gimana kata dokter??natasha baik baik aja kan??"
Tanya danial
"kak,aku hamil..."
Jawab natasha
Danial merasa senang mendengarnya sebentar lagi dia akan memiliki keponakan
Hari sudah semakin sore mereka memutuskan untuk pulang kerumah nya masing masing
Sesampainya di rumah natasha di gendong oleh angga menuju lantai atas rumah nya
Danial merasa khawatir jika kamarnya natasha berada di lantai tiga
"Ga,gak sebaiknya kamar kalian pindah ke bawah??bahaya loh kalo kamar kalian berada di lantai paling atas..."
Tanya danial
"iya juga sih,ya sudah nanti gw pindah ke lantai bawah tapi lu bantuin bawa baju baju nya..."
Jawab angga
"ga,boleh gak kalo gw tinggal disini??selama natasha hamil doank kok..."
Tanya danial
"boleh aja..."
Jawab angga
"makasih ya broo.."
Kata danial
Danial menyuruh anak buah nya untuk memindahkan barang barang ke kamar yang akan dipakai oleh danial,danial merebahkan tubuh nya dikasur sambil chatan dengan rayya
"kamu kapan nikahin aku??atau setidaknya melamar masa iya aku kalah sama natasha padahal tuaan aku dari pada natasha loh.."
Tanya rayya di dalam chat nya
"nanti,setidaknya sampai natasha lahiran anak pertama nya ya.."
Jawab danial
"hah??natasha hamil??"
Tanya rayya
"iya,dia hamil.."
Jawab danial
"owalah,besok aku ke rumah natasha deh mau jengguk sama si tyas dan thea juga.."
Kata rayya
"tuan,tidak usah menyiapkan makanan untuk tuan angga dan nyonya natasha biar bibi saja masa seorang anak dari keluarga alexander menyiapkan sarapan untuk adik nya..."
Kata pembantu rumah nya angga dan natasha
"gak papa bi,danial sudah terbiasa membuat sarapan soalnya diajarin sama mama buat hidup mandiri..."
Kata danial dengan santai sambil memotong motong bahan masakannya
"ternyata masih ada ya anak dari pengusaha ternama yang bisa masak apalagi dia cowok biasanya cowok lebih suka bermain bola daripada memasak..."
Puji bibi itu kepada danial
"iya donk,anak dari keluarga alexander memang beda..."
Kata danial dengan bangga
Danial masih asyik memasak makanan nya natasha dan angga bangun dari tidur nya serta langsung kebawah karena kelaparan
Di tangga rumah nya mereka mencium bau masakan
"ga,kira-kira siapa yang masak ya??kalo bibi gak mungkin soalnya ini kayak bau harum masakan mama..."
Tanya natasha
"aku gak tau sayang mending kita lihat.."
Jawab angga
Mereka turun dari tangga dan bergegas menuju dapur mereka melihat danial sedang memasak
"wih,ternyata kakak yang masak.."
Kata natasha
Danial menyajikan makanan nya ke meja
Makan mereka menyantap makanan itu dengan sangat lahap tiba tiba galang dan farel juga datang jadi masakannya danial ludes dimakan oleh mereka
"siapa yang masak ini??enak banget jadi pengen nambah gw tapi sayang udah kenyang banget..."
Tanya farel sambil mengusap-usap perut nya karena kekenyangan
"kak,danial.."
Jawab natasha
"widih,ternyata si danial bisa masak toh ku kira ndak.."
Kata farel
Danial menjadi malu dan menutupi mukanya pakai kipas bambu yang dia gunakan disaat kegerahan diam-diam danial mempunyai impian membuka sebuah restoran lalu dia sendiri yang mengelola nya sayang sang papa tidak mengizinkan karena danial harus fokus pada perusahaan nya natasha tau bahwa danial mempunyai banyak impian sayang papa mereka tidak mengizinkan nya
bahkan dulu natasha pernah di tawari menjadi seorang model di jepang tapi giffard tidak mengizinkan karena tujuan natasha sekolah dijepang adalah belajar ilmu tentang mengelola perusahaan bukan untuk menjadi artis