
farel terus mengikuti mobil nya keluarga alaska hingga akhirnya mereka sampai di rumah baru nya farel memotret rumah tersebut agar menjadi sebuah ingatan jika benar nanti keluarga alaska akan bermain cantik untuk membalaskan dendam nya pada keluarga manohara
"kira kira mereka mau main cantik apa ya??"
Tanya galang
"gak tau tapi takut nya mereka mengincar si chaca apalagi anak mereka cowok bisa jadi mereka berniat mau membuat chaca jatuh cinta dengan anak mereka nanti.."
Jawab farel
"wah bahaya,lu harus segera menjodohkan ryan dengan chaca.."
Kata galang
"hmm,itu tergantung ryan kalo misal nya ryan gak suka sama chaca ya gw gak bisa maksa"
Kata farel dengan santai
galang dan farel memutuskan untuk kembali ke rumah manohara lagi karena tadi mereka meninggalkan istri istri mereka di rumah keluarga manohara
"rel,cepetan donk nanti thea ngambek ke gw bahaya.."
pinta galang
"iye bawel,nih juga gw mau cepetin..."
kata farel
Farel menancapkan gas mobil nya galang berpegangan di pegangan mobil sambil membaca doa karena farel kalo sudah ngebut gak kira kira mereka berasa terbang di atas awan
sesampai nya di rumah keluarga manohara farel dan galang membawa istri nya untuk pulang ke rumah masing masing
farel melihat ke ryan dia merasa jika hanya ryan lah yang dapat melindungi chaca nanti bersama dengan dinas dan gilang
"ku harap ryan mampu melindungi chaca nanti dari rencana licik nya alaska..."
doa farel di dalam hati nya
Ryan sekarang sudah duduk di sekolah dasar kelas satu dirinya paling tua di antara anak anak teman teman nya farel yang lain perbedaan umur ryan dengan dinas saja lima tahun sedangkan dengan chaca enam tahun
meskipun baru berusia enam tahun kemampuan dan sikap ryan sudah lebih dewasa mungkin sama seperti farel yang juga sudah hidup mandiri seusia ryan dulu
"papah,iyan lapel.."
kata ryan yang mulai kelaparan
"kamu mau makan apa nak??"
tanya tyas kepada ryan
"makan ayam,iyan udah lama ndak makan ayam..."
jawab ryan sambil memelas
tyas menyadari bahwa akhir akhir ini dia suka males masak jadi mereka terlalu sering makan di luar seperti makan stik dan lain lain tapi masakan sendiri dengan masakan restoran pasti jauh lebih berbeda apalagi jika ibu kita yang memasak nya maka akan sangat enak untuk di makan
"ya sudah nanti mamah masakin ayam goreng sama sosis..."
kata tyas kepada ryan
ryan sangat senang mendengar dirinya akan makan masakan sang mamah ryan sangat merindukan masakan mamah nya padahal tyas baru seminggu saja tidak masak tapi ryan dan farel sudah merindukan masakannya
satu jam kemudian tyas sudah selesai masak mereka langsung memakan masakannya tyas meskipun sekarang tyas lagi hamil muda tapi diri nya tidak kelihatan gendut sama sekali
"mamah yang banyak makannya mama kan lagi punya dede bayi..."
kata ryan kepada tyas
"iya sayang,nih mamah makan.."
kata tyas namun kenyataannya dia hanya memakan sedikit nasi saja
Ryan menyuapi nasi yang berada di tangannya kepada sang mamah nya ryan senang dapat memiliki seorang ibu seperti tyas
"mamah,halus makan bial ndak sakit..."
kata ryan dengan wajah polos nya
tyas juga sangat bangga dengan anak nya itu meskipun ryan hanya anak angkat mereka tapi mereka sangat menyayangi ryan