
Namun mimpi farel malah terus berlanjut tetapi dirinya tidak dapat bangkit dari tidurnya membuat farel ketakutan karena dia melihat Natasha sedang menangis sangat histeris membuat farel tidak tega melihat nya tiba-tiba Natasha jatuh pingsan farel berusaha menolong nya namun tidak bisa alias tembus pandang di dalam mimpi itu
"Tidak ada apa dengan gw??kenapa sama mimpi gw??Apa Angga akan tiada??"
Tanya farel di dalam mimpi tersebut namun mimpi tersebut terlihat sangat lah nyata
"Nat,aku gak tega melihat kamu menangis histeris bahkan sampai jatuh pingsan meskipun ini di dalam mimpi..."
Kata farel yang terlihat sedih
Farel terus memandangi wajah Angga yang terlihat pucat namun tiba-tiba dirinya sudah berada di tempat berbeda tapi masih berada di lingkungan rumah sakit farel benar-benar kaget melihat Tyas yang sedang terbaring koma
"Tidak apa yang sebenarnya terjadi sama mimpi gw??kenapa Angga sama Tyas??apa yang bakal terjadi sama mereka??"
Tanya farel kepada dirinya sendiri
Tiba-tiba farel melihat dirinya sendiri menghampiri Tyas sambil menggenggam tangannya namun dirinya menangis sama seperti Natasha yang kehilangan Angga namun farel memegang cincin yang bertuliskan nama dirinya dengan tyas
"Tidakkkk,mimpi apa itu??papahhhh..."
Teriak farel yang terbangun dari tidurnya
Melly,Thea dan papa nya langsung menghampiri farel karena kaget mendengar teriakan yang sangat kencang
"Kamu kenapa nak??"
Tanya papa nya sambil memeluk farel yang terlihat sangat ketakutan
"Mimpi farel seram banget pah,farel takut..."
Jawab farel yang keringat dingin
"Mimpi apa kak??"
Tanya Melly yang penasaran
"Kakak mimpi Angga sama Tyas kecelakaan bareng truss mereka tiada..."
Jawab farel
Melly dan Thea yang mendengarnya kaget karena biasanya mimpi farel itu selalu kenyataan seperti sebelum ibu mereka meninggal dunia farel bermimpi bahwa dirumahnya ada bendera kuning dan ternyata itu ibu mereka dan benar 1 bulan kemudian mereka kehilangan orang yang melahirkan mereka di dunia ini
"Aku harap mimpi kak farel tidak akan terjadi karena pasti Natasha akan sangat menderita jika benar terjadi..."
Kata Melly kepada Thea
"Aamiin meskipun aku tau bahwa kak farel jauh lebih mencintai natasha tapi Natasha sangat mencintai angga dan bayangkan jika mimpi kak farel terjadi pasti Natasha akan sangat bersedih..."
Kata thea
Di kediaman keluarga giffard Natasha sedang berada di halaman belakang rumahnya bersama Angga mereka terlihat sangat bahagia
"Ga,aku ingin bersama kamu selamanya..."
Kata natasha yang bersandar di bahunya Angga
"Aku juga..."
Kata Angga sambil tersenyum
Danial dan Galang yang melihatnya menjadi sangat senang dan berharap bahwa angga dan Natasha akan berjodoh
"Lang,lu masih suka sama natasha??"
Tanya Danial kepada Galang
Jawab Galang
"Gw doakan semoga lu dan farel mendapatkan perempuan yang lebih baik dari adik gw..."
Kata Danial kepada Galang
"Aamiin..."
Kata Galang
Di kediaman keluarga zaviero,farel masih terlihat ketakutan bahkan dia tidak berani tidur dan menutupi mukanya dengan selimut
"Nat,gw harap itu cuma bunga tidur karena gw gak mau lihat lu sampai stress gegara kehilangan Angga..."
Kata farel
Farel masih memikirkan mimpinya hingga kebesokan harinya bahkan sangking kepikirannya farel dengan mimpi itu dia sampai sakit dan tidak bersekolah
Melly dan Thea berangkat sekolah dianterin dengan supir keluarga nya mereka melihat Danial and the gang yang juga baru sampai di sekolah
"Hay melly,Hay Thea..."
Sapa Natasha sambil tersenyum
"Hay Natasha..."
Sapa balik Thea dan Melly
"Loh si farel mana??tumben gak kelihatan batang hidungnya..."
Tanya Galang kepada Thea dan Melly
"Kak farel sakit..."
Jawab Thea
"Lah tumbenan banget tuh anak sakit biasanya gak, emangnya gegara apa??"
Tanya Danial
"Hmm,gegara sebuah mimpi dia kepikiran sampai stress truss jatuh sakit..."
Jawab Melly dengan jujur
"Buset gegara mimpi doank dia bisa sampai sakit..."
Kata Galang yang tidak percaya
"Farel itu tipe orang yang mempercayai mimpi menurut farel mimpi itu adalah sebuah masa depan karena dulu dia pernah mimpi ibunya meninggal dan ternyata benar..."
Kata natasha kepada Galang
"Uwaw jadi kepo gw sama mimpinya farel nanti jenguk lah..."
Kata Danial
Mereka masuk kedalam kelas masing-masing dan berharap ada pulang cepat
Karena ingin menjenguk farel
Di rumah farel dia sangat tertekan dengan mimpi nya bahkan farel teriak tanpa sebab membuat papa nya memutuskan untuk tidak ke kantor terlebih dahulu karena khawatir dengan keadaannya farel