
Dinas tengah duduk di kursi panjang sendirian tanpa dinas sadari gadis gendut yang dia temui kemarin menatapi nya
"kamu kenapa toh??"tanya teman gadis itu
"gak papa"jawab gadis gendut itu
"kamu tuh ndak usah bohong rif,aku tau kamu suka sama kak dinas tapi kak dinas itu sombong mana mau dia sama kamu sama aku aja gak mau apalagi sama kamu"ucap sang teman
gadis bertubuh besar itu adalah rifa,dia mengidolakan dinas diam diam dia sadar bahwa dinas tidak mungkin menyukai dirinya apalagi dia berasal dari keluarga miskin sedangkan dinas adalah anak pertama dari keluarga terkenal.
tifa menghampiri dinas dan duduk di sebelah nya
"kak dinas"sapa tifa
"hai tifa"sapa balik dinas
"ini aku bawain makanan buat kakak"kata tifa sambil menyerahkan makanan pada dinas
"makasih"ucap terima kasih dinas
dinas memakan roti dari tifa namun dinas menyuapi tifa sebagai tanda dia sangat menyayangi tifa. tifa mengira bahwa dinas juga menyukai diri nya kenyataan nya dinas memang sangat menyayangi tifa namun bukan sebagai pacar tapi sebagai adik.
dinas mengusap-usap kepalanya tifa lalu mereka saling tertawa di sebrang jalan rifa menjadi terlihat sangat sakit hati akan tetapi dia sadar dinas dan tifa seimbang mereka sama sama berasal dari keluarga kaya raya
"ehh,mending kamu lupain kak dinas deh soalnya gak mungkin kamu bersaing sama tifa dia tuh anak nya galak bisa bisa kamu di bully sama dia"nasehat teman nya pada rifa
"iya kok aku tau,dinas bersama geng nya memang terkenal jutek.."kata rifa
"enggak juga kok,gilang baik menurut ku cuma gilang yang memiliki sifat bagus"kata sang teman
dinas dan tifa masuk ke dalam kelas mereka masing masing di kelas tifa kembali menjadi dirinya sendiri yaitu jutek,suka merendahkan orang lain meskipun begitu banyak cewek cewek di kelas dia yang patuh pada tifa bahkan menjadi anggota geng nya tifa hanya menerima murid cantik tetapi tidak lebih cantik dari diri nya.
"dinas,my oppa ku seandainya kamu tau aku cinta sama kamu sayang"gumam tifa
"kodok lompat!!"teriak gilang
seketika tifa langsung bangun dan berdiri di kursi,tifa sangat takut dengan kodok karena dulu sewaktu tifa kecil saat dia sedang bermain di sawah kepunyaan farel ada sekeorang kodok berada di atas kepala nya
"gilanggggggggggg,udah tau gw takut kodok kenapa malah bilang kodok lompat sih??"tanya tifa sambil gerutu
"awokkkkkkk,gua sengaja lu si ngehaluin si dinas mulu giliran ada orang nya gak mau ngomong dasar cewek apa susah nya ketimbang nembak duluan"jawab gilang
"heh lu tuh gak ngerti perasaan wanita,gw mau dinas duluan yang nembak bukan nya gw gengsi donk masa cewek nembak cowok duluan mau di taruh dimana muka gw??"tanya tifa
"di tong sampah atau gak lu pake ember aja pas nembak nya jadikan gak kelihatan muka lu"jawab gilang
"ih,dasar cowok gak peka!!"gerutu tifa
"lah ngapa gw yang jadi di omelin??yang gak peka dinas yang diomelin gw salah gw dimana coba??"tanya gilang
"lu sih udah tau cewek lagi pms pake di gangguin itu akibat nya"jawab sevia
"oke oke cowok memang selalu salah,gw ngaku,gw minta maaf ya,gw gak sengaja"ucap minta maaf gilang
tifa tidak melihat ke arah gilang namun dia memberikan sebuah kertas bertuliskan gak papa,gilang kembali duduk dan menghayal.