Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Memulai rencana



Natasha dan rayya kembali menuju kamar mereka setelah sampai Natasha langsung menuju kamar mandi untuk menggosok Giginya sedangkan rayya masih penasaran dengan orang-orang yang berani mengancam sahabatnya itu


"Awas aja kalo sampai ketemu sama gw,gw buat babak belur tuh orang..."


Kata rayya dan langsung menutup pintu serta jendela balkon mereka dengan sangat hati hati


Di kamarnya Miu merasakan perasaan yang tidak enak sedari tadi ntah apa yang membuat perasaan nya menjadi tidak karuan namun dirinya selalu terbayang-bayang dengan muka perempuan Tersebut(mantan nya giffard)


"Kamu kenapa??aku lihatin dari tadi kayak lagi cemas gitu.."


Tanya giffard


"Tidak papa aku hanya kepikiran soal surat ancaman untuk natasha,aku merasakan perasaan yang aneh..."


Jawab Miu


"Perasaan aneh bagaimana??lagipula anak kita itu jago beladiri bukan??pasti Natasha akan mampu menghadapi musuh-musuh nya dengan mudah..."


Kata giffard dengan santai


"Tapi Natasha sudah tidak pernah berlatih beladiri lagi selama 5 tahun bukan??aku takut jika kemampuan dia berkurang dan bahaya jika benar itu terjadi..."


Kata Miu yang masih merasa bahwa anaknya sedang dalam bahaya besar


"Hmm,baiklah aku akan memasukkan anak-anak kita di sebuah perguruan pencak silat lagi supaya mereka kembali berlatih jadi kamu tenang saja ya..."


Kata giffard dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur


Anak buah dari perempuan tersebut terus mengintai rumah mereka namun semenjak kepulangan putra dari luar negeri membuat rumah tersebut menjadi sangat aman alias tidak ada yang berani mendekat karena takut dengan tubuh besar dan muka sangarnya putra


Tetapi putra dan rayya memilih untuk tinggal di rumah mereka semenjak kepergian putra terror itu di mulai


Pada pagi hari Natasha terbangun seperti biasanya namun dirinya kaget ketika membuka kaca jendela kamarnya


Karena ada sebuah tulisan di kacanya


"Aku akan membuat kamu menderita"


Tulisan yang berada di kaca jendelanya Natasha langsung terkejut namun dirinya masih tidak terlalu takut karena dia bisa menghadapi hal seperti itu apalagi papa nya adalah seorang pemimpin perusahaan terkenal pastinya memiliki musuh dalam bisnis


Natasha turun dari kamarnya namun rumahnya terlihat sepi bahkan seperti tidak ada orang alias hanya dirinya sendiri yang berada di rumah tersebut natasha baru ingat bahwa kedua orangtuanya pergi mengantarkan kakeknya untuk kembali ke luar negeri sedangkan Danial pergi ke rumah rayya dan pembantu-pembantunya sedang pada libur karena ini adalah hari Minggu


Natasha mencoba menghubungi Angga tetapi malah operator yang merespons panggilan nya begitu pun dengan farel dan Galang


"Dasar Angga giliran aku butuh malahan ngilang di telan bumi tapi giliran aku lagi sibuk malahan telpon Mulu..."


Gerutu natasha


Pada akhirnya Natasha menonton Drakor kesukaannya namun tiba-tiba ada sebuah ketokan pintu membuat dirinya harus berhati-hati


"Siapa itu ya?? jangan-jangan orang yang mengancam aku..."


Tanya natasha kepada dirinya sendiri


Tiba-tiba pintunya terbuka natasha langsung berlari ke kamar papa nya dan mengunci pintunya bukannya Natasha takut dengan ancaman tersebut tetapi biasanya penjahat seperti itu membawa senjata tajam yang bisa melukai diri nya


"Aduh ponsel aku ketinggalan lagi,kak Danial pake menghilang juga akhhh aku takut..."


Kata natasha dengan wajah ketakutan nya


Langkah suara kaki itu terus mendekat menuju kamar papa nya tetapi natasha tau bahwa itu tidak mungkin jika papa dan mama nya karena untuk sampai ke bandara saja membutuhkan waktu 2 jam


Masa sudah pulang


Natasha hanya berdoa dan berharap tidak terjadi apa apa dengan dirinya tiba tiba pintu kamarnya di dobrak oleh seorang wanita dan dia mengenali wanita tersebut


"Kamu,mau ngapain kamu kesini??"


Tanya natasha dan terus mundur


"Aku ingin membalaskan dendam ku dengan ibu mu melalui kamu..."


Jawab perempuan tersebut


"Apa??saya mohon jangan sakiti saya..."


Kata Natasha sambil memohon


Kata perempuan tersebut Natasha yang mendengarnya langsung ketakutan dan ingin kabur


Namun rambutnya di tarik oleh perempuan tersebut dengan sangat kencang membuat natasha kesakitan


"Akhh,lepasin sakit pliss lepasin..."


Kata Natasha sambil memohon


Bukannya melepaskan tarikannya itu dia malah menambahnya membuat natasha menjadi sangat kesakitan


"Lihat saja Miu kamu akan kaget melihat anak mu akan tiada di tangan ku ini..."


Kata perempuan tersebut dan langsung mencekik natasha


"Akhh,aku mohon lepaskan sakit aku mohon kak Danial aku mohon datang aku benar-benar sudah tidak bisa menahan sakit ini lagi..."


Kata Natasha sambil menangis kesakitan dan meremas hordeng jendela papa nya tetapi perempuan tersebut malahan tertawa


Natasha jatuh pingsan setelah di cekik oleh wanita tersebut,wanita Tersebut langsung mengambil sebuah pisau namun belum sempat dia menusukkan nya pada Natasha tiba-tiba Tyas dan farel datang


Mereka berdua kaget melihat Natasha tergeletak di ubin serta kaget melihat seorang wanita yang tengah memegang pisau


"Natasha..."


Kata Tyas dan langsung menghampiri nya


"Sial kenapa mereka harus datang..."


Gerutu perempuan tersebut dan langsung ingin kabur namun dirinya sudah di jegat oleh farel


"Berani-berani nya Tante ingin membunuh natasha,Tante harus menghadapi aku dulu..."


Kata farel dan langsung berantem dengan perempuan tersebut namun perempuan tersebut memilih untuk mundur karena dia tidak mau jika giffard mengetahui nya


Tyas membopong tubuhnya natasha ke atas kasur dan melihat luka cekikan yang meninggalkan bekas farel langsung menghubungi Danial


"Halo,rel kenapa??"


Tanya Danial di dalam telponnya


"Dan lu itu kemana aja sih??lu tau gak adik lu hampir kehilangan nyawanya.."


Kata farel kepada Danial,danial yang mendengar nya langsung kaget


"Apa kok bisa???"


Tanya Danial dengan nada cemasnya


"Perempuan tersebut benar-benar menjalankan aksinya dia hampir membunuh natasha untungnya ada gw dan Tyas tadi..."


Jawab farel


Danial yang mendengarnya langsung memutuskan panggilan telepon nya dan bergegas pulang ke rumahnya karena dia sangat cemas dengan natasha sesampainya dia dirumah Danial melihat adiknya berada di kasur dengan keadaan sangat lemas dan pingsan


"Dik,maafin kakak tadi meninggalkan kamu sendirian maafin kakak..."


Kata Danial sambil menangis


Miu dan giffard yang baru pulang dari mengantarkan kakek Daniel ke bandara kebingungan kenapa pintu Rumahnya seperti habis di dobrak begitu mereka masuk menuju kamarnya dan kaget melihat anak bungsu nya sedang terbaring lemah di kasur mereka


"Natasha,apa yang terjadi sama Natasha??"


Tanya mama Miu kepada farel,Tyas dan Danial


"nata hampir saja di bunuh oleh orang yang mengancamnya tapi kayaknya orang tersebut mencekik natasha karena ada bekas luka cekikan di lehernya natasha tapi untungnya aku dan farel datang sebelum Tante-tante tersebut menusukkan pisau nya..."


Jawab Tyas


Seketika tubuhnya Miu lemas karena benar dugaannya pasti orang tersebut akan melukai Natasha