
Disisi lain..
Angga sudah berada di dalam mobilnya menuju sebuah bandara internasional yang berada di negara itu. Angga terus menatap kearah kaca mobil karena dia baru pertama kali berada di luar bersama dengan kedua orangtuanya.
"Gimana nak, apakah kamu senang?" tanya ayahnya
"Aku sangat senang" balas Angga.
Angga memperlihatkan senyuman terbesarnya kepada kedua orangtuanya, kedua orangtua Angga yang melihatnya menjadi sangat bahagia karena mereka dapat melihat putra tunggalnya itu tersenyum begitu lebar.
Selama ini Angga tidak pernah tersenyum bahkan dia sampai disebut tidak memiliki ekspresi oleh orang-orang yang berada didekat rumahnya.
"Nak, nanti kamu harus hati-hati ya di Indonesia dan jangan sampai kamu bertengkar dengan Galang" pesan bundanya.
"Iya, Angga berjanji kepada bunda" janji Angga.
Angga tersenyum lebar sambil melihat kearah kaca jendela mobilnya, Angga sengaja membuka kaca jendela mobilnya supaya dia bisa menghirup udara dari luar. Udara yang berada diluar sangatlah sejuk bahkan jauh lebih sejuk dari pendingin ruangan dan lemari es.
...2 jam kemudian.....
Angga sudah tiba di bandara, Angga masuk kedalam bandara ditemani oleh kedua orangtuanya. Ketika berada ditengah-tengah bandara, Angga berpamitan kepada kedua orangtuanya dan dia juga meminta doa kepada orangtuanya supaya perjalanannya bisa menuju negara Indonesia lancar.
"Angga berangkat dahulu ya.." pamit Angga.
"Iya nak.. kamu harus menjaga dirimu ya dan jangan sampai kamu merepotkan kedua orangtuanya Galang" pesan sang bunda.
"Iya, Angga berjanji tidak akan merepotkan kedua orangtuanya Galang" janji Angga.
"Iya nak, ya sudah kamu masuk kedalam pesawat sana supaya tidak telat" suruh bunda.
"Iya.." sahut Angga. Angga pergi dari hadapan kedua orangtuanya sembari membawa koper, Angga menyerahkan tiketnya kepada petugas pesawat lalu Angga masuk kedalam pesawat yang akan dia tumpangi.
...Didalam pesawat.....
Angga tengah asyik membaca buku-buku fisika karena kebetulan angga sangat menyukai pelajaran yang berbau dengan fisika, Angga membaca buku sembari memakan cemilan ringan yang diberikan oleh salah satu pramugari. Ketika angga tengah asyik membaca, secara tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan yang meminta tolong dan karena penasaran Angga menoleh kearah belakangnya dan dia melihat seorang perempuan cantik berambut pirang dan bermata indah sedang memegangi dadanya.
"Ada ada denganmu?" tanya Angga.
"Dadaku terasa sangat sakit.." balas gadis itu.
Angga yang mendengar perkataan dari gadis tersebut langsung bangkit dari posisi duduknya lalu berjalan untuk menghampiri gadis itu, sesampainya didepan gadis tersebut, Angga mulai memeriksa kondisi kesehatan gadis itu karena secara kebetulan Angga juga sedikit mengerti dalam bidang medis karena papanya Angga adalah seorang dokter sekaligus pengusaha kaya raya.
"Apakah kamu membawa obat?" tanya Angga
"Iya aku membawanya namun aku tidak mau meminum obat karena rasanya sangatlah pahit" balas gadis itu.
"Kamu harus meminum obatmu supaya penyakitmu bisa lekas sembuh.." kata Angga.
Beberapa menit kemudian..
Angga berhasil menemukan obat itu, Angga langsung membuka tutup obat tersebut dan memberikan obat tersebut kepada perempuan yang berada dihadapannya.
"Minum! supaya kamu bisa cepat sembuh" suruh Angga. Perempuan itu langsung meminum obatnya karena dia takut dengan Angga, Angga terlihat sangat tegas seperti seorang dokter galak yang sedang menyuruh pasiennya untuk meminum obat. Sesudah meminum obat, perempuan tersebut sudah berhasil melewati masa sesaknya, perempuan itu merasa sangat bersyukur karena dia bertemu dengan lelaki baik seperti Angga.
"Terimakasih ya.." ucap terimakasih gadis itu kepada Angga.
"Iya sama-sama.." balas Angga. Gadis itu tersenyum kepada Angga sedangkan Angga hanya membalasnya dengan senyuman gurih, Angga memang dikenal sebagai pria dingin dan sangat pendiam.
"Kamu sangat misterius dan tampan" puji gadis itu kepada Angga.
"Benarkah?" tanya Angga.
"Iya kamu sangat tampan.." balas gadis itu.
Gadis tersebut memegangi tangan Angga lalu dia tersenyum kepada Angga, gadis itu menyuruh Angga untuk duduk disampingnya dan orang yang duduk disampingnya gadis itu memilih untuk mengalah dan menyuruh Angga untuk duduk disampingnya gadis itu.
"Mas silahkan duduk" suruh orang itu.
"Tidak usah, saya duduk di kursi saya saja" kata Angga.
"Tidak apa-apa, kekasihmu membutuhkan perhatian khusus darimu" kata orang itu. Orang tersebut berdiri dari posisi duduknya dan dia pindah kursi karena dia mengira jika Angga adalah kekasihnya gadis tersebut.
Angga yang mendengar perkataan dari orang tersebut langsung menganga karena baru pertama kali dia dikira memiliki seorang kekasih, selama ini orang-orang mengira jika Angga belum pernah memiliki seorang kekasih alias single dari masih bayi namun kenyataan dia sudahdah pernah memiliki sama seorang kekasih yang bernama Tyas.
Ketika Angga tengah menganga, gadis itu menarik lembut tangannya Angga dan dia mengisyaratkan Angga untuk duduk di sampingnya. Angga yang melihat ekspresi dari wajah gadis itu menjadi merasa kasihan dan pada akhirnya dia duduk di samping gadis itu supaya gadis itu merasa senang.
"Hai, nama aku adalah Aluna." sapa Luna.
"Hai juga.." sapa gugup Angga.
"Siapa namamu?" tanya Luna
"Nama saya adalah Angga manohara" balas Angga.
"Oh, apakah nanti kamu mau aku anterin ketempat tujuanmu?" tanya Luna.
"Maaf, aku tidak bisa karena aku dijemput oleh sepupuku yang bernama Galang.
"Oh begitu ya, ya sudah tidak apa-apa.." kata Luna sembari memperlihatkan ekspresi wajah kecewanya.
Luna menggenggam erat tangan Angga, Luna sengaja ingin mendekati Angga karena dirinya tahu bahwa Angga adalah anak tunggal dari keluarga manohara yang sangat terkenal dan kaya raya itu. Luna berpikir jika dirinya berhasil mendapatkan hati Angga, dia pasti akan menjadi menantu dari keluarga kaya raya dan dirinya juga akan ikut menjadi orang kaya raya setelah dia berhasil mendapatkan hati Angga.