Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Kembali sakit



Sesampainya di rumah sakit mereka langsung membopong tubuh Danial dan Danial segera di tangani oleh dokter Natasha menghubungi papa nya untuk segera datang


"Pah,kerumah sakit tempat kak Danial biasa mengecek kesehatan nya ya.."


Kata natasha di dalam teleponnya


"Emangnya kenapa??tadi pas sebelum pergi Danial baik-baik aja kok sekarang malahan ke rumah sakit??"


Tanya giffard yang kebingungan


"Ceritanya panjang pokoknya tadi kita di keroyok sama David dan anak buahnya.."


Jawab Natasha dan langsung memutuskan panggilan telepon nya


"Apa??David anaknya Alvaro itu??"


Tanya putra yang tidak percaya karena ternyata dia sedang bersaing ketat dengan Alvaro


"Iya.."


Jawab giffard dan langsung pergi menuju rumah sakit


Putra yang mempunyai dendam Dengan Alvaro menjadi tambah geram dengan Alvaro karena anaknya/David juga memiliki sifat sama seperti bapaknya


"Berani-beraninya anak itu ingin melukai keponakan ku.."


Kata putra di dalam hatinya dan langsung menyusul giffard ke rumah sakit


Sesampainya giffard di rumah sakit dia menemukan putri nya sedang duduk di kursi depan ruangan biasa Danial di rawat giffard langsung menghampiri mereka


"Gimana Danial??"


Tanya giffard kepada Natasha


"Gak tau pah,masih di periksa sama dokter.."


Jawab Natasha


Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut dan memberikan kabar yang mengejutkan


"Apa bisa anak saya sembuh??"


Tanya giffard kepada dokter


"Bisa,dengan cara pendonoran jantung kepada anak bapak tapi sayangnya.."


Jawab dokter namun kata-katanya terputus


"Sayangnya kenapa dok??"


Tanya Angga yang ikutan panik


"Seperti nya anak tersebut memiliki golongan darah yang sangat langka dan agak susah di temukan bahkan belum tentu golongan darah orangtuanya seperti itu.."


Jawab dokter tersebut


Membuat semuanya kaget namun mereka berusaha menenangkan pikirannya


"Emangnya golongan darah nya Danial itu apa ya??"


Tanya farel


"Rh-null.."


Jawab dokter tersebut


"Buset baru pertama kali denger gw,kirain gw cuma ada A,B,AB Ama O doank njirrr.."


Kata Galang yang refleksi


"Sama njirr,gw aja B.."


Kata Angga


"Kalo gw B+"


Kata farel dengan santai


"Bentar kayak nya keluarga lu punya golongan darah yang langka ya??"


Tanya Natasha


"Iya emangnya kenapa??yang paling langka si Melly kalo gak salah dia Rh-null.."


Jawab farel


"Berarti Melly golongan darahnya sama Ama kak Danial donk..."


Kata Natasha


"Tapi gak mungkin kan Melly yang disuruh donorin jantungnya buat Danial..."


Kata farel sambil duduk di kursi


"Iya juga sih..."


Kata natasha


Giffard hanya diam dan menunduk


"Gimana kalo Danial kita bawa berobat keluar negeri?? keahlian dan kelengkapan rumah sakit mereka jauh lebih bagus.."


Ajak putra


"Boleh saja tapi yang jaga siapa??"


Tanya giffard


"Ya kamu sama Miu lah.."


Jawab putra


"Truss perusahaan saya bagaimana??"


Tanya giffard


"Kan ada Natasha pah,biar Natasha yang menggantikan papa dikantor selama membawa kak Danial berobat.."


Jawab Natasha yang rela melakukan apapun agar kakaknya kembali sehat


"Hmm,ya sudah nanti papa bicarakan sama mama mu dulu.."


Kata giffard


Tiba-tiba Miu datang bersama kakek Daniel yang terlihat masih sangat sangar dan gagah meskipun usianya sekarang sudah sangat tua dia hampir berusia 90 tahun


"Gimana keadaan cucu ku,dia baik-baik saja??"


Tanya kakek Daniel kepada giffard


"Masih tidak sadarkan diri.."


Jawab giffard


"Dokter menyuruh untuk segera mencarikan sebuah pendonor jantung buat Danial namun gologan darahnya Danial sangatlah langka jadi selama kita belum menemukan pendonor jantung tersebut gimana kalo saya dan Miu membawa Danial keluar negeri untuk berobat sekalian mencari pendonor.."


Ajak giffard kepada miu


"Kita akan melakukan apapun asalkan Danial dapat disembuhkan .."


Kata Miu sambil tersenyum namun dia berusaha menyembunyikan kesedihannya


Giffard yang mengetahui bahwa istri nya sangat sedih karena kondisi Danial dia berusaha menangkapnya dengan cara memeluknya membuat semua orang yang melihatnya tersenyum termaksud Natasha dia sangat ingin memiliki suami seperti papa nya dan dia berharap semoga Angga seperti papa nya


"Kalo mau lanjut mending dikamar jangan di rumah sakit banyak bocah disini.."


Ledek putra kepada giffard


"Ngapain tuh om dikamar??"


Tanya Galang yang pikirannya mulai liar


"Ya tidur lah,ya kali tanam jagung.."


Jawab putra


"Kirain Galang bercocok tanam.."


Kata Galang yang keceplosan membuat cowok-cowok melotot ke arahnya karena mereka mengerti apa yang dimaksud dengan Galang


"Astaghfirullah ternyata lu sebelas-duabelas sama bapak lu, sama-sama liar pikirannya.."


Gerutu putra


"Kan anaknya om,lagipula cowok gak liar pikirannya gak waras..."


Kata Galang


"Hmm,iya juga sih.."


Kata putra


Natasha masih terus memandangi Danial dari jarak jauh tanpa dia sadari farel dan Angga sama-sama memegang tangannya kakek,om,papa dan mama nya serta Galang yang melihatnya hanya terdiam karena mereka tau bahwa Angga dan farel sama-sama memiliki perasaan yang sangat mendalam kepada Natasha


Natasha terus menatap Danial dari kaca ruangan Danial di rawat dia sangat khawatir dan cemas bercampur perasaan takut kehilangan membuat Natasha meneteskan air matanya


"Nata,kok nangis??"


Tanya mama Miu


"Mah, nata gak mau kehilangan kak Danial.."


Jawab Natasha dan air matanya makin bercucuran


"Kita gak akan kehilangan kak Danial,kak Danial bakalan sembuh papa dan mama akan berusaha menyembuhkan nya.."


Kata mama Miu sambil memeluk Natasha dan mengelap air matanya


"Tapi tadi kata dokter kemungkinan kak Danial sembuh hanya kecil karena dia memiliki golongan darah yang langka.."


Kata Natasha


"Kita berdoa kepada yang mahakuasa serta terus berusaha melakukan yang terbaik..."


Kata mama Miu dengan bijak