
Disisi lain Galang dan Angga sedang memasak untuk malam mereka namun Galang malah senyam-senyum sendiri membuat Angga keheranan
"Lang..kenapa??sehat kan??"
Tanya Angga kepada Galang namun Galang masih senyam-senyum gak jelas
"Gak,gw gak papa.."
Jawab galang dan melanjutkan mencuci bahan makanan yang akan mereka masak
Jawaban galang begitu tidak masuk akal menurut Angga namun Angga tidak mempedulikan nya,Galang masih mencuci bahan makanan nya namun dia terus memikirkan Natasha
"Nat,ini kesempatan gw buat menyatakan perasaan gw ke lu.."
Kata Galang didalam hatinya
Tiba tiba ponsel Galang berbunyi dan ternyata itu dari Natasha, Galang dengan senang hati mengangkat nya
"Hallo,cantik.."
Sapa Galang didalam telfonnya,Angga yang mendengarnya langsung panas
"Hallo Lang...lu lagi ngapain??"
Tanya Natasha kepada Galang
"Lagi nyiapin bahan-bahan untuk masak makan malem nih.."
Jawab Galang dan tersenyum
"Makan dirumah gw aja yuk..kesian kak Danial main PS sendirian nanti gw ajak farel juga.."
Ucap Natasha dan Galang langsung kesenangan
"Ok deh cantik,gw mandi dulu ya soalnya pasti nginep secara udah kebiasaan nginep di rumah lu.."
Kata Galang dan langsung memutuskan panggilan nya
Angga masih menahan emosi nya karena sekarang Angga mulai paham kenapa Galang sedari tadi senyam-senyum sendiri pasti karena Angga akan memutuskan Natasha selama setahun dan itu artinya kesempatan Galang untuk menyatakan perasaan nya
"Sial,kenapa aku harus bersaing dengan sepupu ku sendiri.."
Ucap kesal Angga
Karena tidak mau Galang semakin mendekati Natasha,Angga juga langsung mandi dan tidak akan membiarkan Galang mendekati Natasha sedikit pun
Setelah keduanya sudah rapih mereka langsung menuju mobilnya dan kali ini Galang meminta untuk menyetir mobilnya namun Angga tidak mengizinkan pada akhirnya keduanya membawa mobil mereka masing-masing
Sesampainya di depan rumah keluarga giffard mobil mereka langsung disambut hangat oleh anak-anak buah Keluarga giffard namun anak-anak buah Keluarga giffard merasakan ada yang aneh dengan Galang dan Angga mereka terlihat seperti sedang berperang dingin
Karena tidak satu mobil bahkan saat memasuki rumah keluarga giffard mereka memilih untuk jalan berjauhan
Farel yang berada dibelakang mereka juga kebingungan kenapa Angga dan Galang seperti sedang berperang dingin karena mereka lebih milih bawa mobil masing-masing dan jalan berjauhan
"Mereka kenapa ya??apa gegara warisan??atau perusahaan??tapi setau ku keluarga sonohara memiliki 2 saham perusahaan yang satu dipimpin papahnya Angga yang satu lagi dipimpin oleh papahnya Galang,masa iya masih berebutan juga.."
Kata farel didalam hatinya namun dia masih kebingungan
Kedatangan Angga,farel dan Galang disambut hangat oleh keluarga giffard namun Galang dan Angga memilih duduk berjauh-jauhan,Angga didekat Natasha sedangkan Galang didekat farel keluarga giffard yang melihatnya menjadi keheranan kenapa Galang dan Angga seperti sedang perang dingin
Setelah sudah selesai makan semuanya kembali menuju kamar masing-masing termaksud Danial and the gang nya kecuali Natasha dia masih mencuci piring bekas makan namun farel dibuat merinding ketika melewati lantai dua rumah keluarga giffard begitu sepi bahkan tak berpenghuni
"Dan..gw mau nanya,fungsinya lantai dua rumah lu ini apa??kok kayak kuburan ya bikin gw merinding.."
Tanya farel kepada Danial
"Hmmm..disini ada ruang perpustakaan,ruang nge-band,ruang kerja papah gw,truss ruang buat Natasha nge-dance gak jelas sama ruang khusus tamu.."
Jawab Danial
Ucap kagum farel
Tiba-tiba ada suara langkah kaki menuju arah mereka membuat bulu kudu keempatnya merinding
"Rel...lu takut Ama setan juga??"
Tanya galang dengan penasaran
"Iyalah...serem wajahnya,jangan bilang lu bertiga takut juga??"
Tanya farel
"Iya..."
Jawab Danial,Angga,dan Galang secara berbarengan
Tiba-tiba suara langkah kaki itu semakin mendekat membuat keempatnya keringat dingin
"Kalo gw bilang 1,2,3 kita langsung lari,ok.."
Ajak Danial kepada ketiga sahabatnya itu,angga,Galang dan farel hanya mengangguk
"1,2,3..larii"
Ucap Danial dan langsung lari dengan kencangnya, Galang,farel dan Angga langsung berlari juga
Tanpa mereka berempat ketahui bahwa langkah kaki yang mereka kira itu adalah langkah kaki setan ternyata langkah kakinya Natasha namun karena lantai dua keluarga giffard gelap jadi tidak terlihat jika itu Natasha dan karena rambut Natasha panjang membuat dirinya mirip dengan hantu wanita
Natasha hanya bengong melihat kelakuan keempat cowok tampan(menurut ciwi-ciwi disekolahnya) tersebut karena lari dengan begitu kencangnya seperti sedang dikejar oleh hantu
"Mereka kenapa ya??kok kayak ngeliat hantu begitu ya??apa jangan-jangan mereka mengira aku ini hantu??karena setau ku mereka berempat takut dengan yang namanya hantu.."
Tanya Natasha kepada dirinya sendiri
Karena penasaran Natasha langsung menuju lantai tiga rumahnya menyusul keempat sahabatnya tersebut
Danial,Angga,Galang dan farel baru saja sampai dilantai 3 dan mereka berempat terlihat kecapean karena berlari begitu kencang
Mereka berempat duduk di sofa yang biasa dipakai untuk tidur Angga jika menginap tiba-tiba suara langkah kaki terdengar lagi membuat mereka menelan ludahnya
"Makanya dan,kalo punya rumah jangan besar-besar jadi dihuni oleh makhluk ghoib kan.."
Ucap farel dengan nada ketakutan
"Mana gw tau..orang papa gw yang beli"
Ucap Danial
Tiba-tiba muncul lah sesosok wanita dengan rambut panjang terurai dan berbaju putih namun mukanya tertutup oleh rambut membuat Danial,angga,Galang dan farel tidak bisa berkata-kata bahkan mereka berempat hampir nangis
Natasha yang melihat ketakutan keempat cowok tersebut tertawa terbahak-bahak karena ternyata mereka beneran mengira dirinya setan
"Aduh..pliss lah kalian cowok gagah loh masa iya giliran Ama setan takut"
Ucap Natasha membuat keempat cowok tersebut menjadi malu
Danial yang tidak bisa menahan rasa malu nya langsung pergi menuju kamarnya diikuti oleh Galang dan farel sedangkan Angga memilih diam di sofa dan merebahkan tubuhnya namun badannya menghadap kearah tembok
"Ngga..kamu kok agak beda?? kenapa??apa jangan-jangan kamu udah bosan sama aku ya??pasti gegara Luna kan"
Tanya Natasha kepada Angga namun Angga hanya diam
"Hmm.."
Jawab Angga singkat namun tidak melihat kearahnya Natasha
Natasha yang mendengarnya kaget dan tidak percaya namun dia berusaha untuk bersikap biasa saja karena sedih nata langsung berlari menuju kamarnya,Angga membalikkan badannya ketika Natasha sudah berlari