Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
kesenangan farel dan Thea



Galang masih sangat syok Danial dan Angga berusaha menenangkan Galang


"Nih,minum dulu ya..."


Kata natasha sambil menyerahkan gelas berisi air kepada Galang


"Lang,kita turut berdukacita atas kepergian kedua orang tua kamu..."


Kata Natasha dan Danial secara berbarengan


Galang tidak merespon sama sekali hingga akhir nya papa nya Angga mendatangi mereka


"Nak,om tau kamu terpukul tapi kamu harus ikut memakam kan kedua orang tua kamu jadi hapus air mata mu supaya mereka tidak bersedih di sana..."


Ujar harra kepada Galang


"Om,Danial boleh ikut memakam kan??"


Tanya Danial


"Boleh,nanti papa mu juga ikut..."


Jawab papa nya Angga


Tidak beberapa lama rayya dan papa nya datang rayya langsung menghampiri teman-temannya


"Lang,aku turut berdukacita ya..."


Kata rayya kepada Galang


Galang tidak merespon sama sekali di bawah giffard melihat jam tangannya dan hari sudah semakin siang itu artinya harus segera di makam kan giffard naik ke atas kediaman keluarga sonohara


"Ra,kita harus segera menguburkan tidak baik jika terlalu lama..."


Kata giffard kepada harra


Galang terlihat sedikit tenang mereka menuju pemakaman umum setelah mendoakan mereka pun pergi kembali ke rumahnya masing-masing tapi rayya sempat mengunggah status farel yang tidak tau akan hal itu kebingungan dengan status nya rayya


"Siapa yang meninggal??"


Tanya farel kepada rayya


"Ortu nya galang.."


Jawab rayya


Farel yang tengah asyik bercanda sambil bermain Handphone bersama jagoan nya itu sedikit kaget dengan ekspresi yang lucu Ryan mengira ayah nya sedang bercanda jadi dia tepuk-tepuk tangan


Ryan sudah lebih besar dari sebelumnya


Farel tidak menyadari bahwa Ryan merangkak menuju dapur


"Ryan, Ryan kamu di mana??"


Tanya farel yang kebingungan


"Tuan,tuan muda Ryan berada di dapur..."


Ujar pembantu nya


Farel langsung menuju dapur rumah nya


"Ndak boleh nakal ya..."


Ujar farel kepada anak nya Ryan yang mendengar nya hanya cemberut


Thea datang untuk mengambil minum dia melihat kakak nya sedang menggendong Ryan semenjak ada Ryan rumah nya menjadi ramai karena Ryan selalu menangis jika malam hari membuat mereka tidak bisa tidur dan berusaha menidurkan Ryan


"Allooo"


Sapa Thea kepada Ryan,Ryan membalasnya dengan sebuah cubitan


"Dek,udah dengar soal orang tua nya Galang??"


Tanya farel


"Belum, emangnya kenapa kak??"


Tanya Thea


"Kasihan mereka sudah tiada..."


Jawab farel dengan nada sedih nya


"Kasihan sekali pasti Keluarga sonohara lagi terpukul..."


Kata Thea dengan nada ikut sedih nya


"Nanti kita pergi ke rumah nya Angga ya..."


Ajak farel,Thea hanya mengangguk Ryan sedari tadi hanya ketawa-ketawa


"tapi temenin kakak dulu ke mall mau beli keperluan buat Ryan..."


kata farel lagi


Mereka berangkat menuju mall untuk membeli barang-barang tapi Ryan malah asyik mengoceh sepanjang jalan meskipun dia baru bisa huruf belakangnya saja setibanya mereka di mall mereka justru asyik mengajak main Ryan tapi semua ibu ibu yang berada di sana mengira jika Thea dan farel adalah orang tua nya Ryan


"Bu,anak nya ganteng banget ya..."


kata salah satu ibu tersebut kepada Thea


"dia keponakan saya Bu,bukan anak itu yang gendong dia kakak saya..."


kata Thea yang agak risih di kira sudah ibu-ibu


"ohh, saya kira suaminya..."


ucap ibu tersebut kemudian pergi


Setelah puas mengajak main Ryan mereka kembali menuju rumah nya


"iyan,cenang??"


tanya farel kepada Ryan


"iya,Iyan cenang..."


jawab Ryan sambil tepuk-tepuk tangan


Farel dan thea menjadi sangat bahagia semenjak kedatangan Ryan mereka anggap Ryan adalah kunci kebahagiaan mereka di masa muda