Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Begadang



Empat bulan kemudian natasha semakin manja dan meminta hal hal yang absurd serta susah untuk di dapat danial dan angga menjadi sangat kebingungan mereka sedang duduk di meja makan tapi natasha terus saja memegang tangan nya angga bukan merasa senang justru angga merasa risih karena ada danial


"dik,makan donk kan kamu lagi hamil.."


Suruh danial kepada natasha


"gak mau,aku gak mau makan aku mau nya makan es..."


Kata natasha sambil sedikit memonyongkan bibir bawah nya


"es apa??biar aku belikan nanti.."


Tanya angga


"es dung-dung..."


Jawab natasha


Danial yang mendengarnya langsung keselek karena dia tau bahwa es dung-dung cukup sulit di dapatkan apalagi di daerah perumahan mereka karena biasanya di jual oleh penjual keliling


"Ga,es dung-dung itu susah di dapat kalo di daerah perumahaan karena biasanya yang menjual adalah para penjual keliling..."


Kata danial sambil berbisik ke angga


"btw,gw gak pernah makan es dung-dung jadi gw gak tau bentuk nya kayak gimana.."


Kata angga


"njirr,gw kira udah bentuk nya kayak es krim biasa yang di mangkuk.."


Kata danial


"truss kita carinya dimana??"


Tanya angga


"Gak tau.."


Jawab danial


Natasha terus cemberut karena dia pengen sekali memakan es dung-dung danial dan angga menjadi tidak tega melihat nya mereka segera bersiap-siap untuk mencari es dung-dung


Di dalam mobil terlihat natasha yang sedang mengoceh sendiri membuat danial menjadi gemas dengan tingkah adik nya itu angga terus menjalankan mobil nya meskipun sebenarnya dia sudah mengantuk tapi tidak apa-apa demi sang anak


"ga,kalo lu ngantuk gantian saja sama gw.."


Kata danial


"belum kok,nanti aja kalo sudah dapat es nya baru gantian..."


Kata angga


Angga terus menjalankan mobil nya hingga sampai lah mereka pada sebuah minimarket kecil angga sudah sangat mengantuk tapi tidak dengan danial dia biasa begadang hingga pukul dua dini hari jadi danial belum mengantuk


Di dalam natasha dan danial mengambil beberapa es krim karena ternyata danial juga sangat menyukai es dung-dung angga benar benar kehabisan tenaga bahkan angga duduk di lantai minimarket tersebut untung hanya mereka bertiga serta 2 petugas minimarket itu yang berada di dalam jadi angga bisa tenang


"huaaa,lama amat dah ya mata ku hanya tersisa 4% energi nya.."


Kata angga sambil menguap


Cukup lama danial dan natasha mengambil makanan akhirnya mereka keluar mereka melihat angga sedang duduk namun mata nya meram


"Angga,bangunnnnnnn"


Teriak natasha


"ga,maafin aku ya gegara ini kamu jadi harus begadang bahkan tadi sampai ketiduran di minimarket.."


Kata natasha sambil mengusap-usap rambutnya angga


"gak papa sayang,lagipula ini semua kan keinganan anak kita aku harap nanti anak kita penurut ya seperti danial bukan malah seperti mendiang david..."


Kata angga sambil tersenyum


Natasha sebenarnya merasa kasihan dengan angga apalagi akhir-akhir ini natasha sering memarahi angga tidak tau kenapa natasha menjadi lebih galak dari sebelum nya bahkan angga pernah disuruh tidur di luar rumah sampai-sampai danial membawakan bantal,guling,kasur hangat,dan selimut serta teh manis untuk angga


Natasha merasa bersyukur karena dapat mengenal angga sosok lelaki cuek yang diam-diam bucin serta sangat menyayangi dirinya bahkan rela melakukan apa saja untuk dia


Natasha memeluk tubuh angga kemudian mereka memejamkan mata nya danial melihati mereka dari kaca mobil danial ikut senang jika adiknya memilih lelaki yang benar tiba tiba danial mengerem mendadak membuat angga dan natasha terbangun


"kak,ada apa??"


Tanya natasha


"gak tau,kayaknya bukan orang baik deh kalian tunggu sini..."


Jawab danial


Danial turun dari mobilnya dan benar saat turun dirinya sudah di todong oleh senjata tajam tapi danial tidak pernah takut sama sekali apalagi cuma sama senjata tajam saja


"yank,kamu jangan turun biar aku turun membantu danial.."


Kata angga


Angga tidak tau bahwa danial mempunyai kemampuan lebih dari kakek nya tapi dia hanya berpura-pura kalem saja natasha menjadi sangat geram dengan para penjahat itu tapi dia tidak bisa apa-apa karena sedang mengandung


Angga turun serta menghajar beberapa penjahat itu danial masih di todong oleh ketua kelompok penjahat tersebut tapi dirinya tetap tidak takut


"serahkan semua harta lu atau nyawa kalian melayang!!"


Ancam penjahat itu


"kalo gw gak mau gimana??"


Tanya danial


"oke,bakalan gw hilangkan nyawa kalian tapi yang pertama kali adalah gadis yang berada di dalam mobil itu.."


Jawab penjahat tersebut


Danial melihat natasha yang sudah di todong oleh senjata tajam juga dia menjadi kesal dan memutarkan tangan penjahat itu sehingga senjatanya justru mengarah pada penjahat itu sendiri


Natasha juga terlihat sangat tenang dalam hitungan detik natasha menendang penjahat itu hingga terjatuh


"waw,kesian gw sama kalian niatnya mau menjadi kaya malah jadi bonyok gini..."


Ledek natasha


Danial sudah selesai membuat penjahat itu terkapar jadi dia menghampiri natasha


"adek gw dilawan seorang gadis yang punya banyak sekali prestasi dibidang beladiri..."


Ejek danial juga


"sudah lah kita pulang ini sudah malam tidak baik ibu hamil keluar dini hari seperti ini..."


Kata angga dengan bijak


Mereka masuk kedalam mobil dan pergi menuju rumahnya natasha serta angga kembali tertidur di mobilnya danial malah asyik bernyanyi kecil