Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Awal keretakan hubungan persaudaraan Angga dan Galang



Angga masih asyik bermain game hingga larut malam niatnya Angga ingin begadang sayangnya dia harus menemui Natasha besok karena akan mengasih kejutan kepada nya Angga memutuskan untuk tidur supaya besok terlihat tampan


kebesokan hari nya Angga terbangun serta langsung mandi beberapa menit kemudian Angga berangkat menuju rumah nya natasha Karena hari ini adalah hari Sabtu Galang sudah berangkat pagi hari untuk ke perusahaan papa nya karena ada sedikit masalah serta Galang merasa sedang tidak beres dengan perasaannya hari ini Galang takut jika ada apa-apa


Angga terlihat sangat bahagia di dalam mobilnya dia menuju kediaman keluarga giffard sesampainya di kediaman keluarga giffard Angga pun masuk ke dalam dirinya di sambut hangat oleh para penjaga


"hai Angga..."


sapa Danial


"hai juga..."


sapa balik Angga


Danial masih asyik bermain gitar sedangkan Angga menunggu natasha sambil mendengarkan alunan musik dari Danial


tidak tau kenapa firasat Angga begitu tidak mengenakan dan kepikiran dengan kedua orangtuanya


"kenapa,ga??"


tanya Danial yang menyadari jika Angga melamun


"gak papa,cuma kepikiran bunda dan ayah..."


jawab Angga


Natasha keluar membawa cemilan ringan dan jus mangga yang dia buat sendiri Danial dengan senang hati menerima dan memakannya berbeda dengan Angga yang justru terlihat khawatir


"ga, kenapa sih??kok kamu malahan bengong gitu??"


tanya Natasha


"gak papa, perasaan aku gak enak..."


jawab Angga


Angga tidak mengetahui jika keadaan orangtuanya dan orangtuanya Galang sedang dalam bahaya di luar negeri itu lah yang membuat perasaan Galang dan Angga tidak enak


"Kamu katanya mau ngasih kejutan,kejutan apa??"


tanya natasha


"ohh ya aku lupa,ini dia..."


jawab Angga kemudian mengambil sebuah kotak


Angga membuka kotak nya terdapat sebuah cincin berwarna hitam namun terbuat dari emas Angga memakaikan cincin di jari nya natasha


ucap terima kasih natasha kepada Angga


"sama-sama"


kata Angga sambil tersenyum


di perusahaan Galang tampak sangat bingung apa yang terjadi dengan perusahaannya Galang mencoba menghubungi Angga tapi handphone nya Angga di matikan daya jadi Angga tidak tau jika ada masalah


"akhh,kenapa jadi gini sih??"


tanya Galang kepada para stafnya


"tidak tau pak,itu laporan dari perusahaan kita yang berada di luar negeri alias perusahaan yang di pimpin oleh orang tua bapak sendiri..."


jawab salah satu stafnya


"oke nanti saya tanyakan ke papa..."


kata Galang dan langsung menelpon orang tua nya


Galang berusaha berkali-kali untuk menelpon kedua orangtuanya tapi nihil Galang mencoba menelpon Tante dan om nya sama-sama tidak aktif


"terpaksa aku harus menghampiri Angga ke kediaman keluarga giffard..."


kata Galang kemudian menuju keluar dari kantornya


para staf nya melihat ke Galang mereka merasa kasihan dengan Galang karena sebenarnya mereka tau apa yang terjadi


Galang menancapkan gas nya menuju kediaman keluarga giffard setibanya di sana Galang langsung turun dan berlari


"ga,gawat perusahaan kita mengalami penurunan drastis..."


kata Galang membuat Angga kaget


"apa??"


tanya Angga yang tidak percaya


"iya ini laporan keuangan dari perusahaan kita yang berada di luar negeri..."


jawab Galang kemudian menyerahkan sebuah buku yang berisi data data keuangan perusahaan mereka


Angga kaget melihat penurunannya begitu drastis bahkan mereka mengalami kerugian sebesar 5 miliyar jumlah yang cukup besar membuat Angga bingung dan tidak tau harus melakukan apa