Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Ketulusan



Natasha hanya terdiam memandangi wajah kakaknya, angga berusaha menenangkan natasha dan mengajaknya keluar


Sesampainya di taman dekat rumah sakit tersebut mereka langsung duduk di bangku panjang yang sampingnya penuh dengan bunga-bunga,Angga tau betapa sedihnya Natasha sekarang tiba-tiba kepalanya Natasha bersandar di bahunya Angga


"Angga,ini semua mimpi kan?ini mimpi pasti.."


Tanya Natasha yang sedikit tidak percaya


"Kamu harus tenang kesian papa kamu karena dia juga sebenarnya rapuh tapi dia berusaha tetap tenang karena tidak mau kamu dan mamah kamu ikut bersedih.."


Kata Angga


"Jadi ini beneran ya,aku kira ini mimpi buruk.."


Kata Natasha dan mengalirkan air matanya


"Luapkan semua kesedihan kamu didepan aku.."


Kata Angga kemudian memegang bahunya Natasha


"Ga,makasih ya kamu selalu nemenin aku disaat suka maupun duka.."


Kata Natasha


"Iya.."


Kata Angga singkat sambil tersenyum


"Nat,kita pergi ke taman kepunyaan keluarga aku yuk disitu sangat cocok untuk menenangkan pikiran seseorang yang sedang galau atau sedih.."


Ajak Angga,Natasha hanya tersenyum


Mereka berdua pergi menuju taman kepunyaan keluarga sonohara yang sangat indah dan sangat cocok untuk orang yang sedang frustasi, sesampainya disana Angga langsung menggandeng tangannya Natasha ktakut jika mereka akan terpisah karena tamannya cukup besar dan gelap hanya diterangi oleh lampu-lampu kecil


"Indah sekali ternyata benar kekayaan keluarga aku dan kamu sangat berbeda jauh,tapi kenapa kamu malah hidup sederhana?keluarga aku aja yang masih dibawah kamu malahan hidup mewah.."


Tanya Natasha


"Karena kakek mengajarkan kita untuk hidup sederhana dan tidak sombong dengan harta karena harta itu hanya sebuah titipan untuk kita supaya kita lebih rajin bersedekah dengan orang yang kurang mampu bukan untuk dipamerkan.."


Jawab Angga


Natasha yang mendengarnya menjadi malu karena selama ini keluarganya hidup dengan bermewah-mewahan dan jarang sekali bersedekah


"Kenapa,sayang?"


Tanya Angga yang melihat wajahnya Natasha berubah setelah mendengar jawabannya


"Gak papa,aku cuma malu karena selama ini keluarga aku jarang bersedekah dengan orang orang kurang mampu tidak seperti keluarga kamu yang selalu bersedekah bahkan aku dengar keluarga kamu mendirikan sebuah perumahan untuk orang-orang yang tidak mampu.."


Jawab Natasha


"Sayang itu semua belum terlambat kamu masih bisa bersedekah.."


Kata Angga dengan bijak dan sambil tersenyum


"Ga,kamu berhati mulia aku kira kamu sombong dan angkuh seperti orang lain.."


Kata Natasha yang sangat kagum dengan Angga


"Gak semuanya orang kaya itu sombong dan angkuh sayang.."


Kata Angga sambil mengusap-usap rambut nya Natasha


Puji Natasha


"Jangan kebanyakan muji loh nanti makin sayang sama aku.."


Ledek Angga


"Yah,mulai geer nya.."


Gerutu Natasha tetapi Angga hanya tersenyum tiba-tiba Angga teringat dengan Danial


"Nat,kita balik ke rumah sakit yuk.."


Ajak Angga


"Yuk..."


Kata Natasha kemudian mereka kembali menuju kerumah sakit dimana Danial dirawat


Sesampainya disana mereka berhasil membuat iri orang-orang yang berada disana karena kedua nya sama-sama memiliki wajah rupawan


"Buset, Danial lagi sakit kalian malahan pacaran.."


Kata Galang membuat farel kesal mendengarnya karena dia kalo ngomong selalu asal ceplos seharusnya dia mikir kalo misalnya Angga hanya ingin menenangkan pikirannya Natasha bukan ingin pacaran


"Galang,otak lu itu berapa centi sih??kenapa lu o'on banget.."


Tanya farel dengan nada geram nya


"Mana gw tau.."


Jawab Galang dengan nada santainya


"Astaghfirullah,sabar kan lah hamba mu ini.."


Kata farel yang sudah menyerah dengan kelakuannya Galang namun masih tidak mengerti perkataan farel jadi dia masa bodo


"Sabar rel, Galang emang suka kayak begitu.."


Kata Angga yang tau bahwa farel sudah kehabisan kesabaran dengan Galang


"Makasih, Danial lu emang selalu nyemangatin gw.."


Kata farel tanpa dia sadari bahwa orang tersebut adalah Angga bukan Danial


"Ini gw Angga bukan Danial.."


Kata Angga membuat farel tersadar


Dan kembali bersedih karena biasanya jika farel kehabisan kesabaran dengan Galang pasti Danial yang membuatnya kembali sabar


"Kira-kira Danial masih bisa seperti dulu lagi gak ya??"


Tanya farel dan hampir meneteskan air matanya


"Kita berdoa saja kepada yang maha kuasa.."


Jawab Angga yang juga mengharapkan Danial kembali pulih


Giffard datang menghampiri mereka dan menyuruh mereka pulang namun giffard,kakek Daniel dan Miu masih ingin berada dirumah sakit jadi Natasha hanya sendirian dirumah karena mereka juga tinggal sendiri dirumah akibat orang tuanya pada tinggal diluar negeri jadi mereka semua menginap di kediaman giffard