Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Natasha.



Di sisi lain.


Natasha sedang menaiki angkot menuju sekolahnya meskipun Natasha berasal dari keluarga kaya raya namun kesederhanaannya tidak bisa untuk dihilangkan karena mamanya mengajarkan dia untuk hidup sederhana itu sebabnya Natasha selalu hidup sederhana dan menghargai orang-orang yang derajatnya berada di bawah dia hanya saja Natasha memiliki satu kebiasaan buruk yaitu pemalas.


"Lama sekali sih nanti kalo aku telat bisa-bisa aku dihukum nih sama si guru killer itu" batin Natasha. Natasha melihat kearah jam tangannya dan ternyata waktu sudah menunjukkan pukul jam tujuh pagi namun angkot tersebut masih terjebak macet karena takut telat pada akhirnya Natasha memutuskan untuk berlari menuju sekolahnya sebab dia tidak mau telat datang kesekolah. Setelah mengasih uang kesupir angkot tersebut, Natasha langsung berlari sekuat tenaganya menuju sekolah.


Setengah jam kemudian..


Natasha sudah tiba disekolahnya namun sayangnya gerbang sekolahnya sudah di kunci rapat oleh penjaga disekolahnya karena pelajaran sudah dimulai.


"Sial, lagi-lagi aku telat dan satu satunya cara untuk masuk kedalam adalah memanjat gerbang tapi aku takut diketahui oleh pak satpam.." gumam Natasha.


Natasha berjalan secara perlahan sambil melihat arah belakangnya karena dia takut ada orang lain yang mengikutinya dari belakang,setelah melihat tidak ada orang barulah Natasha memanjat gerbang sekolahnya itu dan setelah selesai memanjat Natasha langsung berlari masuk kedalam sekolahnya supaya dirinya tidak dilihat oleh penjaga disekolahnya.


Beberapa menit kemudian..


Natasha sudah tiba didepan kelas namun ternyata didalam kelasnya sudah ada guru yang tengah mengajar, Natasha berusaha untuk mencari sebuah alasan yang tepat supaya dia bisa masuk kedalam kelas dan tidak dihukum oleh gurunya. Ketika Natasha tengah berusaha untuk mencari sebuah alasan yang tepat, salah satu temannya yang tengah duduk diatas kursinya melihat Natasha lalu dia memanggil nama Natasha.


"Natasha, kamu kenapa malah terdiam didepan kelas?" tanya salah satu temannya.


Natasha yang mendengar ucapan dari temannya itupun langsung mengedipkan matanya dan memberikan isyarat kepada temannya untuk diam supaya gurunya tidak mengetahui keberadaannya ditempat itu, namun apalah daya gurunya sudah mengetahui keberadaannya dan gurunya berjalan mendekati dia.


"Natasha, kenapa kamu terlambat?" tanya galak gurunya.


"Begitu ya, ya sudah.. cepat masuk!.." suruh gurunya.


"Baik, pak.." sahut Natasha.


Natasha dan guru killer itupun langsung masuk kedalam kelasnya namun ketika guru tersebut berada didepannya, Natasha mengejek guru tersebut secara diam-diam sedangkan para teman-temannya yang melihat tingkah Natasha langsung pada tertawa terbahak-bahak bahkan sampai ada yang terjungkir kebelakang.


"Ada apa dengan kalian?" tanya sinis gurunya.


"Tidak kenapa-kenapa.." balas bohong murid.


"Benarkah?" tanya guru itu. Guru itu menoleh kearah Natasha dan ketika guru itu menoleh, Natasha langsung berpura-pura tersenyum manis dihadapan gurunya supaya gurunya tidak mengetahui bila dirinya habis meledek gurunya yang galak tersebut.


"Kenapa, pak?" tanya bodoh Natasha.


"Tidak kenapa-kenapa.." balas gurunya.


"Oke.." sahut Natasha.


Natasha langsung duduk diatas kursinya lalu Natasha mengambil bukunya, kemudian Natasha mengikuti mata pelajaran dengan baik meskipun tadi dirinya hampir dihukum oleh gurunya yang galak dan sadis itu.