
Galang merasa bete terus belajar berbeda dengan Angga yang asyik sekali belajar nya tapi Galang harus belajar supaya nilainya tidak jeblok berjam-jam mereka belajar waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam Angga langsung masuk ke kamarnya dan tidur begitu juga dengan Galang kebesokan harinya mereka terbangun dengan sangat buru-buru mereka takut jika terlambat Angga membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi sesampainya di sekolah mereka langsung masuk ke kelas di dalam kelas nampak Danial,farel, Natasha yang sudah duduk manis seperti biasa Natasha sedang mengobrol dengan geng ceweknya sedangkan Danial sedang mengobrol dengan farel,Angga dan Galang langsung duduk di tempatnya masing-masing
"Rajin banget kalian jam baru jam segini udah datang.."
Kata Galang kepada Danial dan farel
"Emak gw buset dah cerewet banget baru jam 4 gw udah di bangunin padahal gw minta di bangunin nya jam 5..."
Kata Danial
"Perasaan Tante Miu kalem.."
Kata Galang yang tidak percaya
"Kalem kalo ke anak orang lain tapi pas lagi bangunin tidur anak-anaknya suara nya kenceng banget melebihi toa masjid.."
Kata danial dengan jujur
"Buset gw kira kalem tau-tau gak.."
Kata Galang
Angga masih asyik membaca buku bahkan sapaan Natasha saja di abaikan oleh Angga
"Angga rajin banget dah,gw aja cuma baca sedikit doank sisanya berdoa pada tuhan..."
Kata farel kepada Galang dan Danial
"Udah biasa bagi Angga mah dari dulu Angga selalu ranking satu di kelas..."
Kata Danial dan Galang secara berbarengan
Tiba-tiba semua murid masuk ke kelas itu artinya pak Wahyu sudah datang dan siap mengawas dengan wajah menakutkan nya pak Wahyu masuk ke kelas membuat murid menunduk semua kecuali Angga
"Selamat pagi pak.."
Sapa Angga
"Selamat pagi nak,baik lah sekarang kita langsung mulai ulangan nya keluarkan handphone kalian dan kumpulkan di Angga nanti Angga yang menaruh di loker kelas kita..."
Suruh pak Wahyu
Murid-murid langsung mengumpulkan handphone mereka di mejanya Angga tetapi Angga kebingungan akan membawa handphone-handphone tersebut menggunakan apa karena dia tidak membawa tas kecil untung nya natasha membawa tas kecil jadi Angga bisa menggunakannya setelah semua handphone terkumpul Angga langsung pergi menuju loker sekolah mereka
2 menit kemudian Angga kembali dan duduk di bangkunya lagi dia mengisi lembaran kertas itu dengan sangat mudah setengah jam kemudian Angga sudah selesai mengerjakan lembaran soal tersebut
"Ini pak.."
Kata Angga kepada pak Wahyu sambil menyerahkan lembaran soal dan lembar jawabannya
"Kamu yakin sudah betul semua??"
Tanya pak Wahyu
"Iya saya yakin bapak periksa saja sendiri.."
Jawab Angga dan langsung pergi meninggalkan kelas nya
Pak Wahyu kaget melihat jawabannya Angga karena semua nya benar farel juga sudah selesai farel langsung menyerahkan lembaran soal dan jawaban abis itu pergi menuju kantin lagi-lagi pak Wahyu di buat kaget oleh jawaban farel karena dia hanya salah satu saja Angga dan farel seperti sedang bersaing untuk mendapatkan rangking satu di kelas di susul oleh Danial dan natasha mereka juga sudah selesai
"Keempat anak itu memiliki kepintaran yang luar biasa..."
Kata pak Wahyu didalam hati nya yang bangga dengan Angga,farel,Danial dan natasha
Satu jam kemudian semuanya sudah pada selesai tapi Galang merasa iri dengan kemampuan keempat sahabatnya itu jadi Galang mulai Semangat belajar di saat teman-temannya ke kantin Galang malah memilih ke perpustakaan
"Si kampret Kesambet apaan dah??tumbenan banget dia belajar..."
Tanya farel kepada yang lain karena penasaran Galang menjadi rajin belajar
"Gak tau lah..."
Jawab natasha
Sepulang sekolah Galang mengajak Angga untuk mampir ke toko buku
Angga merasa kebingungan setibanya di toko buku Galang membeli 3 buku pelajaran sejarah sekaligus Angga karena melotot tidak percaya dengan apa yang dia lihat
"Berapa semua nya,mbak??"
Tanya Galang kepada Mbak-mbak kasir penjaga toko buku tersebut
"500 ribu,mas..."
Jawab mbak tersebut
Galang menyerahkan kartu ATM nya tapi penjaga kasir tersebut agak kaget melihat kartu ATM yang Galang gunakan karena biasa di gunakan oleh kalangan kaya raya semuanya
"anak dari pemimpin perusahaan sonohara toh pantes aja kartu nya kartu kalangan atas..."
Kata penjaga kasir tersebut di dalam hati nya
Setelah pergi membayar Angga dan Galang mampir ke sebuah restoran karena mereka lapar mereka duduk bersampingan serta memesan banyak makanan tiba-tiba ada dua cewek mendekati mereka
"Hai, mas-mas nya ganteng banget.."
Sapa kedua gadis tersebut lebih tepatnya seperti seorang pekerja hiburan malam
Galang dan Angga masa bodo dengan dua perempuan yang ada di hadapan mereka meskipun kedua perempuan tersebut memakai rok yang sangat mini dan baju yang tidak menutup belahan dada nya tapi Angga dan Galang tetap tidak tertarik menurut Galang masih hot body nya Thea begitu juga dengan Angga menurut Angga body natasha adalah yang paling pas untuk nya
"Mas-mas nya diam saja apa jangan-jangan mas nya mau ya??mau itukan??kita mau kok melayani mas.."
Kata kedua perempuan tersebut
"Ga,kayak ada setan ngomong tapi dimana??"
Tanya Galang kepada Angga
"Di hadapan lu.."
Jawab Angga
"Ohh,pindah tempat duduk nyok ngeri gw disini ada setan..."
Ajak Galang kemudian angga dan Galang pindah tempat duduk nya tapi dua perempuan itu masih mengikuti mereka
Pada akhirnya Angga memutuskan untuk membungkus makanannya karena dia tidak nafsu makan jika di lihati oleh seorang perempuan kecuali bunda dan kekasihnya
"Mas masa sih gak tertarik sama kita??liat body kita hot banget loh..."
Tanya perempuan tersebut kepada Angga dan Galang
"Ga,gw tau caranya buat ngusir nih cewek..."
Kata Galang sambil berbisik ke Angga
"Apa??"
Tanya Angga
"Kita kasih mereka uang aja daripada di ikuti terus-terusan mereka kan cewek gak bener tuh pasti kalo di kasih uang merahan bakalan pergi..."
Jawab Galang
Angga dan Galang memutuskan untuk ke ATM untuk mengambil uang karena mereka tidak menyimpan uang receh
Cewek-cewek tersebut mengira Angga dan Galang akan menyewa sebuah hotel untuk mereka bermalam tapi mereka harus mengambil uang dulu setelah duit sebesar 1 juta angga langsung menyerahkan pada kedua wanita itu
"Sekarang silahkan pergi kami tidak butuh tubuh yang sudah sering di nodai oleh para lelaki hidung belang..."
Kata Angga dengan tegas
Dua perempuan tersebut langsung pergi meninggalkan Angga dan Galang dengan membawa uang yang di berikan oleh Angga,Angga dan Galang kembali ke mobil dan pergi menuju kediaman mereka