
Dua bulan kemudian
Natasha sedang asyik menggendong dinas
Sedangkan angga masih asyik mengurus pekerjaan nya
"sayang,kamu gak capek??soalnya kamu menatap laptop mulu.."
Tanya natasha kepada angga
Angga menaruh laptop nya dan berjalan menuju natasha
"maaf ya akhir-akhir ini aku sibuk banget soalnya ada sedikit masalah di perusahaan ku..."
Kata angga kepada natasha
"hmm,gak papa kamu tenang saja..."
Kata natasha dengan santai
Angga terus menatap anak nya setiap menatap dinas dirinya selalu teringat dengan sang kakek
"kenapa wajah nya dinas mirip sekali dengan mendiang kakek ya??"
Tanya angga di dalam hati nya
Natasha membawa dinas ke kamar nya untuk di taruh di box
"tidur ya,nak..."
Kata natasha sambil mengusap-usap kepalanya dinas yang masih sangat lembut
Natasha keluar dari kamar sang anak namun tiba tiba angga menarik tangan nya hingga dia jatuh kepelukannya angga
"kamu gak pengen nambah anak lagi??"
Tanya angga
"mau lah..."
Jawab natasha
Angga langsung menggendong natasha menuju kamar nya natasha sudah menduga sebelum nya tapi dia cuma bisa pasrah
tiga jam kemudian natasha sudah selesai mandi dia menuju kamar sang anak dinas masih tertidur angga menyusul natasha ke kamar sang anak
Angga masih asyik melihati sang anak tiba tiba ponsel nya berdering ternyata itu dari galang
"hallo,lang kenapa??"
Tanya angga
Jawab galang dan langsung memutuskan panggilan telepon nya
Natasha sedari tadi melihati angga yang tengah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor nya
"ga,kamu mau ke kantor??"
Tanya natasha
"iya,maaf ya gak tau tuh si galang nyuruh ke kantor...."
Jawab angga
Angga bergegas menuju ke perusahaannya setibanya di sana angga melihat banyak sekali mobil angga berlari menuju kantor nya
Terlihat banyak sekali orang di sana angga menghampiri galang
"lang,ada apa??"
Tanya angga
"kita akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan baru nama nya alaska.."
Jawab galang
Angga terkejut mendengar nama perusahaan tersebut karena sebelumnya tidak ada perusahaan bernama alaska tidak mungkin seseorang membangun perusahaan dalam waktu sekejap pasti perusahaan tersebut sudah berdiri sebelum nya namun ganti nama itulah menurut angga
Datang lah seorang lelaki yang cukup tampan tapi masih tampanan angga dia dikawal oleh anak buah nya angga tidak mengetahui jika lelaki itu adalah suami dari anak angkat nya alvaro
"Kalian pasti sudah mengenal saya bukan??yap seorang pengusaha yang terkenal...."
Kata lelaki tersebut dengan keangkuhannya
Angga dan galang saling menatap satu sama lain mereka bingung mengapa ada seorang pemimpin seperti itu
"bagaimana kalian mau bekerja sama dengan saya??"
tanya lelaki tersebut kepada galang dan angga
"maaf,kami tidak bisa bekerja sama dengan anda karena saya sudah bekerja sama dengan perusahaan zaviero.."
jawab angga
Lelaki tersebut merasa kesal karena ternyata angga tidak gampang untuk di tipu awal nya lelaki tersebut berencana akan membuat perusahaan manohara dan sonohara bangkrut secara perlahan melalui kerja sama seperti yang dulu alvaro lakukan pada perusahan zaviero tapi angga tidak seperti farel yang lemah dalam memilih rekan untuk diajak kerja sama
"sial ternyata lelaki ini sangat pintar dia tidak bisa untuk di kelabui"
gerutu lelaki itu di dalam hati nya
Angga tau apa yang ada di pikiran lelaki itu dari mukanya saja sudah kelihatan sangat licik