Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
tanggung jawab farel



Farel begitu senang mendengar perkataannya Angga bahkan dia menjadi mantap untuk menyatakan perasaannya namun dia takut jika dengan pacaran dapat membuat farel gila akan cinta seperti Angga sekarang farel tau dulu Angga adalah tipe cowok yang jarang sekali romantis setelah bersama Natasha dia menjadi bucin tingkat tinggi


Natasha merubah perilaku Angga yang kurang baik menurut teman-temannya waktu di luar negeri Angga sering bermabuk-mabukan mungkin karena kekurangan kasih sayang orang tua Angga menjadi anak liar dulu


Sebenarnya sampai sekarang Angga masih bermabuk-mabukan tapi tidak ada yang mengetahuinya kecuali Galang karena mereka sering meminum bareng


Berbeda dengan Danial yang bahkan tidak pernah meminum minuman yang mengandung soda karena perutnya akan sangat sakit jika minum itu farel memutuskan panggilan telepon nya karena ada kabar jika perusahaan nya tengah berada di ujung akibat bekerjasama dengan perusahaan Alvaro dan ternyata perusahaan Alvaro hanya ingin membuat perusahaan zaviero bangkrut


Mau tidak mau farel harus keluar negeri karena semua pegawainya mengira farel sudah lulus SMA sebab umurnya sudah berusia 19 tahun(tahun ini) meskipun memiliki sifat jutek tapi kedewasaan farel tidak bisa di ragukan lagi dia sudah bisa menjadi seorang pemimpin di usianya yang baru ingin menginjak 19 tahun


"Farel padahal pinter tapi kok dia sempat gak naik kelas ya??"


Tanya Galang yang kepo


"Farel gak naik kelas gegara dia selalu buat onar di sekolah tapi farel begitu akibat depresi kehilangan ibu nya..."


Jawab natasha yang muncul tiba-tiba dari belakangnya Danial


"Ohh gw kira karena bodoh..."


Kata Galang


Di tempat farel dia lagi mandi sambil menghayal bisa seperti Angga dan natasha romantis-romantis saling mendukung,di spam chat tiap malam sama nyepam panggilan telepon


Tapi tiba-tiba dirinya kepikiran dengan perusahaan papa nya yang rugi ratusan juta akibat kerja sama dengan perusahaan Alvaro


Setelah mandi farel langsung bersiap-siap untuk berangkat ke luar negeri dia izin kepada pihak sekolah Angga dan geng nya sudah sampai disekolah namun mereka tidak melihat farel


"Farel mana??"


Tanya Angga kepada Thea


"Kak farel ke luar negeri..."


Jawab Thea


"Ngapain??"


Tanya Tyas tiba-tiba


"Hmm,ada masalah di perusahaan kami.."


Jawab Thea


"Loh bukannya perusahaan kalian lagi bekerjasama dengan 4 perusahaan besar sekaligus??"


Tanya Danial


"Iya tapi salah satunya perusahaan Alvaro mereka membuat rugi perusahaan zaviero sekitar 700 juta makanya kak farel turun tangan..."


Jawab Thea


"Buset,jumlah nominal kerugiannya gak ngotak..."


"Iya perusahaan keluarga gw berada di ujung tanduk..."


Kata Thea sambil bersedih


Angga merasa kasihan dengan farel jadi Angga menghubungi salah satu pekerjaan di kantornya yang jago dalam membajak akun perusahaan dia menyuruh pegawai nya itu untuk mengembalikan mengambil kembali dana yang di keluarkan oleh perusahaan zaviero alias memasukkan uang sebesar 700 juta ke perusahaan zaviero dan Angga membalasnya dengan cara yang lebih sadis yaitu menghapus data-data perusahaan Alvaro


Setelah menghapus Angga menghilangkan jejak nya dengan cara menghapus nya


Alvaro yang tengah tertawa karena merasa berhasil membuat perusahaan zaviero rugi besar masih tidak menyadari bahwa Angga sudah menghapus data-data di perusahaannya dan justru perusahaan nya dia yang akan bangkrut


Farel masih berada di pesawat serta belum menyadari jika uang perusahaan nya itu telah kembali di dalam pesawat farel terus memutar otak supaya perusahaan nya tetap berdiri meskipun rugi ratusan juta setibanya farel dia langsung menuju perusahaannya


Banyak pegawai baru disana yang pastinya sangat cantik mereka memandangi farel karena wajahnya yang


Ganteng


"Gimana??"


Tanya farel kepada orang kepercayaan nya yang disuruh memegang saham tersebut selama farel di Indonesia


"Mengejutkan pak,semua uang yang kita keluarkan kembali ke perusahaan..."


Jawab orang tersebut


"Apa??yang bener kamu??"


Tanya farel lagi


"Iya pak..."


Jawab orang tersebut dan langsung menyerahkan laptop yang berisi data-data perusahaan mereka


"Alhamdulillah.."


Kata farel yang langsung mengucap syukur


Farel sangat senang perusahaan nya tidak jadi mengalami kebangkrutan karena perusahaan tersebut adalah hasil kerja keras papa dan mendiang bundanya tapi farel penasaran kenapa tiba-tiba uang perusahaannya kembali jika perusahaan Alvaro mengembalikannya gak mungkin


Pasti ada orang lain yang mengetahui masalah nya dan ikut turun tangan


"Pasti orang tersebut adalah orang terdekat ku,tapi siapa??"


Tanya farel di dalam hatinya


"Biarkan saja lah,pasti dia orang baik semoga apa yang dia lakukan gak ketahuan sama orang lain selain diriku..."


Kata farel sambil mendoakan orang yang menolong perusahaannya


Farel pergi ke apartemen nya karena dia merasa sangat capek akibat perjalanan jauh karena kecapean farel tertidur dengan sangat lelap bahkan tidak menyadari jika ayah nya menelpon