Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Kesabaran



Kebesokan harinya Angga terbangun dia melihat Natasha yang masih tertidur pulas dengan wajah polosnya


"Ini mimpi kah??aku baru pertama kali tidur dengan seorang wanita.."


Tanya Angga di dalam hatinya


Natasha terbangun akibat terik nya matahari yang menusuk-nusuk mata nya


Namun dirinya masih terlihat setengah sadar dan tidak


"Loh kok ada Angga sih?? perasaan aku baru bangun tidur kenapa udah ada Angga?? mungkin aku cuma mimpi doank kali ya.."


Tanya Natasha kepada dirinya sendiri karena dia lupa bahwa semalam dirinya menginap bersama Angga


"Ini aku bukan sebuah mimpi,ini nyata.."


Kata Angga


"Apa?papahhh kenapa ada anggaaa sih??"


Tanya Natasha sambil teriak sangat kencang karena dia masih belum menyadari


"Kamu lupa??kita itu semalam menginap di rumah minimalis punya aku,makanya kita sekamar karena cuma ada 1 kamar.."


Jawab Angga dan langsung masuk ke dalam kamar mandi


Natasha masih bengong karena takut jika Angga menyentuh dirinya sewaktu dia tertidur pulas tetapi tiba-tiba perutnya berbunyi yang menandakan dirinya tengah kelaparan tetapi dia tidak tau daerah tersebut jadi dia harus menunggu Angga selesai mandi


30 menit kemudian Angga keluar dari kamar mandi tetapi dirinya di tatap sangat sinis oleh Natasha


"Kenapa??"


Tanya angga kepada Natasha


"Kamu gak ngapa-ngapain aku kan?? misalnya nyentuh-nyentuh tubuh ku sewaktu aku tidur.."


Tanya Natasha dengan wajah membunuhnya


"Gak lah,gila kali aku menyentuh putri giffard dan adik dari Danial sebelum halal bisa-bisa aku di penggal kepalanya.."


Jawab Angga


"Oke,awas aja kalo sampai nyentuh aku aduin sama papah.."


Ancam Natasha dan langsung masuk ke dalam kamar mandi


"Gak Natasha,gak kakaknya,gak bapaknya nya,gak kakeknya,gak om nya sama-sama galak.."


Gerutu Angga


Beberapa menit kemudian Natasha keluar sudah sangat rapih berbeda dengan Angga yang masih basah rambutnya


"Angga, aku lapar pengen makan.."


Kata Natasha sambil memelas


"Mau makan apa??nanti aku beliin.."


Tanya Angga


"Gak tau,aku maunya nyarinya barengan aja jadi nanti aku milih sendiri.."


Jawab Natasha


"Hmm,ya udah aku pake jaket dulu kamu juga pake jaket masa iya keluar cuma pake baju tembus pandang kayak gitu.."


Kata angga dan langsung mengenakan jaketnya


Natasha yang baru sadar bahwa baju nya tembus pandang langsung kaget dan buru-buru masuk ke kamar untuk mengganti pakaian


"Sial banget sih kenapa harus melihat Natasha mengenakan pakaian tembus pandang lagian Natasha itu ngeselin kayak menggoda bagaimanapun juga kan gw lelaki pasti gak tahan lah..."


Gerutu Angga


Natasha kembali keluar mengenakan jaketnya serta menggunakan topi yang sama dengan Angga membuat mereka berdua terlihat serasi


"Yuk berangkat.."


Ajak Angga


"Yuk.."


Kata Natasha sambil tersenyum


mereka berdua masuk kedalam mobil dan berangkat mencari makanan yang lezat untuk dijadikan sarapan di depan warung tempat Natasha membeli sabun kemarin banyak ibu-ibu yang ngeliatin mereka


"Seandainya aja anak saya cowoknya seganteng dan sekaya dia pasti saya gak perlu repot-repot ngutang di warung.."


Kata salah satu ibu-ibu tersebut


"Loh emangnya dia siapa sih?? kayaknya anak orang kaya..."


Tanya salah satu ibu-ibu tersebut


"Yang cewek namanya Anatasha giffard anak dari pemimpin perusahaan giffard atau Alexander sedangkan yang cowok itu namanya Angga dia calon penerus perusahaan sonohara..."


Jawab pemilik warung yang mengenali Natasha dan Angga


"Oh,berarti anak dari kalangan atas ya pantes cakep-cakep.."


Kata ibu-ibu tersebut


"Tapi kok mereka bisa seromantis itu??anak saya aja sama pacarnya gak seromantis itu.."


Tanya heran salah satu ibu-ibu tersebut


"Setau saya si Bu,mereka itu di jodohkan oleh kedua orangtuanya sudah sering terjadi kalo dari keluarga kalangan atas pasti banyak yang di jodohkan oleh sesama keluarga yang berasal dari kalangan atas seperti keluarga Alexander dan sonohara.."


Jawab pemilik warung


"Kok ibu mengenal mereka??"


Tanya ibu-ibu tersebut


Jawab pemilik warung sambil tersenyum


"Wow truss suaminya ganteng gak??"


Tanya ibu tersebut lagi


"Ganteng.."


Jawab pemilik warung


"Kenapa gak Embat aja??saya aja kalo jadi kamu dah ku Embat.."


Tanya ibu-ibu tersebut


"Gak mungkin lah pasti dia maunya dengan orang yang cantik truss dia itu orangnya bandel suka minum-minuman keras dulu mana boleh saya menikah dengan lelaki seperti itu??"


Jawab pemilik warung


"Kok hartanya banyak tapi malahan suka mabok-mabok kan ya??apa gak sayang duit??"


Tanya ibu-ibu yang sudah mulai keluar julid nya


"Biasa itu mah kalo menurut dia mungkin untuk menghilangkan rasa stres karena bekerja apalagi posisi dia sebagai seorang pemimpin pasti sangatlah besar pikirannya makanya dia memilih untuk minum-minuman keras.."


Jawab pemilik warung


"Untung suami saya gak kayak begitu.."


Kata ibu-ibu


Di kediaman keluarga giffard mereka lagi sarapan bersama tiba-tiba giffard keselek membuat Danial panik dan langsung mengambil kan minum untuk papa nya


"Makannya pelan-pelan pa,jangan kayak orang kelaparan gitu.."


Kata Danial sambil mengasih air ke papa nya


"Udah pelan-pelan tapi kok papa keselek juga ya?? kalo kata nenek mu dulu jika kita keselek atau kuping kita panas tanda nya ada yang ngomongin.."


Kata giffard


"Papa ini masih percaya aja sama hal kayak begitu ini itu udah tahun 2020 pah masa iya masih percaya aja,fix papa ketinggalan jaman.."


Ledek Danial


"Loh papa kan lahirnya bukan anak muda lagi jadi wajar donk ketinggalan jaman lagi pula papa malas jika harus mengikuti era jaman sekarang mending mengenang jaman dulu jaman di mana papa waktu masih belum punya uang banyak untuk nelpon mamah mu papa pake telpon umum.."


Kata giffard yang tidak mau mengalah


"Untung Danial belum ada di jaman itu kalo ada pasti bosenin banget deh.."


Kata Danial


"Enak aja dulu itu papa paling main layangan pas masih kecil apalagi pas nenek mu sakit parah dan kakek kamu memilih untuk menikah lagi jadi papa gak terurus dulu papa dulu main layangan sampai menjelang Maghrib truss langsung pergi ke masjid pulang-pulang jam 9 malem tapi dulu papa mah gak ada yang nyariin karena kan nenek mu sakit parah bahkan koma sedangkan kakek mu berada di rumah istri baru nya.."


Kata giffard yang mengenang masa kecilnya


"Kesel deh sama kakek dari papa padahal istrinya masih ada tapi kok sudah menikah lagi sih?? mending kakek Daniel meskipun di tinggal mati oleh nenek sudah hampir 30 tahun tapi dia tetap setia sama nenek.."


Kata Danial sambil gerutu


"Gak boleh gitu dan,setiap orang memiliki pemikiran berbeda-beda bukan??salah satu nya pemikiran kakek mu Daniel dan kakek dari ayah mu..."


Kata Miu dengan bijak


"Bener itu lagipula bukan kakek tidak mau menikah lagi tapi kakek sudah terlanjur janji oleh nenek mu untuk tetap setia sampai akhir hayat kakek sewaktu kita menikah dulu,kakek terlalu mencintai mendiang nenek mu dan tidak ada yang bisa menggantikan posisi dia di hati kakek.."


Kata kakek Daniel sambil tersenyum


"Truss kakek besarin mama gimana??"


Tanya Danial


"Kakek memutuskan untuk bekerja dari rumah karena sewaktu nenek mu tiada mamah mu baru berusia 10 tahun jadi gak mungkin kalo kakek tinggalin dia sama pengasuh anak dan tepat pada umur 11 tahun kakek menemukan putra sedang terbaring di jalanan hanya menggunakan kardus sebagai alas dan koran sebagai selimutnya.."


Jawab kakek Daniel


"Dulu om putra anak jalanan??"


Tanya Danial


"Iya,orang tua kandung om sudah tiada sejak om masih sangat kecil jadi om harus mencari makan sendiri dengan cara ngamen,memulung,dll kalo tidak dapet uang ya om tidak makan sampai akhirnya om ditemukan oleh kakek mu dan di angkat menjadi anaknya semenjak saat itu hidup om lebih bercahaya dan sangat berkecukupan serta kakek Daniel tidak pernah membedakan kasih sayang antara om sama Mama mu.."


Jawab putra


"Untung banget Danial lahir dengan memiliki kedua orang tua yang lengkap serta dari keluarga berkecukupan.."


Kata Danial dan langsung melanjutkan makannya


"Btw mana nata??kenapa tidak ada??"


Tanya kakek Daniel


"Dia menginap dengan Angga.."


Jawab giffard dengan santai


"Apa??kamu bilang dia menginap bersama Angga??kalo mereka melakukan hal di luar batas bagaimana??"


Tanya kakek Daniel yang sangat kaget


"Saya percaya sama Angga gak mungkin dia melakukan hal seperti itu dia berpendidikan pasti dia akan berfikir


matang-matang jika ingin melakukan hal seperti itu apalagi keluarga ceweknya berasal dari keluarga sangar.."


Jawab giffard


"Iya juga sih, ya sudah nanti kamu hubungi mereka lagi sekarang kita makan terlebih dahulu..."


Kata kakek Daniel


Mereka kembali melanjutkan makannya lagi