
Di mobil Natasha dan Angga tengah asyik berduet seperti biasa tetapi tiba-tiba ada seorang nenek menghalangi mobil mereka tentu saja Angga berusaha mengerem membuat natasha hampir jantungan tapi untungnya tidak terjadi apa-apa nenek tersebut menghampiri mereka dan mengetok kaca jendela mobilnya Angga namun Angga tidak membukanya karena dia takut jika nenek tersebut adalah orang jahat yang berniat tidak baik atau membegal
"Ga,kok gak dibuka sih??kasihan nenek tersebut.."
Tanya Natasha
"Tunggu dulu sayang,aku panggil anak buah ku dulu buat awasi kita dari jarak jauh.."
Jawab Angga setelah Angga menelpon anak anak buahnya untuk mendekat Angga langsung membuka kaca tersebut
"Kenapa ya nek??"
Tanya Angga
"Tolong saya dek,cucu saya kelaparan dan dia sakit saya minta tolong berikan sedekah nya buat cucu saya atau paling tidak bawa dia ke rumah sakit.."
Jawab nenek tersebut
"Bentar ya nek.."
Kata Angga dan langsung menoleh ke arah Natasha
"Gimana sayang??gak papa kita nolongin nenek itu dulu abis itu baru makan??"
Tanya Angga kepada Natasha
"Gak papa,kasihan nenek itu.."
Jawab Natasha
"Ya sudah nanti aku suruh anak buah ku untuk menjemput nenek tersebut.."
Kata Angga
Nenek tersebut masuk di dalam mobil anak buahnya Angga menuju kediamannya Angga menyuruh anak buahnya supaya tidak terjadi hal yang tidak dia inginkan misalnya seperti ternyata nenek tersebut adalah komplotan begal yang meresahkan bukannya Angga takut tapi dia sedang bersama Natasha nanti yang ada para pembegal tersebut yang bonyok atau bahkan sekarat gegara Natasha
Sesampainya di rumah nenek tersebut lebih tepatnya gubuk mereka langsung masuk kedalam di ikuti oleh anak buahnya Angga dan benar mereka melihat beberapa orang anak kecil sedang terbaring lemas anak anak buah Angga langsung menggendong anak-anak tersebut sedangkan Angga pada akhirnya mengasih tumpangan pada nenek tersebut karena mobil anak buahnya tidak muat
"Tapi saya gak punya duit,gimana ya??gak usah jadi aja deh tuan.."
Kata nenek tersebut sambil melas
"Tenang saja nanti saya yang menanggung semua biaya administrasi untuk cucu-cucu ibu.."
Kata Angga dengan santai dan masih asyik menyetir
"Gak usah tuan pasti biayanya sangat besar nanti malah merepotkan tuan.."
Kata nenek tersebut yang merasa tidak enak
"Tidak papa nek, lagipula pacar saya ini orang kaya raya bagi dia mah kecil uang segitu.."
Kata Natasha kepada nenek tersebut Angga hanya tersenyum mendengar ledekan dari kekasihnya
Sesampainya di rumah sakit mereka langsung turun dan membawa masuk cucu-cucu nenek tersebut mereka langsung di sambut oleh para suster setelah beberapa menit dokter keluar dan menyarankan untuk segera membayar administrasi nya Angga langsung menuju ke tempat administrasi
"Saya mau membayar biaya administrasi atas nama Natasha giffard.."
Kata Angga karena tadi mereka memakai jaminan namanya Natasha
Setelah Angga membayar semua tagihan tersebut dia langsung kembali menuju Natasha dan nenek tersebut
"Berapa biaya nya,ga??"
Tanya Natasha
"Kecil,hanya 35 juta.."
Jawab Angga dengan santai nenek tersebut merasa tidak enak karena biaya berobat cucu-cucunya sangat lah mahal
"Maaf kan saya tuan,saya tidak tau harus bagaimana.."
Kata nenek tersebut sambil menangis
"Gak papa nek, lagipula tadi nenek gak denger perkataan dia?? kecil cuma 35 juta sudah biarkan saja nek.."
Kata Natasha sambil mengusap air matanya nenek tersebut
"Makasih ya kalian memang anak anak yang sangat baik beruntung sekali orang tua kalian memiliki anak seperti kalian berdua.."
Kata nenek tersebut sambil tersenyum
"Sama-sama nek,nenek sudah makan belum??"
Tanya Natasha
"belum.."
Jawab nenek tersebut
"Yuk ke kantin rumah sakit sama aku dan Angga nanti cucu-cucu nenek biar di jaga oleh para anak buahnya Angga.."
Ajak Natasha sambil tersenyum
Natasha dan Angga pergi bersama nenek tersebut menuju kantin sesampainya di kantin mereka memesan banyak makanan untuk nenek tersebut betapa lahap nya nenek tersebut seperti orang yang sudah tidak makan selama 4 hari
Natasha dan Angga hanya tersenyum kecil serta menatap satu sama lain
"Maaf ya nenek pasti kelihatan seperti orang tidak pernah makan dan membuat kalian malu karena pakaian nenek yang dekil ini.."
Kata nenek tersebut yang merasa bahwa Angga dan Natasha menatap dirinya
Kata Angga dengan jujur
"Bener nek,nata juga suka pakai pakaian dekil.."
Kata Natasha namun Angga berniat menjahili dia
"Kamu mah pakai baju tembus pandang kesukaannya.."
Ledek Angga
"Mana aku tau kalo misalnya baju aku tadi tembus pandang??"
Tanya Natasha sambil cemberut
"Iya-iya mungkin karena habis mandi makanya jadi tembus pandang.."
Jawab Angga
Setelah mereka makan ketiganya langsung kembali menuju ruangan cucu nenek tersebut dengan membawa sangat banyak makanan untuk cucu nenek tersebut beberapa menit kemudian dokter keluar mereka langsung masuk ke dalam
"Nek rumah kita sudah terlalu berbahaya nek,truss gimana??"
Tanya salah satu cucu tersebut
"Nenek juga tidak tau,kita mana punya uang untuk mengontrak rumah..."
Jawab nenek tersebut
"Gini saja nek, Angga ada satu rumah kecil berada di perumahan biasa mau gak??"
Tanya Angga
"Memangnya tidak papa??"
Tanya nenek tersebut
"Tidak papa daripada rumah itu kosong kan sayang.."
Jawab Angga
Setelah beberapa jam mereka langsung pulang menuju menuju gubuk nenek tersebut mereka mengambil barang-barang yang ada di sana tetapi ternyata barang-barang tersebut tidak ada yang layak untuk di pakai jadi Angga tidak mengizinkan untuk membawanya karena di dalam rumahnya sudah ada kasur,sofa,bantal,dll mereka kembali berangkat menuju rumah Angga yang berada di daerah perumahan biasa
Sesampainya di sana mereka langsung masuk ke dalam rumah tersebut betapa terkejutnya nenek itu karena rumahnya sangat lah besar dan harum serta bersih tidak seperti tempat tinggalnya dulu
"Sudah ku duga pasti yang Angga bilang kecil maksudnya adalah sebuah istana yang dibuat menjadi kecil.."
Kata Natasha di dalam hati nya
"Nanti kalian bantu nenek ini buat beberes ya saya tinggal dulu karena ada urusan lain.."
Suruh Angga kepada anak buahnya
"Siap tuan muda.."
Kata anak-anak buah keluarga sonohara
Angga dan Natasha kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk berjalan-jalan bersama
"Ga,rumah kamu itu ada berapa sih??"
Tanya Natasha yang sangat penasaran
"15 doank sayang.."
Jawab Angga dengan santainya
"Banyak banget aku aja cuma punya 2 villa,1 apartemen dan 6 hotel.."
Kata Natasha
"Hehehehe.."
Kata Angga dan masih fokus menyetirnya
"Btw perusahaan kamu itu lebih fokus ke bidang mana??kalo papa paling perumahaan sedangkan kakek bagian apartemen.."
Tanya Natasha
"Hampir semua bidang perusahaan aku yang memimpin.."
Jawab Angga
"Pantes kaya raya.."
Gumam Natasha,Angga mendengar nya hanya tersenyum kecil
"Tapi perusahaan aku lebih teknologi misalnya membuat produk-produk yang berbau teknologi.."
Kata Angga
"Hmm,aku minder jadi pacar kamu.."
Kata Natasha dengan jujur
"Gak usah minder sayang.."
Kata Angga dengan santai