
Pada malam hari..
Danial tengah asyik bersantai di atas sofanya, Danial masih sedikit bersedih atas kepergian dari kakeknya, Danial masih sangat menyayangi kakeknya dan dia tidak percaya jika kakeknya harus pergi kehadapan sang illahi.
"Kakek, semoga kakek tenang di alam sana" doa Danial untuk kakek. Danial meneteskan air matanya sembari menatap foto kakeknya, Danial tidak pernah menyangka jika kakeknya akan meninggal secara tragis. Danial benar-benar membenci orang yang sudah membuat kakeknya tiada dan Danial berniat ingin membalaskan dendamnya kepada orang sudah mencelakai kakeknya.
"Kakek, aku bersumpah akan membalaskan dendam atas kematianmu!" sumpah Danial. Danial mengepalkan tangannya lalu dia membanting seluruh barang-barang yang berada didepannya, Danial sudah tidak bisa menahan emosinya lagi dan dia berniat untuk membalaskan dendam kakeknya.
Ketika Danial tengah mengamuk dirumahnya, Farel datang secara tiba-tiba sembari membawakan sebuah makanan untuk Danial dan keluarganya.
"Assalamualaikum..." ucap salam Farel.
"Waalaikumsalam.." sahut Raya. Raya membukakan pintu rumahnya dan dia melihat Farel tengah berdiri manis didepan pintu.
"Farel, silahkan masuk.." kata Raya.
"Baik.." ucap datar Farel.
Farel masuk kedalam rumahnya Danial, Farel berjalan menuju Danial lalu duduk disampingnya Danial yang tengah bersedih atas kematian kakek tercintanya.
"Dan, kau masih bersedih atas kematian kakekmu ya?" tanya Farel.
"Iya, aku sangat merasa sedih atas kepergian kakek..." balas Danial.
Danial menundukkan kepalanya kebawah sembari memperlihatkan wajah murungnya dihadapan Farel, Farel yang melihat ekspresi wajah Danial langsung merasa iba dengan sahabatnya itu karena dia dapat merasakan apa yang Danial rasakan.
"Dan, bagaimana jika kita mencari letak keberadaan Vino.." kata Farel.
"Untuk apa?" tanya Danial.
"Untuk membalaskan dendam kakekmu!" balas Farel kepada Danial.
"Boleh tapi aku harus bersiap-siap terlebih dahulu, ya.." kata Danial.
"Iya ...," sahut Farel.
Danial masuk kedalam kamarnya untuk bersiap-siap sedangkan Farel duduk diatas sofa sembari menunggu Danial selesai bersiap-siap. Farel memainkan ponselnya untuk mencari keberadaan Vino sekarang, Farel tahu jika Vino sedang bersembunyi di suatu tempat karena dirinya takut dengan keluarga alexander dan manohara.
Beberapa menit kemudian..
Danial sudah selesai dan saatnya bagi mereka untuk mencari keberadaan Vino, Danial dan Farel mencari keberadaan Vino secara bersama-sama. Danial mengemudikan mobilnya sedangkan Farel mencari keberadaan Vino menggunakan sebuah sinyal pelacak yang berada di handphone mereka.
"yank,aku pergi dulu ya
Ray dan Fikar juga mengucapkan perpisahan pada sang papa,vino berangkat menggunakan mobil nya
"dan,kita jalan"suruh farel
Danial menjalankan mobilnya dan mengikuti mobil vino,hari sudah sangat malam vino tertidur kebetulan mobilnya di bawa oleh supir dengan cepat Danial menyeimbangkan mobil nya dengan vino
"Danial"batin vino
"pak,cepat jalankan mobil nya!!"suruh vino pada sang supir
"dan,kenapa malah lu senggol??"tanya farel
"gw gak sengaja"jawab Danial
mereka menyaksikan kepergian sang pemimpin Alaska itu beberapa detik setelah jatuh ke jurang mobil nya meledak
"innalilahi"ucap Danial dan farel secara bersamaan
"dan,mending sekarang kita pergi dari sini bahaya kalo ada yang melihat"suruh farel
Danial langsung menjalankan mobilnya dengan sangat cepat setelah kepergian Danial para warga berdatangan karena mendengar suara ledakan terlihat mobil mewah yang terbakar mereka mengira bahwa itu adalah kecelakaan tunggal apalagi ini sudah malam bisa saja si pengemudi mengantuk sudah banyak yang mengalami kecelakaan di tempat itu,jalanan tersebut rawan apalagi bersebalahan dengan jurang dan licin oleng sedikit saja bisa menyebabkan kecelakaan.
*******
kebesokan hari nya Danial menonton televisi dia melihat acara berita semua acara berita penuh dengan kecelakaan
"itu bukannya vino ya??dia meninggal??"tanya rayya kepada Danial
"iya"jawab Danial
"kenapa??"tanya rayya
"kamu lihat saja sendiri"jawab ngegas Danial
rayya merasa heran kenapa suaminya bersikap aneh saat melihat berita mengenai kecelakaan vino namun rayya tidak mengetahui bahwa yang menyebabkan vino kecelakaan adalah Danial
di rumah keluarga zaviero
farel tengah berduduk santai dan berusaha bersikap biasa saja,meskipun sebenarnya dia merasa bersalah karena kejadian kemarin
"rel,kamu kenapa sih??"tanya Tyas
"gak papa cuma pusing dikit saja"jawab farel
"kamu udah dengar belum soal kepergian vino??"tanya Tyas
"b-e-l-u-m, emangnya k-e-n-a-p-a??"tanya farel sambil gugup
"kamu kenapa gugup gitu sih??apa jangan jangan kamu yang membuat si vino kecelakaan??"tanya balik Tyas yang curiga
"enggak lah,masa aku tega melakukan itu"jawab bohong farel
farel pergi meninggalkan Tyas namun ternyata Tyas masih tidak mempercayai perkataan sang suami dia merasa farel menyembunyikan sesuatu.
"kenapa menurut ku farel mengetahui sesuatu??"batin Tyas
farel bersandar di dinding dan duduk di lantai dia takut jika sang istri mengetahuinya semuanya
"semoga saja Tyas tidak akan mengetahui ini semua"doa farel di dalam hati nya